Wah... Terima kasih nih, Pak Iwan... Setidak-tidaknya..., Direktorat Pajak masih "mau" meminta ke "Langit....." :D Salam,
Sulzer Jusman ***CONFIDENTIALITY NOTICE*** This e-mail is intended for the sole use of the individual(s) to whom it is addressed, and may contain information that is privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. You are hereby notified that any dissemination, duplication, or distribution of this transmission by someone other than the intended addressee or its designated agent is strictly prohibited. If you receive this e-mail in error, please notify me immediately by replying to this e-mail. --- On Mon, 8/2/10, iwan <[email protected]> wrote: From: iwan <[email protected]> Subject: Re: [eGovIndonesia] Pajak Penghasilan Konsultan 50% vs 20% To: [email protected] Date: Monday, August 2, 2010, 6:45 PM Maaf Pak, Lama libur dari milist. Kalau tidak salah itu adalah angka dari langit, yaitu sebagai ketentuan dari dirjen pajak. sebagaimana ditulis dalam pint3 tentang penjelasan pentarifan itu. 3. Tenaga Ahli yang melakukan pekerjaan bebas (pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris) dikenakan tarif PPh Psl 17 x 50% dari perkiraan penghasilan bruto - PTKP perbulan Saya kira demikian,pak. Terima kasih. salam, -iwanjp- --- In [email protected], Sulzer <sulz...@...> wrote: > > Terima kasih Pak Iwan, > > Saya sudah lihat kembali, ternyata ada contohnya di halaman terakhir > penjelasan PPH21 itu. > Harus dikasih contoh (ternyata) Saya baru mengerti hitung-hitungannya.... > Tapi Saya jadi bingung, rasanya saya lihat aturan 50% itu website pajak, koq > Saya cari lagi ngga ketemu, ya...? > Mungkin Saya halunisasi kemaren itu.... > > Nah sekarang dari kebingungan yang tersisa..., 15% itu disebut apa? Dan 50% > itu disebut apa ya, Pak? > > Namun begitu, kalau hitung-hitungannya demikian, berarti Pajak Konsultan kita > lebih rendah... 7,5% > Kenapa ngga dibilang saja 7,5%, ya....?? > Maaf Saya masih sering bingung dengan nomenclature Perpajakan. > > Berikut Saya kutip tentang 15%; > > 3. Tenaga Ahli yang melakukan pekerjaan bebas (pengacara, akuntan, arsitek, > dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris) dikenakan tarif PPh 15% > dari perkiraan penghasilan neto. > ( > http://www.pajak.go.id/index.php?view=article&catid=100%3Apph&id=147%3Apph-21&option=com_content&Itemid=171&limitstart=1 ) > > Tentang 50% ngga ketemu-ketemu.... > > Terima kasih sekali lagi atas kesudiannya menjelaskan. > > Salam hormat, > Sulzer Jusman > > > > > > ________________________________ > From: iwan jp <iwanjprase...@...> > To: [email protected] > Sent: Mon, February 22, 2010 12:05:08 PM > Subject: Re: [eGovIndonesia] Pajak Penghasilan Konsultan 50% vs 20% > >  > Maaf,pak, > Kalau saya tidak salah baca,Pajak penghasilan orang tarifnya 5% s/d > 30%. > [http://www. pajak.go. id/index. php?option= > com_content&view=article&id=5006&Itemid=167] > > sedangkan kalau untuk contoh honor tenaga ahli lepas pajak 15% dari > penghasilan neto. > Contoh yang diberikan dikenakan terhadap 50% x honor yang diterima. [poin 7] > Misal honor 20jt > jadi pajak = 15% x 50% x 20jt = 1,5 jt. > > > demikian yang saya pahami. > > http://www.pajak. go.id/index. php?view= > article&catid=100%3Apph&id=147%3Apph- > 21&option=com_content&Itemid=171&limitstart=3 > > > > Salam, > Iwan J. Prasetyo > > --- On Fri, 2/19/10, Sulzer <sulz...@yahoo. com> wrote: > > > >From: Sulzer <sulz...@yahoo. com> > >Subject: [eGovIndonesia] Pajak Penghasilan Konsultan 50% vs 20% > >To: "eGOV Milist" <egov-indonesia@ yahoogroups. com> > >Date: Friday, February 19, 2010, 11:09 PM > > > > > > > >Yth. Rekan-rekan eGov, > > > >Saya sedang mempersiapkan SPT Pajak. Iseng lihat website pajak.go.id untuk > >lihat bila ada aturan-aturan baru. > > > >Dulu waktu masih di Jakarta, Saya ngga pernah begitu khawatir Pajak > >Penghasilan Konsultan dipotong besar sekali, karena Saya pikir semua > >dikenakan besaran yang sama. > > > >Setelah Setahun di beberapa Negeri Orang, pajak untuk jasa konsultan Saya > >jauh sekali dengan di Indonesia. > >Yang paling rendah di Singapore, hanya 20%.... Kalau Saya apply jadi > >Permanent Resident, bisa lebih rendah lagi.... > >Kata teman-teman bule Saya, Singapore butuh Talenta-talenta yang bagus > >untuk masuk ke Negeri-nya. > >Income Tax di Singapore menurut mereka yang paling rendah di Dunia.... > >Saya ngga tahu. Belum pernah mencari tahu dan membandingkan. > > > >Yang menjadi pertanyaan Saya, apa dasar dari pengenaan Pajak kita yang 50% > >itu, ya...? Apalagi PTKP-nya kecil. > >Terus terang.., diluar aspek fiskal pemerintah dan ke-"PATRIOT" -an, Saya > >jadi "Tidak Tertarik" untuk jadi Konsultan di Negeri Sendiri (lagi...) > >Kecuali Saya bisa "cari cara" mark-up Biaya Jasa Saya...., tapi Saya jadi > >orang "Ngga Bener", khan...?? > >Istri dan Anak jadi makan yang ngga halal.... > > > >Mungkin ada yang bisa bantu menjelaskan dasar 50% itu....? Kenapa > >Pemerintah "minta" sebesar itu, ya? > >Atau mungkin saya yang salah menterjemahkan informasi di website Pajak tsb? > > > >Terima kasih sebelumnya dan Selamat Berakhir Pekan. > > > >Salam, > >Sulzer Jusman > > >
