Alhamdulilah,

duhulu saya pernah bersinggungan dengan kegiatan bisnis eco-tourism dan 
hal yang terkait dengan travel & event terkait pameran Luar Negeri.
sehingga sempat tahu tingkah laku para pemberi dan penerima order.
Selalu terjadi ekonomi biaya tinggi pada kegiatan outsourcing , dan 
pelepasan tanggung jawab para pemilik acara ketika acara dapat 
dinyatakan gagal.
Semuanya akibat acara yang kurang optimal akibat penerima order harus 
punya cadangan cukup besar untuk biaya yang tidak perlu ada bila 
dikerjakan sendiri oleh penanggung jawab acara.
Indikasikan awal bisa dilihat dari besarnya biaya yang ditawarkan oleh 
seluruh penyelenggara dibanding dengan perhitungan cost of good sold,
kalau ditanya secara formal mereka bilang kan jasa design dan kreasi 
tidak bisa dinilai, namun kalau ditanya secara informal, mereka bisa 
cerita panjang lebar pengalaman menjadi pelaksana event, harus ada 
cadangan biaya tak terduga yang umumnya sangat besar, mulai dari petugas 
pemberi order yang paling sederhana seperti pembelian ticket dan 
pemesanan hotel, yang minta dibelikan ban lengkap dengan velgnya, hingga 
menyediakan cadangan biaya entertainment untuk bisa mengirim keluarga 
dari yang kasih order, memberikan uang saku buat petugas peserta hingga 
entertainment agar urusan dananya lancar. Meski semua keterangan 
tersebut belum tentu benar, karena dari beberapa temuan penyimpangan 
biaya tak terduga yang saya ketahui ternyata terjadi akibat kolusi 
antara petugas perusahaan dengan pejabat pelaksana, keduanya bagi-bagi 
uang yang diminta dari perusahaan dengan alasan permintaan pemberi order.

Indikasi diatas memang pernah terjadi pada masa lalu, semoga kesempatan 
penyompangan sudah semakin kecil, karena sudah mulai banyak di ungkap 
oleh KPK, meski akhirnya banyak juga yang berindikasi moral tidak ikut 
menikmati tapi tetap harus masuk bui karena jabatannya sebagai 
penanggung jawab hukum.

Sudah saatnya kita berikan uang saku dan renumerasi yang memadai untuk 
menghargai para duta seni untuk mempromosikan negara kita , agar mereka 
bisa berkreasi secara profesional memiliki ruang dan kesempatan jabatan 
yang tepat dalam mempromosikan negerinya. Sehingga jabatan bidang wisata 
dan promosi maupun goverment PR bisa dijabat oleh mereka yang punya 
kemampuan di bidang tersebut, dan bukan lagi dijabat oleh mereka yang 
hanya bisa meloby atasan dan mengatur acara dengan bantuan EO saja, 
sebagai akibat dari mereka yang sebenarnya tidak mampu dan mendapat 
jabatan tanpa kemampuan yang layak di bidangnya.

Semoga semuanya menjadi semakin baik dengan kesadaran kita bersama.


On 4/3/2010 10:28 PM, [email protected] wrote:
>
> Ada satu syarat lagi, "kalau kita ingin benar2 sukses, maka pameran kita
> harus diselenggarakan sendiri oleh aparat pemerintah bersama pemda,
> bukan di outsource ke commercial event organizer, yang ujung2nya
> berharap dapat komisi tanpa repot kerja"
> Dengan menyelenggarakan pameran sendiri maka anggaran pameran yang
> setara dengan biaya event organizer dapat dimanfaatkan untuk
> optimalisasi mutu isi pameran dan uang saku para artis petugas daerah
> yang terlibat
>
>
> Wah..... Bagaimana pula utk men-trigger supaya tidak optimal dalam 
> penggunaan jasa EO..??
>
> Apakah menggunakan jasa EO ada komisi-komisian ya pak...??,
>
> Berarti kegiatannya harus dpt dipertanggungjawabkan. Dan mungkin krn 
> hal tersebutlah, supaya gak repot dan aman pake jasa EO.
>
> Apa perlu masukan utk pemerintah agar dinas pariwisata bisa berperan 
> sebagai EO pemerintah yg dibayar oleh negara..??
>
> Smoga motivasi dari pak HN bisa memicunya.
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> ------------------------------------------------------------------------
> *From: * "si Nung" <[email protected]>
> *Date: *Sat, 03 Apr 2010 21:10:13 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *Subject: *Re: [eGovIndonesia] PENCURIAN ARSITEKTUR BANGSA INDONESIA
>
> On 3 Apr 2010 at 21:15, hnoe...@indonet wrote:
>
> > FYI,
> > dari data penerbangan dan paket wisata bisa
> > diperoleh, Mangga dua adalah tujuan wisata belanja
> > akhir pekan bagi warga singapura, Bandung adalah
> > tujuan wisata kaum muda dari Malaysia, Wisata ke
> > Bali adalah suatu kebanggaan dan peningkat status
> > bagi mereka yang ingin dianggap sukses dalam
> > karier dan jabatan di Malaysia, sumatra barat
> > merupakan tujuan wisata dari mereka yang
> > moyangnya berasal dari sumatra barat, dan yang
> > menarik paket wisata Jawa tengah dengan menginap
> > di semarang atau Jogya dan Bus Tour magelang
> > borobudur kasongan jogya merupakan favorite bagi
> > orang malysia yang moyangnya berasal dari jawa
> > dan mereka yang berdagang baji dan perhiasan.
> > Semua kegiatan ini belum tentu tercatat oleh
> > Pemerintah dalam kegiatan wisata, karena banyak
> > yang memasukkan kegiatan antar bangsa di asean
> > sebagai kunjungan keluarga atau bisnis, bukan
> > kegiatan wisata.
>
> wow .... data mining dari mana pulak ini ?
>
> sungguh menakjubkan bisa memperoleh kesimpulan seperti yg ditulis pak 
> hnoegro
>
> semoga kondisi di atas adalah suatu kenyataan, serta aparat/pihak 
> terkait dapat merespons peluang2 tsb, amin
>
> terima kasih pak hnoegro, tulisan Anda sangat membanggakan
>
> wassalamu'alaikum
>
> sinung
>
> /*-sig-
>
> http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html
>  
> <http://www.radarjogja.co.id/berita/internasional/5218-pseudo-democracy-demokrasi-kedoknya-demokrator-muaranya.html>
>
> http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab
>  
> <http://www.republika.co.id/koran/14/60867/Hari_Jilbab_Dunia_Mengenang_wafatnya_Sahidah_Pembela_Jilbab>
>
> -sig-*/
>
> 
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com
> Version: 9.0.800 / Virus Database: 271.1.1/2787 - Release Date: 04/03/10 
> 14:32:00
>
>    


------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke