PAk .. itu bermakna fronline manager kita(camat) masih kurang mampu menyihir downline/strukturnya untuk bisa follow govt punya requirement....... dengan stage maturity adminduk di negara ini yang masih jauh dari mapan, maka kerja-kerja manual camat untuk menjembatani kelemahan suport ICT di daerah bisa merubah DPT dari amburadul menjadi mendekati perfeck Kadang tidak semua harus pakai anggaran, peroalannya komunikasi dan hubungan baik.... kami sendiri , walau hanya dengan anggaran 50.000perak se kelas RW, kami bisa menghasilkan pendataan pengajuan Data soft copy ke kelurahan sebanyak 562 DCT. PPS di kelurahan cuma copy paste dari soft copy kami..dengan back up hard copy.....keLurahan tidak perlu repot ketik-ketik dan jadi punya lebih buayak waktu untuk melakukan tabulasi dan peyempurnaan lanjut sebelum stage DP4 Syukur ...kemarin hingga DPT print out, tally dengan submit kami 562 pemilih......tidak kurang dan tidak lebih.... walau hanya dengan anggaran sekecil tadi.................... Rasanya senang sekali bisa menegakkan kepala kita, dengan mata berbinar berhadapan dengan warga pada pilpress besok rabu......................... Met pilpress dech........
Thanks and regards
Sahman Purba
PT TEC Indonesia.
SCM-Logistic Departement
Phone : 62-770-611528 ext (221)
62-770-611560 (Direct Line)
Fax : 62-770-611506, 62-770 611507
Website: https://www.tecsgweb.com.sg/
"[email protected]" <[email protected]>
Sent by: [email protected]
07/05/2009 09:37 AM
Please respond to
[email protected]
To
[email protected]
cc
Subject
Re: [eGovIndonesia] DPT pasti bengkak
salah satu bentuk sikap kepasrahan budaya Indonesia
lha terus arep piyé menèh .......
seharusnya sih peka, tenggang rasa, tepo seliro, tetapi justru itu yang
tidak ada
sayid wrote:
> Bila saja semua aparat pelaksana pemilu taat dan perbaikan DPT dilakukan
> di setiap kecamatan dengan baik, sesuai permintaan calon pemilih yang
> sebelumnya namanya tidak ada di DPT, maka bila ternyata KPU tidak
> mungkin menjalankan sistem pendaftaran pemilih maka diyakini jumlah
> pemilih akan lebih dari besar dari jumlah penduduk usia dewasa di
Indonesia.
> Hal tersebut bisa terjadi apabila KPU tidak pernah bisa mendapat pasokan
> data nama dan alamat pemilih dari Pemerintah dalam bentuk database
> nasional. sebagai mana kabar angin yang di dengar masayarakat bahwa
> kekisruhan DPT pada waktu PILEk , terjadi karena pemerintah tidak
> menyediakan database , dan mensuply KPU dengan data spered sheet per
> kecamatan , padahal masyarakat juga tahu, hanya sebagian kecil daerah
> yang KTPnya tidak pakai sistem komputer, sehingga tidak ada alasan untuk
> tidak memberikannya data identitas, nama dan alamat penduduk ke KPU
> dalam bentuk Database.
> Dengan update pada spreadsheet excel, maka selain prosesnya susah, maka
> duplikasi tidak dapat dihindari akibat hanya data tambahan yang masuk
> dan mutasi di daerah asal pendaftar tidak dilakukan.
> Jadi siapa yang harus tanggung jawab kalau DPT membengkak dan kisruh
> lagi, padahal KPU seudah bekerja maksimal, ya kita bisa di tebak
> sendiri...................................ada yang lempar batu sembunyi
> tangan..
> .
> Mengapa kita harus ribut masalah DPT, kan sebenarnya DPT hanya penting
> untuk mengatur logistik dan alokasi pelaksana pemilihan.
> Malah lebih terpenting dalam pengamanan pemilih dengan DPT yang paling
> kisruh justru adalah TINTA PEMILIH , yang kabarnya mudah sekali dihapus
> pakai pembersih kimia, untuk bisa milih lagi di mana mana., lumayan kan
> satu orang bisa pilih lebih dari satu tempat per jam.
>
> Selamat memilih, dan dengan kekisruhan DPT ini kita yakin akan banyak
> kemudahan.
> Semoga sukses satu putaran, agar masalah tidak berkepanjangan.
>
> Wassalam.
>
>
> ------------------------------------
>
> http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
<<image/gif>>
