Assalamu'alaikum maaf nich, saya anggota baru di sini ........... mohon saya ditegur apabila saya melakukan kesalahan atau melanggar etika milis, karena saya yakin tiap milis aturannya berbeda-beda ............
saya juga setuju bahwa alangkah baiknya bila pemilihan kata-kata lebih diperhatikan ............. kecewa sich boleh dan umum,namun baiknya kata-kata yang ditulis dipilih yg baik ........... :-D Saya sich ngga mau pusing apakah bank syariah yg ada sekarang sudah 100000000 % murni syariah atau ngga, saya cuman bersyukur bahwa di negeri ini sudah mulai kelihatan perkembangan keuangan syariahnya, daripada ngga ada ................. saya melihat gelas dengan isi air setengah penuh, bukan dengan setengah kosong ........ :-) negara lain macam Malaysia sudah lebih maju ekonomi syariahnya... bahkan negara dengan penduduk yg kebanyakan non muslim macam Jerman juga sudah lebih dulu menerapkan ekonomi syariah, karena dipandang sebagai sistem ekonomi alternatif .................. sekarang mulai banyak bank2 konvensional kita akan bikin UUS (Unit Usaha Syariah ) dengan sistem office channeling.......... mulai banyak pula bank konvensional yg melirik akan bikin Bank Umum Syariah dengan cara mengakuisisi bank lain yang kemudian akan di convert menjadi Bank Syariah......... BCA sudah mulai pasang mata ........... BRI sudah melirik Bank Maspion dan Hagakita ( kalo ngga salah ini sudah kepunyaan Rabobank ? ), dsb.......... bahkan office channeling kini sudah disemangati utk tidak hanya sekedar menjadi penghimpun DPK ( Dana Pihak Ketiga ), namun juga menjadi penyebar pembiayaan syariah ............... saya sich ngga tahu kalo soal kredit, apakah memang bank syariah menetapkan besaran cicilan yg lebih tinggi dibanding konvensional.............. namun yg perlu diingat, bank syariah kan ngga terikat dengan suku bunga BI, jadinya besaran cicilan akan tetap adanya sesuai dengan akad yg disepakati di awal .............. beda dengan bank konvensional.............mungkin saat ini, tahun ini anda melihat besaran cicilan konvensional lebih ringan,namun siapa yg tahu di masa datang ? ngga jauh2, tahun lalu aja BI rate kita melonjak sampe 12,75 %, suku bunga kredit melonjak sampe minimal 18%, bahkan kabarnya hingga 25 % ............... walaupun Wapres JK bilang BBM ngga akan naik hingga 2009, toh bukankah itu tahun terselenggaranya Pemilu mendatang ? bagaimana bila bukan beliau lagi Wapresnya ? hilang kan janjinya ? BBM naik, ekonomi goncang, BI rate naik lagi, wah suku bunga kredit bengkak, cicilan bengkak, karena konvensional pake floating rate............... di sinilah ( selain karena faktor kehalalan ) para nasabah dan bank syariah bisa tersenyum ................. :-D soal jual beli ............. siapa bilang bank syariah ngga "pegang" barang dulu Pak ? secara fisik mungkin tidak, namun secara proses mungkin saja iya lho................. soalnya, akad murobahah ini dikeluhkan oleh bankir syariah, karena dikenakan PPN penjualan sebanyak 2 kali ? nah 2 kali kan tuh, yakni ketika transaksi bank beli barang dari penjual, dan ketika bank jual barang ke nasabahnya ..................... kalo memang bank hanya kasih uang ke nasabah atau tilpun penjual utk kasih barang ke nasabah, di mana letak si bank syariah kena PPN ke dua kalinya ? CMIIW ............. CMIIW .................... kalo soal asuransi saya ngga tahu................... tapi saya yakin MUI kan ngga sembarangan kasih persetujuan halal-haram ............ tanggung jawab dia besar lho ............ :-)) saya sich percayakan saja sama MUI, toh dia kan yang tanggung jawab dunia akhirat ................. saya jadi inget kalo bulan Ramadhan............... penetapan awal dan akhir dilakukan oleh pemerintah bareng MUI......... ya saya percaya aja sama mereka, masa iya saya harus ngintip hilal sendiri ? :-D ilmunya aja saya ngga pegang .................. sebelum Oktober 2004 mungkin masih terjadi perdebatan mengenai bunga bank, sehingga keyakinan ummat dikembalikan ke tiap2 orang........... bagi yg menganggap haram ya silakan, demikian pula bagi yg menganggap oke karena utk niat membantu ya silakan ............... namun, setelah bulan itu rupanya MUI telah sampai pada kesepakatan bahwa bunga bank haram dan diharapkan dapat diikuti oleh ummat ..................... ehm, saat ini saya masih suka liat beberapa ustadz asyik ngebul, dan beberapa ulama lain berpendapat rokok itu haram....................... nah, mirip2 lah kan dengan soal bunga ini ? boleh liat ketentuan saham syariah, salah satunya adalah tidak boleh saham industri rokok karena diharamkan, boleh tengok 30 saham JII, boleh tanya Karim Consulting yg menganalisis setiap saham di JSX soal kehalalan dan keharamannya ....................... lihat lagi ke tahun lalu, saat MUI mengeluarkan fatwa bahwa software bajakan adalah haram ............. apakah berarti 2 tahun lalu itu masih halal ? nah saya juga binun .................. BTW, alhamdulillah saya menulis ini pake browser Mozilla Firefox on SAM Linux 2007 ............... :-D kalo saya boleh saran, ada baiknya soal ketentuan2 semacam ini kita diskusikan dengan lembaganya, jadi kalo soal bank ya kita diskusikan dengan BI, dengan DSN , dengan MUI dsb,................ jadi kita bisa tahu apa dasar mereka menetapkan fatwa ........... kita bisa diskusi sehat dengan mereka ...................... karena kalo hanya seperti ini, kita hanya cuma menerka2 dalam kegelapan dan hanya satu sisi, tanpa tahu apa yg terjadi di sisi lainnya ........ mohon maaf bila saya ada salah, Wassalamu'alaikum..................
*dwi nugroho <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: *benar2 lintah darat bertopeng agama....... ......... .......* kata2 yang sangat keji. Meski kita tidak menyatakan bank syariah sekarang adalah belum 100% syariah janganlah antum berkata seperti itu. Ingetlah bahwa siksa paling berat di hari kiamat kebanyakan adalah karena lidah. Antum perhatikan dulu, apa benar pendirian bank syariah itu karena motivasi lintah darat atau membantu umat untuk lepas dari sistem riba walaupun memang tidak bisa 100% murni syariah. Saya termasuk berpendapat bahwa bank syariah sekarang adalah belum murni syariah tapi menghargai upaya mereka yang berjuang di bank syariah dan tetap memilih memanfaatkan "bank syariah" daripada bank konvensional. ----- Original Message ---- From: Rangga Lesmana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, May 13, 2007 11:53:00 AM Subject: Re: {ekonomi-syariah} SYARIAH KAH BANK SYARIAH ? Saya juga merasa terlalu dibodohi oleh segala sesuatu yang berbau syariah tersebut pak....saya punya pengalaman sewaktu mencari kredit untuk usaha...ternyata rate yang diberikan oleh hampir semua bank syariah sangat memberatkan ..dibandingkan dengan beberapa bank konvensional. ....jadi label syariah tersebut benar2dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan sebesar2nya. .....benar2 lintah darat bertopeng agama....... ......... ....... *abu ammar <abuammar_pktti@ yahoo.com>* wrote: Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala Rasulillah wa ala alihi washaohbihi wa man wa lah. Wa ba'du Subhanallah, setelah membaca artikel dalam : http://www.asysyari ah.com/syariah. php?menu= detil&id_ online=424<http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=424> saya kembali mempertanyakan label "syariah" dalam bank syariah. Padahal jika dilihat dari share murobahah yang kisaran 70%. Berarti selama ini kita masih bermuamalah dengan lembaga yang telah melakukan "sistem jual beli" yang dilarang oleh islam ? Berarti pula kita bertaawun dengan keharaman ? Demikian pulakah dengan artikel : http://www.asysyari ah.com/syariah. php?menu= detil&id_ online=423<http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=423> Yang artinya tidak ada asuransi syariah, sebagaimana yang dipraktekkan oleh berbagai lembaga asuransi syariah. Permasalahan label syariah dengan produk-produknya yang telah difatwakan oleh institusi resmi MUI, menjadi pertanyaan besar. Jangan-jangan MUI salah berfatwa nih. Sebagaimana MUI memfatwakan bunga bank haram pada oktober 2004. Apakah sebelum oktober 2004 bunga adalah halal?
