On 16 Jul 2009 at 8:17, Ibenk wrote: > Yup setuju, Pak. Daerah masih boleh mengembangkan > sendiri kok. Tapi realitas juga menunjukkan banyak > Pemerintah Daerah yang tidak memiliki kemampuan > belanja atau bikin sendiri software-software > e-government, sehingga penyediaan aplikasi integral > seperti ini, saat ini masih sangat diperlukan. > Alternatif bagi Pemerintah Daerah yang memerlukan. > Tinggal sinergi saja, mana yang sudah dibangun > Pemerintah Daerah dan mana yang ingin dikembangkan > melengkapi yang sudah ada di daerah. > Nantinya diharapkan, sesuai RPP e-government (dapat > di download di www.egovindonesia.org) belanja > aplikasi sejenis dapat dikurangi, dengan terlebih > dahulu ambil versi open source yang sudah tersedia, > dari produk manapun, baik pusat maupun daerah.
tersedianya kapan ? ambil di mana ? kardus ? ref : http://www.depkominfo.go.id/2009/07/06/pengembangan-website-%EF%BF%BDkonten-dan-arsip-digital-untuk-semua%EF%BF%BD-kardus/ tia sinung > Supaya belanja aplikasi sejenis tidak membebani > anggaran negara/daerah. > > Thanks > > > > Sukses selalu, > > Ibenk /*-sig- http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab -sig-*/
