Kalo menurut saya indonesia akan lebih baik jika kita kembali memakai demokrasi asli indonesia yaitu musyawarah. Dimana disana juga ada win-win solution yaitu musyawarah utk mufakat. Sebenarnya saat ini juga ada permufakatan diantara ellit politik kita tp permufakatan yang negatif yang tidak membawa manfaat buat rakyat tp hanya manfaat utk dirinya ato kelompoknya (baca politik dagang sapi). Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: "hnoe...@indonet" <[email protected]> Date: Sun, 04 Apr 2010 23:14:08 To: <[email protected]> Subject: Re: [eGovIndonesia] PENCURIAN ARSITEKTUR BANGSA INDONESIA Bung Dedent, Menarik sekali. Kalau kita mendalami teori manajemen 7 Habit, Coba buat analisa untuk mengurai isi semangat Win-Win dan bandingkan dengan tulisan masa lalu, tentang makna semangat gotong royong dalam budaya kita , kalau tidak salah isinya mirip, jadi kita sudah melaksanakan lebih dahulu sebelum steven covey mengarang bukunya. Sedihnya, kalau kita sederhanakan apa yang telah terjadi di Indonesia saat ini, justru solusi win-win alias gotong royong tidak digunakan untuk memajukan bangsanya, hanya diajarkan untuk team work dalam perusahaan saja. Sementara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara justru dihindari. Saat ini nyatanya banyak diantara kita tanpa sadar telah mengikuti dan menerapkan impian ajaran asing, yang meyakinkan kta bahwa untuk bisa memaju bangsa maka kita harus menjalankan persaingan bebas dan menghindari kerjasama yang mereka sebut dengan istilah "Cartel", dan membuat upaya kartel yang positif bisa memajukan bangsa dianggap sebagai sesuatu yang haram dan harus dimusuhi. Akibatnya tidak ada lagi kelompok masyarakat politik, ekonomi , dll di Indonesia yang menjadi kuat dan besar, kecuali kelompok usaha yang semakin hari semakin menguasai seluruh konglomerasi besar di indonesia, bukan hanya sebagai investor, namun juga sebagai pengendali utama perusahaan yang mampu menhendalikan arah konsumsi dan perekonomian bangsa sebagaimana mereka inginkan. Ini semua bila kia kembalikan ke teori 7 habit, ternyata dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara kita telah masuk ke area yang dikenal sebagai lose-lose pada teori 7 habit. Satu contoh nyata yang pernah saya temui dalam pertemuan International di Surabaya beberapa bulan lalu, ternyata beberapa perusahaan yang dalam citra publik dianggap sebagai perusahaan yang saling bersaing, ternyata mereka melakukan presentasi bersama untuk memberikan solusi end to end sebagai satu bangsa. saya tanya ke GM mereka yang hadir, bagaimana mereka bisa bekerja sama, sementara masyarakat tahunya mereka adalah perusahaan yang saling bersaing di pasar. Jawaban yang menarik adalah, bahwa untuk memajukan bangsanya mereka menyadari bahwa masing masing perusahaan memiliki kelebihan yang tidak ada diperusahaan lain, sehingga dalam setiap kesempatan tender mereka bersaing, termasuk memperebutkan pekerjaan di Indonesia, namun setelah menang mereka akan memberikan pekerjaan kepada masing masing perusahaan sesuai keahliannya, dengan kata lain, semua perusahaan tersebut secara de facto telah melaksanakan hal yang di indonesia di haramkan dengan istilah Kartel. Tanpa kerjasama antar sesama bangsanya sendiri mereka tidak akan menjadi perusahaan yang terpandang di dunia. Kesimpulannya, kita harus kembali kepada budaya asli kita: bergotong royong, kembali kepada habitat keahlian masing masing dan menghilangkan budaya "makelar" yang ternyata timbuh subur dimana saja akibat terapan persaingan bebas tersebut. Siapa lagi mau menambah contoh membangun, silahkan. Semoga bermanfaat untuk membangkitkan kembali kejayaan bangsa, Wass. Hari S.noegroho On 4/4/2010 10:15 PM, [email protected] wrote: > Just joke: > > Mari berhitung, lucu jg nie .. > > Bagi yg pernah baca dan belajar 7 habit : > Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb: > > A – B – C – D – E – F – G – H – I – J – K – L – M – N – O – P – Q – R – S – T > – U – V – W – X – Y – Z > > 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10 – 11 – 12 – 13 – 14 – 15 – 16 – 17 – > 18 – 19 – 20 – 21 – 22 – 23 – 24 – 25 – 26 > > Mari kita hitung bersama : > Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang Amerika ) Kalau kita bekerja dengan > modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah… > > - H – A – R – D – W – O – R – K ( kerjakeras ) > 8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only > > - K – N – O – W – L – E – D – G – E ( pengetahuan ) > 11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only > > - L – O – B – B – Y – I – N – G ( pendekatan ) > 12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only > > - L – U – C – K ( keberuntungan ) > 12 21 3 11 = 47% Only > > Ternyata … semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa mengalahkan > yang satu ini: > > - A – T – T – I – T – U – D – E ( sikap/tingkah laku ) > 1 20 20 9 20 21 4 5 = 100% > > tapi ini rumus yang berlaku di luar negeri he..he..he.. > > Di Indonesia, itung-itungannya menjadi begini: > > - G – I – G – I – H (HARDWORK) > 7 9 7 9 8 = 40% Saja > > - I – L – M – U (Knowledge) > 9 12 13 21 = 55% Saja > > - L – O – B – I (Lobbying) > 12 15 2 9 = 38% Saja > > - M – U – J – U – R (Luck) > 13 21 10 21 18 = 83% Saja > > - S – I – K – A – P (Attitude) > 19 9 11 1 16 = 46% Saja > > tapi jika dengan melakukan ini > > - K – O – R – U – P – S – I > 11 15 18 21 16 19 9 = 109 % > > Ternyata yg ditekuni orang-orang INDONESIA yaitu “KORUPSI” mempunyai kadar > mencapai keberhasilan 109%. > > Lebih baik dr “ATTITUDE”- nya ORANG BARAT yg hanya 100%! > > Face it man!! INDONESIA BISA!!!!!! > > Semoga nilai attitude bisa ditumbuh kembangkan untuk memajukan kebudayaan > Indonesia. > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: "hnoe...@indonet"<[email protected]> > Date: Sat, 03 Apr 2010 23:50:40 > To:<[email protected]> > Subject: Re: [eGovIndonesia] PENCURIAN ARSITEKTUR BANGSA INDONESIA > > Itu contoh Wisnu tapi tanpa kita sadari bisa di analogikan untuk > memanfaatkan secara cerdik apa yang dilakukan oleh Malaysia, > Kita bisa pakai strategi silat, kalau di pukul jangan ditahan, tapi > harus ditarik, sehingga kita melawan tanpa menguras tenaga karena ada > tenaga tambahan yang kita peroleh dari sipemukul. > > Beberapa rekan yang saya kenal dari Malaysia, ternyata mereka bila cuti > hampir dipastikan selalu buat acara bersama untuk pesiar ke bandung bagi > yang muda dan bujangan, sementara bagi yang sudah senior mereka sangat > fanatik dengan Ubud dan Jogyakarta. umumnya mereka berangkat bersama > tanpa tour operator dan berlaku seperti Wisnu, mereka biasa sewa > kendaraan langsung tanpa mempergunakan jasa organizer, karena mereka > sudah mulai biasa berwisata di Indonesia, mereka tahu bagaimana cara > mendapatkan tarif yang menarik untuk bus dan penginapan tanpa lewat tour > operator. Hal ini memang mempersempit ruang gerak tour operator yang > biasa bekerja paker. > > Sementara teman saya dari Port Dickson yang kakeknya orang pacitan, > teman orang Melaka yang bapaknya lahir di Magetan, dari pejabat tinggi > polisi dari Negeri sembilan yang bapaknya lahir di Payakumbuh, ternyata > bila cuti mereka suka mengajak keluarga besar sewa bus dari jakarta > berwisata keliling jawa atau ke sumatra, untuk santai wisata sambil > menengok kampung halamannya. Dan alasan utama bagi mereka, wisata ke > indonesia itu banyak object, menyenangkan dan murah meriah hingga bisa > bawa semua keluarga (Wisata waktu libur di Malaysia jauh lebih mahal, > contoh ticket masuk semacam taman mini di Serawak, yang isinya cuma 4 > macam rumah dayak dan bisa selesai dilihat semuanya dalam waktu 90 menit > termasuk atraksi panggung, ternyata ticket masuknya 60 RM per orang > (setara 175.000 rupiah). > Turis Wisman seperti ini umumnya tidak pernah tercatat dalam data > wisata, karena mereka terbiasa buat acara sendiri seperti WISNU, tanpa > perlu bantuan tour operator. > > > On 4/3/2010 10:35 PM, si Nung wrote: > >> On 3 Apr 2010 at 12:34, [email protected]<mailto:dedent%40yahoo.com> >> wrote: >> >> >>> cukup datang ke malaysia mereka bisa menikmati >>> semua budaya Asia karena semua bisa dijumpai >>> disana, dari mulai kulinernya hingga budayanya. >>> >>> >>> Wah..., kalo budaya Indonesia ada di Malaysia, >>> Bilakah Indonesia mendapat kunjungan turis untuk >>> budaya beserta kulinernya ..? >>> >> sudah banyak terjawab di email pak hnoegroho >> >> ringkasnya, analogikan dengan taman mini indonesia indah, >> walau sudah ada tmii, namun kunjungan ke daerah wisata yg lain di >> indonesia tetap padat, >> misalnya, sudah beberapa kali terjadi, saat long weekend, jalan ke >> puncak (bogor) jadi macet total ... :) >> saat libur lebaran, (hampir) semua daerah tujuan wisata di kampung >> halaman juga kondisinya menyemut >> >> eh... ini ngomongin wisnu apa wisman sih ... :) >> >> di atas adalah kondisi wisnu (sebatas pengamatan sepintas) >> yg wisman sinung tidak (/belum) tahu >> >> cmiiw >> >> sinung >> >> /*-sig- >> >> http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html >> <http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html> >> >> http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab >> <http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab> >> >> -sig-*/ >> >> >> >> >> >> No virus found in this incoming message. >> Checked by AVG - www.avg.com >> Version: 9.0.800 / Virus Database: 271.1.1/2787 - Release Date: 04/03/10 >> 14:32:00 >> >> >> > > ------------------------------------ > > http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------------------ > > http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links > > > > > > > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG - www.avg.com > Version: 9.0.800 / Virus Database: 271.1.1/2789 - Release Date: 04/04/10 > 14:32:00 > > ------------------------------------ http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links ------------------------------------ http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
