Ekonomi syariah murni berasal dari AL-Quran dan Al-Hadits. Mungkin kawan-kawan 
muslim semua tau bahwa Al-Quran dan Al-Hadits tidak hanya membicarakan tentang 
sejarah saja, namun juga berbagai aspek dalam kehidupan manusia termasuk juga 
masalah hukum dan ekonomis diantaranya. Mengapa sistem ekonomi syariah disebut 
ekonomis syariah karena berdasarkan kedua sumber hukum di atas. 
   
  Apa sih kehebatan ekonomi syariah? Apa mungkin ada ekonomi yang menggantikan 
sistem ekonomi kapitalis yang terbukti mensejahterakan?
   
  Kehebatan suatu sistem ekonomi bergantung kepada orang-orang yang menjalankan 
sistem tersebut apakah orang yang bersangkutan punya itikad baik untuk 
mensejahterakan masyarakat atau tidak. Namun, dalam konteks ini, ekonomi 
syariah memiliki kelebihan dan perbedaan dibandingkan dengan ekonomi liberalis 
dan kapitalis. kelebihan dan perbedaan itu adalah:
  1. Tujuan dasarnya. ekonomi syariah dijalankan dengan basis qirodh (atau 
kerjasama sosial) bukan hanya untuk kepentingan ekonomi pribadi atau golongan 
semata. contohnya, zakat, wakaf, shodaqoh, infaq, perbankan syariah, dan 
sebagainya dimana semuanya adalah bagian dari ekonomi syariah yang bersifat 
sosial, walaupun dalam konteks usaha seperti perbankan, pasar modal, dan 
asuransi tujuannya sama yaitu untuk keuntungan juga, namun para pelaku usaha 
tersebut semuanya secara moral dan religi harus berdasarkan kepada qirodh. 
  sedangkan, ekonomi liberalis atau kapitalis berbasis pada tujuan memupuk 
kepentingan dan keuntungan pribadi (mungkin kita tahu politik merkantilisme 
sebagai cikal bakal ekonomi kapitalis)
  2. Instrumen. ekonomi syariah tidak menggunakan instrumen bunga karena bunga 
pada prinsipnya sama dengan riba dan riba hukumnya haram. INstrumen ekonomi 
syariah berbasis jual beli.
   
  Dalam ALquran (kalo tidak salah) albaqoroh ayat 275 disebutkan bahwa Allah 
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
   
  salah satu bukti kesaktian ayat tersebut adalah ketika terjadi krisis 
perbankan yang menghantam perbankan nasional Indonesia pada tahun 1997-1998 dan 
juga perbankan Asia.
   
  Akibat krisis, bunga bank menjadi naik menjadi gila2an dari 8 % hingga 65 % 
(baik bunga tabungan dan kredit), yang akhirnya ikut mempengaruhi ekonomi 
secara makro termasuk inflasi, kenaikan harga barang, dan sebagainya. Akhirnya 
banyak bank2 yang collaps karena banyak kredit macet akibat kenaikan bunga 
tersebut, dan dana nasabah yang disalurkan lewat kredit tidak dapayt 
dikembalikan karena kredit macet (yang disebabkan bunga yang membengkak). 
ditambah lagi, kredit tersebut ternyata disalurkan kepada perusahaan2 yang 
masih terafiliasi (masih milik yang punya bank juga atau ada hubungan keluarga, 
teman, dan sebagainya).
   
  Ajaibnya, ketika terjadi krisis yang menghantam perbankan pada waktu itu, ada 
satu bank yang benar2 tidak terpengaruh yaitu Bank Muamalat yang kita tahu 
menggunakan sistem syariah. Kredit-kredit yang disalurkan oleh bank muamalat 
tetap lancar pembayarannya karena tidak memakai sistem bunga. dan banyak 
nasabah pun yang adem ayem aja tidak terpengaruh rush atau penarika 
besar-besaran di bank lain. dan ketika bank2 lain diberikan BLBI (bantuan 
likuiditas bank indonesia) atau duit talangan untuk balikin uang nasabah (yang 
ternyata banyak dibawa kabur oleh pemilik bank ke luar negeri), Bank Muamalat 
tidak membutuhkan karena memang bank-nya sehat2 aja tidak terpengaruh krisis.  
   
  satu contoh laen kehebatan ekonomi syariah adalah penggunaan dinar dan dirham 
sebagai mata uang, bukan mata uang fiat yang ada sekarang. Saya pernah diskusi 
dengan seorang kiyai, dan dia mengatakan bahwa harga korma (saya lupa dalam 
bobot beraoa kilo) antara zaman Rasul dan zaman sekarang tidak berubah yaitu 1 
Dinar. Bayangkan 14 abad lalu sampai sekarang harganya ga berubah. Bandingan 
dengan mata uang fiat (seperti dollar dan rupiah), dimana kita liat harga 
minyak tanah tahun 1990an dan tahun sekarang berbeda total, bukan.
   
  Dalam sebuah buku terbita Malaysia, saya pernah membaca mengenai sebuah 
negara yang hendak melakukan transaksi perdagangan dengan negara lain (yang 
keduanya adalah negara Islam), pada waktu itu negara X dan Y tadinya sepakat 
memakai dollar, namun ketika mereka menghitung lagi untung ruginya ternyata 
keduanya keduanya akan merugi. Mereka mencoba untuk memakai mata uang 
masing-masing, namun juga terdapat perbedaan nilainya, dan akhirnya mereka 
menggunakan dinar dan dirham sebagai mata uang transaksi tersebut karena 
ternyata setelah melakukan perhitungan keduanya tidak rugi karena perbedaan 
mata uang. Ksimpulan dari kisah nyata itu, mereka berprinsip bahwa dinar dan 
dirham sebagai bagian dari instrumen ekonomi syariah sifatnya relatif stabil. 
Mata uang yang fiat itu diciptakan oleh negara2 barat untuk keuntungan mereka 
sendiri karena mereka menjadi mata uang mereka sebagai komoditi perdagangan 
(bukan hanya sebagai alat tukar). Apabila mata uang mereka harga atau nilainya
 lebih besar dibandingkan dengan mata uang kita misalnya, selisih keuntungan 
itu menjadi milik mereka dan ini memang nyata (AS penghasilan utamanya ternyata 
dari selisih harga dollar dengan mata uang lain). Jadi, siapa yang untung dan 
siapa yang dirugikan? dan apakah pantas sebuah mata uang menjadi komoditi 
perdangan dan bukan sebagai alat tukar?
   
   
   
   
  Unutk perlu diketahui bahwa anda bisa melihat negara Malaysia saat ini dimana 
sebenarnya negara ini sangat getol mengembangkan ekonomi syariah dan negara 
sedang menuju menjadi negara dengan ekonomi maju. Sinagpura, Jepang, Inggris, 
bahkan AS pun sekarang mencoba melirik sistem ekonomi ini karena terbukti 
memnerikan kestabilan ekonomi. Bahkan negara Jepang, Korea, dan Inggris telah 
mengeluarkan satu peraturan yaitu obligasi syariah atau sukuk yang notabene 
adalah bagian dari ekonomi syariah juga
   
   
   
   
  

erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Apa sih kehebatan ekonomi syariah itu? Apa mungkin ada ekonomi yang 
menggantikan sistem ekonomi kapitalis yang telah terbukti 
mensejahterakan itu?

Lagi pula apakah ada cetak biru ekonomi syariah itu? Kalo ada pastilah 
Arab Saudi telah melaksanakannya. Karena yang getol dengan ekonomi 
syariah ini kayaknya bukan negara2 Arab.

Saya blum mengerti kesaktian ekonomi syariah. Mohon pencerahannya.

salam



         

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

Kirim email ke