Ada satu syarat lagi, "kalau kita ingin benar2 sukses, maka pameran kita harus diselenggarakan sendiri oleh aparat pemerintah bersama pemda, bukan di outsource ke commercial event organizer, yang ujung2nya berharap dapat komisi tanpa repot kerja" Dengan menyelenggarakan pameran sendiri maka anggaran pameran yang setara dengan biaya event organizer dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi mutu isi pameran dan uang saku para artis & petugas daerah yang terlibat
Wah..... Bagaimana pula utk men-trigger supaya tidak optimal dalam penggunaan jasa EO..?? Apakah menggunakan jasa EO ada komisi-komisian ya pak...??, Berarti kegiatannya harus dpt dipertanggungjawabkan. Dan mungkin krn hal tersebutlah, supaya gak repot dan aman pake jasa EO. Apa perlu masukan utk pemerintah agar dinas pariwisata bisa berperan sebagai EO pemerintah yg dibayar oleh negara..?? Smoga motivasi dari pak HN bisa memicunya. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "si Nung" <[email protected]> Date: Sat, 03 Apr 2010 21:10:13 To: <[email protected]> Subject: Re: [eGovIndonesia] PENCURIAN ARSITEKTUR BANGSA INDONESIA On 3 Apr 2010 at 21:15, hnoe...@indonet wrote: > FYI, > dari data penerbangan dan paket wisata bisa > diperoleh, Mangga dua adalah tujuan wisata belanja > akhir pekan bagi warga singapura, Bandung adalah > tujuan wisata kaum muda dari Malaysia, Wisata ke > Bali adalah suatu kebanggaan dan peningkat status > bagi mereka yang ingin dianggap sukses dalam > karier dan jabatan di Malaysia, sumatra barat > merupakan tujuan wisata dari mereka yang > moyangnya berasal dari sumatra barat, dan yang > menarik paket wisata Jawa tengah dengan menginap > di semarang atau Jogya dan Bus Tour magelang > borobudur kasongan jogya merupakan favorite bagi > orang malysia yang moyangnya berasal dari jawa > dan mereka yang berdagang baji dan perhiasan. > Semua kegiatan ini belum tentu tercatat oleh > Pemerintah dalam kegiatan wisata, karena banyak > yang memasukkan kegiatan antar bangsa di asean > sebagai kunjungan keluarga atau bisnis, bukan > kegiatan wisata. wow .... data mining dari mana pulak ini ? sungguh menakjubkan bisa memperoleh kesimpulan seperti yg ditulis pak hnoegro semoga kondisi di atas adalah suatu kenyataan, serta aparat/pihak terkait dapat merespons peluang2 tsb, amin terima kasih pak hnoegro, tulisan Anda sangat membanggakan wassalamu'alaikum sinung /*-sig- http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab -sig-*/
