Dikotomi antara syariah dan konvensional sebenarnya pada 
tingkat institusional sangat tidak menguntungkan bagi para 
pelaku ekonomi syariah.

Di industri perbankan, misalnya, dengan DPK < 10%, setahu 
saya hanya BMI yang "modalnya" diamanatkan untuk operasi 
syariah. Sedangkan bank lain, merupakan unit atau anak 
perusahaan dari bank konvensional. Nah .... ! Artinya 
keuntungan dari bank-bank syariah tipe terakhir tersebut 
nantinya akan menjadi "Hak Milik" bank konvensional juga.

Industri asuransi syariah ... nasibnya nggak jauh beda. 
Pangsa pasarnya masih kecil. Sahamnya sebagian besar masih 
milik asuransi induk yang konvensional. Mengenaskan .... 
memang ! Tapi itulah yang kita miliki. Itulah start 
(perjuangan) ekonomi syariah di Indonesia. Very-very 
smallll ... but still grow.

Hal di atas bisa dimaklumi, karena mereka yang 
berkecimpung "orang lama" industri ybs. Karenanya, proses 
bisnisnya ya nggak jauh berbeda. Ibarat menyembelih 
ayam,yang syariah bedanya hanya pakai Bismillah saja. itu 
saja perbedaannya. Yang lainnya .... jangan terlalu 
berharap banyak. Nanti kecewa ....

Selama mereka nggak mau menggali keunggulan ekonomi 
syariah dan masih inferior dengan sistem sebelumnya, 
mungkin kita hanya bisa menunggu dan menunggu. Sebagai 
contohnya, dulu saya pernah bilang ke teman di sebuah bank 
syariah. Bisa nggak bank syariah memberi pinjaman untuk 
operasional usaha yang sudah mapan "tanpa agunan" ? Saya 
ditertawakan saat itu. Coba kita lihat sekarang, Citibank, 
HSBC dll sudah sanggup memberi pinjaman tanpa agunan 
hingga Rp. 200 juta. Seandainya para pelaku syariah bisa 
selangkah lebih maju ....... Jadi ekonomi syariah kita 
sejatinya masih terbelenggu oleh riba. Tapi ingat dan 
yakin bahwa ekonomi syariah adalah sebuah keniscayaan yang 
tak mungkin dapat dihindari (khususnya di Indonesia ini) 
 ... Amin.

On Tue, 15 May 2007 02:55:35 -0700 (PDT)
  Mohamad Heykal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Asssalamualaikum wr wb 
>   
>  saya berpendapat bahwa andaikan bank syariah belum 
>sempurna, mari kita sempurnakan bersama-sama, jangan 
>kemudian kita menghancurkan aset umat ini dari belakang. 
>dan kepada saudara Abu Ammar, mohon jati diri anda 
>diperjelas, karena alamat email anda menunjukkan anda ada 
>di lingkungan KTTI UI. jangan sampai menimbulkan fitnah 
>mas. 
>   
>  mari kita bangun bank syariah ini sama-sama dengan 
>sama-sama menyempurnakannya. 
>   
>  ok 
>   
>  Heykal 
> 


========================================================================================
Mari bergabung dalam e-community kami di www.manggamuda.com. Kamu akan bertemu 
teman-teman baru, berbagi cerita, mendapatkan info-info menarik dan masih 
banyak lagi hal-hal menarik lainnya.  Tunggu apa lagi, buruan ke ManggaMuda!!! 
See you there :)
========================================================================================
 

Kirim email ke