He..he.., implemented setujunya Pak Ibenk, bagi daerah yg tdk memiliki kemampuan belanja, alokasi Depkominfo utk bikin aplikasi di-dekon-kan saja ke daerah yg siap secara teknis, trus hasilnya dishare kedaerah laen dengan fasilitasi Depkominfo. Jadi di Depkominfo cukup dialokasikan dana utk bikin RPP dan fasilitasi saja. Kalo bikin Depkominfo bikin aplikasinya nggak pake alokasi dana (serba swa), alhamdulillah, langsung bagiin aja ke daerah atau disiapkan dlm site departemen. Semoga setuju ya Pak. Amin.
Salam sukaliman > Yup setuju, Pak. Daerah masih boleh mengembangkan sendiri kok. Tapi > realitas > juga menunjukkan banyak Pemerintah Daerah yang tidak memiliki kemampuan > belanja atau bikin sendiri software-software e-government, sehingga > penyediaan aplikasi integral seperti ini, saat ini masih sangat > diperlukan. > Alternatif bagi Pemerintah Daerah yang memerlukan. Tinggal sinergi saja, > mana yang sudah dibangun Pemerintah Daerah dan mana yang ingin > dikembangkan > melengkapi yang sudah ada di daerah. Nantinya diharapkan, sesuai RPP > e-government (dapat di download di www.egovindonesia.org) belanja aplikasi > sejenis dapat dikurangi, dengan terlebih dahulu ambil versi open source > yang > sudah tersedia, dari produk manapun, baik pusat maupun daerah. Supaya > belanja aplikasi sejenis tidak membebani anggaran negara/daerah. > > Thanks > > > > Sukses selalu, > > Ibenk > > > > From: [email protected] > [mailto:[email protected]] > On Behalf Of Sukaliman > Sent: 15 Juli 2009 20:02 > To: [email protected] > Subject: Re: [eGovIndonesia] Depkominfo Kembangkan e-Province > > > > > > > > > Ha...ha..ha, kalau yg ginian semua digarap Departemen (Kominfo) kapan org > daerah bisa maju. Beberapa tahun lalu ada konsep Depdagri (Pusdatin), tiap > daerah diberi beban membangun beberapa aplikasi, dan hasil kerjaannya di > share ke daerah laen, dan sebaliknya. Yg penting struktur datanya seragam. > Soal aplikasi serahkan industri IT. > >> wartaeGov.com - http://adf.ly/IOS >> >> Departemen Komunikasi dan Informatika mengembangkan aplikasi Sistem >> Informasi Manajemen Daerah yang disebut e-Province. Aplikasi ini >> memungkinkan bagi pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan data dari >> seluruh kabupaten/kota di wilayah mereka. >> >> Menurut Direktur e-Government Depkominfo Herry Abdul Azis, pihaknya saat >> ini sedang mengembangkan berbagai macam aplikasi e-Government untuk >> digunakan oleh instansi pemerintah daerah setingkat Provinsi. >> >> Ada 14 aplikasi yang telah selesai dan siap diimplementasikan. 14 >> aplikasi >> eGov tersebut antara lain : >> - Aplikasi Pendidikan >> - Aplikasi Pariwisata >> - Aplikasi Perikanan >> - Aplikasi Peternakan >> - Aplikasi Perkebunan >> - Aplikasi Pertanian >> - Aplikasi Informasi hukum >> - Aplikasi Kepegawaian >> - Aplikasi Pendapatan Daerah >> - Aplikasi e-Arsip >> - Aplikasi e-Office >> - Aplikasi SMS Center >> - Aplikasi e-Libray >> - Aplikasi Kantor Maya >> >> ke-14 aplikasi tersebut telah saling terintegrasi satu dengan yang lain. >> Sehingga, duplikasi data tidak lagi terjadi. Namun, Herry mengakui bahwa >> di beberapa Pemda telah menciptakan aplikasi eGov yang sektornya sama >> dengan yang dikembangkan oleh Depkominfo, meskipun jumlahnya beragam. >> >> "Misalnya, Pemprov A punya 2 dari 14 yang kita punya, atau Pemprov B >> punya >> 5 dari 14 yang ada. Tidak masalah, mereka bisa tetap menggunakan >> aplikasi >> milik mereka sendiri, karena aplikasi dari kita bersifat open source dan >> mendukung interoperabilitas," jelas Herry. >> >> Bagi Herry, dengan sifat aplikasi yang open source, aplikasi yang telah >> dikembangkan oleh Depkominfo ini bisa dikustomisasi sesuai dengan >> kebutuhan masing-masing Pemda. >> >> Aplikasi eGov yang disebut juga e-Province ini memang menyasar institusi >> setingkat Provinsi, terutama yang telah mampu mengintegrasikan >> kabupaten/kota yang ada di wilayah masing-masing. >> >> > > > > Checked by AVG - www.avg.com > Version: 8.5.375 / Virus Database: 270.13.13/2236 - Release Date: 07/13/09 > 17:57:00 > >
