Justru itu, kita musti cerdik memanfaatkan peluang, Kalau di pameran mereka pakai paviliun dengan design minang kabau, maka kita nggak perlu minder, kita tampilkan Minangkabau sebagai salah satu bagian di pavilion kita, buat ruang teather untuk show kunjungan wisata di pavilion kita, dan masukkan wajah asli Minang kabau sebagai bagian dari apa yang kita punya. Tunjukkan semuanya dalam tayangan 15 menit, pasti bisa merubah pola pikir mereka yang niat melakukan kunjungan, dengan motto "tiada yang bisa melebih budaya Indonesia yang ada ditempat asalnya" dan digabung dengan kegiatan berlabel EcoTourism maka kita akan tetap unggul. Sayang media masa umumnya tidak berniat untuk mengangkat peningkatan yang terjadi.
Ada satu syarat lagi, "kalau kita ingin benar2 sukses, maka pameran kita harus diselenggarakan sendiri oleh aparat pemerintah bersama pemda, bukan di outsource ke commercial event organizer, yang ujung2nya berharap dapat komisi tanpa repot kerja" Dengan menyelenggarakan pameran sendiri maka anggaran pameran yang setara dengan biaya event organizer dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi mutu isi pameran dan uang saku para artis & petugas daerah yang terlibat. FYI, dari data penerbangan dan paket wisata bisa diperoleh, Mangga dua adalah tujuan wisata belanja akhir pekan bagi warga singapura, Bandung adalah tujuan wisata kaum muda dari Malaysia, Wisata ke Bali adalah suatu kebanggaan dan peningkat status bagi mereka yang ingin dianggap sukses dalam karier dan jabatan di Malaysia, sumatra barat merupakan tujuan wisata dari mereka yang moyangnya berasal dari sumatra barat, dan yang menarik paket wisata Jawa tengah dengan menginap di semarang atau Jogya dan Bus Tour magelang borobudur kasongan jogya merupakan favorite bagi orang malysia yang moyangnya berasal dari jawa dan mereka yang berdagang baji dan perhiasan. Semua kegiatan ini belum tentu tercatat oleh Pemerintah dalam kegiatan wisata, karena banyak yang memasukkan kegiatan antar bangsa di asean sebagai kunjungan keluarga atau bisnis, bukan kegiatan wisata. On 4/3/2010 8:34 PM, [email protected] wrote: > > cukup datang ke malaysia mereka bisa menikmati semua budaya Asia > karena semua bisa dijumpai disana, dari mulai kulinernya hingga budayanya. > > > Wah..., kalo budaya Indonesia ada di Malaysia, Bilakah Indonesia > mendapat kunjungan turis untuk budaya beserta kulinernya ..? > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > ------------------------------------------------------------------------ > *From: * "si Nung" <[email protected]> > *Date: *Sat, 03 Apr 2010 13:16:19 +0700 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *Re: [eGovIndonesia] PENCURIAN ARSITEKTUR BANGSA INDONESIA > > On 3 Apr 2010 at 9:01, Agus Suhartono wrote: > > > saya "menggaris bawahi" pernyataan Bapak Noeg berikut: > > ------------ > > "Yang perlu kita lakukan segera secara nyata > > adalah, dengan luasnya pasar dan budaya bangsa kita > > harus cerdilk untuk memanfaatkannya dan > > menghindarkan upaya dimanfaatkan potensi pasar > > dan budaya oleh negara lain dengan kerja nyata > > bukan hanya bicara." > > ------------ > > > > (diluar konteks klaim-menglaim) > > yang saya kagumi dari mereka adalah > > mata mereka jeli melihat peluang > > menghargai aset budaya yang ada > > dan kemudian mempromosikannya > > > > terima kasih atas infonya Pak > > > > agus suhartono > > semua berawal dari visi > (kata iklan rokok :)) > > sol > > sinung > > /*-sig- > > http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html > > <http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html> > > http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab > > <http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab> > > -sig-*/ > > > > > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG - www.avg.com > Version: 9.0.800 / Virus Database: 271.1.1/2787 - Release Date: 04/03/10 > 14:32:00 > > ------------------------------------ http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
