El Fisgon (2004), menggambarkan hutang luar negeri yang diterima oleh negara-negara berkembang tidak lebih dari perangkat penjarahan utama. Dari kasus Meksiko, hal tersebut dapat dirasakan. Pada tahun 1982, Meksiko mendapat pinjaman USD 57 milyar dari kreditur asing. Antara tahun 1982 sampai dengan 2002, Meksiko membayar USD 478 milyar untuk bunganya saja, dan harus meminjam lebih banyak lagi untuk mencicil hutang pokoknya. Hingga tahun 2002, hutang Meksiko telah melonjak dari USD 57 milyar menjadi USD 157 milyar, termasuk hutang baru yang dikeluarkan untuk melunasi pinjaman sebelumnya. Dengan demikian, meski Meksiko sudah membayar hutang tahun 1982 sebanyak delapan kali lipat lebih, dalam jangka waktu dua puluh tahun, tetap saja hutangnya masih tiga kali lipat lagi. Dengan kata lain, menurut Fisgon, membayar hutang
berarti keluar dari mulut buaya masuk ke mulut singa. Kemiskinan negara-negara berkembang, seperti Meksiko tersebut, memicu kemakmuran negara-negara pemberi hutang seperti Amerika Serikat.
Demikian pula John Perkins (2004), menggambarkan bahwa sebuah negara yang mempunyai sumber daya alam, seperti Ekuador yang mempunyai kandungan minyak bumi melimpah telah menjadi sasaran untuk menerima bantuan dari corporatocracy (yang terdiri dari korporasi global dan lembaga keuangan international dengan dukungan pemerintah negara daidaya). Pada tahun 1968, Texaco menemukan minyak bumi di wilayah Amazon Ekuador. Untuk mendukung eksplorasi sumber daya alam tersebut dan menjadikan negara Ekuador sebagai salah satu pemasok minyak dunia, maka Ekuador menerima sejumlah bantuan dari corporatocracy. Bantuan berupa pinjaman tersebut digunakan untuk mengembangkan infrastruktur, yang terdiri atas pembangkit tenaga listrik, jalan raya, pelabuhan, bandar udara, atau kawasan industri.
Menurut Perkins, yang pernah terlibat sebagai seorang Economic Hit Man (EHM), bantuan-bantuan kepada negara berkembang seperti Ekuador di atas, memuat persyaratan, bahwa perusahaan rekayasa dan konstruksi negara asal pemberi bantuan yang harus membangun semua proyek bantuan. Dengan demikian, sebenarnya, uang yang ditransfer dari kantor perbankan yang memberikan pinjaman kepada kantor bagian rekayasa atau konstruksi yang membangun proyek, tidak pernah meninggalkan negara pemberi bantuan. Meskipun, faktanya, uang yang diterima negara penerima bantuan hampir dengan seketika dikembalikan kepada korporasi yang merupakan anggota corporatocracy (kreditur), tetapi penerima bantuan diharuskan membayar semuanya beserta bunganya. Apabila pinjaman mengalami gagal bayar pada waktu berikutnya, maka anggota corporatocracy akan menuntut pembayaran penuh,
dan disertai dengan tindakan-tindakan pengendalian atas hak pilih di PBB, instalasi pangkalan militer, atau akses kepada sumber daya yang berharga. Walaupun negara penerima bantuan menerima tindakan tersebut, pinjaman yang belum dibayar tetap masih terhutang.
Dampak yang dirasakan oleh negara penerima bantuan, seperti Ekuador tersebut, adalah mereka berada dalam situasi yang jauh lebih buruk daripada sebelum menerima bantuan dua puluh tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan meningkat dari 50% menjadi 70%. Pengangguran bertambah dari 15% menjadi 70%. Hutang Negara meningkat dari USD 240 juta menjadi
USD 16 milyar. Bagian sumber daya nasional yang dialokasikan untuk segmen penduduk paling miskin menciut dari 20% menjadi 6%.
Bersambung ...............................................
Penulis: Merza Gamal ([EMAIL PROTECTED])
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
===========================================================================
===========================================================================
===================KUNJUNGI HTTP://WWWW.EKONOMISYARIAH.NET=================
===========================================================================
===========================================================================
==========================##############===================================
===========================================================================
K E S E M P A T A N T E R B A T A S : 5 PENDAFTAR PERTAMA
DITUTUP TANGGAL 8 OKTOBER 2006!!!!!!
>>PENGURUS PUSAT MES MENYEDIAKAN WEB-SITE OFFICIAL UNTUK SELURUH ASOSIASI/ORGANISASI EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA DAN INDIVIDU PENGGIAT EKONOMI SYARIAH, DENGAN HARGA YANG SANGAT TERJANGKAU. DAPAT DISKON KHUSUS BAGI MES-MES DAERAH (BAIK PENGURUS WILAYAH MAUPUN PENGURUS DAERAH)
>>CUKUP SEKALI DAFTAR, SELANJUTNYA KAMI YANG URUS.
>>KIRIMKAN EMAIL KOSONG KE [EMAIL PROTECTED]
>>UNTUK MENDAPATKAN PROPOSAL PROGRAM TERSEBUT ATAU HUBUNGI SEKRETARIAT MES PUSAT 021-2511304, 0817820228 (IQBAL)
===========================================================================
============================##############=================================
===========================================================================
===========================================================================
===================KUNJUNGI HTTP://WWWW.EKONOMISYARIAH.NET=================
===========================================================================
===========================================================================
SPONSORED LINKS
__,_._,___