Saya yakin kata2 tersebut muncul karena "memang pernah berhubungan" dengan proses meminjam uang dari Bank (apakah itu Syariah/Konvensional). Dan wajar saja kata2 itu keluar kalau memang ternyata jika meminjam lewat Bank Syariah ternyata lebih memberatkan daripada Konvensional. Kenapa begitu? Pertama, kita lihat tujuan Bank Syariah: katanya untuk melepaskan masyarakat dari RIBA. Buat apa? Tentu saja karena SISTEM RIBA itu Sifatnya MENINDAS, mengkhianati sifat alami dari perdagangan. Nah kalau Bank Syariah ingin melepaskan masyarakat dari RIBA, tapi ternyata lebih MENINDAS ( dalam hal pinjaman, walaupun tidak dianggap riba), tentu saja umat akan protes. Tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan beli ayam sembelihan/bukan sembelihan, atau dibandingkan dengn nikah/zina. Tidak bisa/baik juga kan kita memilih salah satu dari ini: (RIBA - MENINDAS/Konvensional) atau (TIDAK RIBA - LEBIH MENINDAS/Syariah). Harusnya sistem syariah ya: tidak riba - tidak menindas. Bisakah? Selama pakai uang kertas (nah ini lebih riba lagi) / hitung2an inflasi, g akan bisa Insya Allah.
Salam. M. Ricky Sauqi http://suteki.co.id http://wakalasauqi.blogspot.com dwi nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: benar2 lintah darat bertopeng agama....... ......... ....... kata2 yang sangat keji. Meski kita tidak menyatakan bank syariah sekarang adalah belum 100% syariah janganlah antum berkata seperti itu. Ingetlah bahwa siksa paling berat di hari kiamat kebanyakan adalah karena lidah. Antum perhatikan dulu, apa benar pendirian bank syariah itu karena motivasi lintah darat atau membantu umat untuk lepas dari sistem riba walaupun memang tidak bisa 100% murni syariah. Saya termasuk berpendapat bahwa bank syariah sekarang adalah belum murni syariah tapi menghargai upaya mereka yang berjuang di bank syariah dan tetap memilih memanfaatkan "bank syariah" daripada bank konvensional. --------------------------------- Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
