abbu ammar, salam. sejauh yang saya amati, praktek bank syariah di Indonesia memang belum sempurna betul. Tapi untuk bank syariah seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Permata syariah, coba deh anda teliti produk-produknya. Dua bank ini sangat bisa diandalkan. Selebihnya memang hanya bagus di kantor pusat. Ada Bank Syariah Mandiri (BSM) di satu daerah yang masih menerapkan bunga bank (Riba). Konyol bukan? Dalam sistem resminya memang tidak, tapi ketika deal soal kredit, ya ujung-ujungnya tawar menawar bunga juga. Yang ini tentu tidak patut dicontoh.
Soal fatwa MUI, tentu kita harus memahaminya sebagai aspek politis yang memang diperlukan. Saran saya anda tengoklah teks-teks asli soal sistem ekonomi syariah dari sumbernya langsung, para ulama Salaf. Atau kalau tidak, berselancarlah di dunia maya dan ambil beberapa naskah kuat dari Malaysia. Syukron salam guntoro soewarno editor desk ekonomi media indoensia 08172337211 abu ammar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala Rasulillah wa ala alihi washaohbihi wa man wa lah. Wa ba'du Subhanallah, setelah membaca artikel dalam : http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=424 saya kembali mempertanyakan label "syariah" dalam bank syariah. Padahal jika dilihat dari share murobahah yang kisaran 70%. Berarti selama ini kita masih bermuamalah dengan lembaga yang telah melakukan "sistem jual beli" yang dilarang oleh islam ? Berarti pula kita bertaawun dengan keharaman ? Demikian pulakah dengan artikel : http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=423 Yang artinya tidak ada asuransi syariah, sebagaimana yang dipraktekkan oleh berbagai lembaga asuransi syariah. Permasalahan label syariah dengan produk-produknya yang telah difatwakan oleh institusi resmi MUI, menjadi pertanyaan besar. Jangan-jangan MUI salah berfatwa nih. Sebagaimana MUI memfatwakan bunga bank haram pada oktober 2004. Apakah sebelum oktober 2004 bunga adalah halal? Wallahu a'lam setelah membaca kedua artikel tersebut, sepertinya kedua artikel tersebut lah yang benar, meskipun bertentangan dengan Fatwa MUI. Apalagi ukuran kebenaran bukanlah dari fatwa MUI, tapi berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar. Abu ammar Hamba Allah yang haus akan hidayah dan ilmu yang benar __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------- 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
