Saya rasa pak Aji Dedi Mulawarman perlu menuangkan
pikirannya tentang ekonomi syariah seperti yang tengah
beliau tulis di disertasinya... setuju pak..
bagi-bagi pengetahuan dengan kita...




--- ajidedim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> assalamu'alaikum
> 
> mengapa kita bangga dengan sistem ekonomi syari'ah?
> yang kita
> banggakan itu apakah benar telah menyentuh sektor
> riil? menyentuh
> sektor riil dalam bahasa syari'ah biasanya mengarah
> pada maqashid
> asy-syari'ah, tujuan syari'ah, yaitu kemashlahatan
> umat. benarkah
> sistem ekonomi syari'ah kita yang sekarang
> tergila-gila pada mekanisme
> "pasar global maya" telah memberi manfaat riil?
> apakah tidak perlu
> sebuah mekanisme, konsep dan teori ekonomi syari'ah
> berbasis
> nilai-nilai islam sekaligus dapat berdiri kokoh di
> realitas masyarakat
>  atau katakanlah secara kontekstual dipahami sebagai
> nilai-nilai yang
> muncul secara alamiah di dalam pikiran masyarakat
> kita, mulai dari
> penggiat ekonomi bawah sampai atas? 
> mohon penjelasan dan pencerahannya
> 
> -
> -- In [email protected], Raditio
> Ghifiardi <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum wr wb
> > 
> > Kalau mau melihat kehebatan ekonomi syariah by
> system harus memiliki
> visi dan misi yang sound (berbobot)
> > 
> > Pada intinya system yang sound haruslah mendorong
> pertumbuhan sektor
> riil yang kemudian memiliki chain reaction kepada
> pertumbuhan ekonomi
> menuju kesejahteraan masyarakat.
> > 
> > Tapi paling hebat kalau melihat perkembangannya
> secara
> internasional, berikut adalah data dari BI yang
> berasal dari IFSI
> (Islamic Financial Service Institution)
> > 
> > Berdasarkan data CIBAFI terdapat 284 Islamic
> Financial Institution
> Institution (IFI) yang beroperasi di 38 negara
> dengan volume sebesar
> USD178.5 Miliar, tidak termasuk conventional bank
> yang memiliki
> islamic window operations yang juga memiliki
> investasi USD 200 miliar
> dan inipun tidak termasuk non-banking financial
> institution, asuransi
> syariah (takaful) dan aktivitas di pasar modal.
> > 
> > Berdasarkan data The Islamic banker, London
> diperkirakan dari 250
> lembaga mutual fund syariah mengelola asset sekitar
> USD 300 Miliar asset.
> > 
> > Kemudian Liquidity Management Center (LMC) Bahrain
> mendaftar ada 37
> perusahaan dan memiliki obligasi syariah (sukuk)
> senilai USD7.96
> Miliar dan total International Sukuk USD 12-14
> Miliar.
> > Malaysia domestic Islamic debt certificate sekitar
> USD 17.1 Miliar
> dan Bahrain USD2 Miliar
> > Kapitalisasi saham syariah yang sesuai dengan
> kriteria Dow Jones
> Islamic Market Index (DJIMI) sebesar USD104 Miliar
> di tahun 2004
> dengan asumsi bahwa saham tersebut hanya 30% dari
> total kapitalisasi
> saham syariah di dunia maka diperkirakan saham
> syariah dunia lebih
> dari USD 300 Miliar
> > Pada tahun 2005 terdapat 78 perusahaan Takaful
> yang beroperasi di
> dunia  dengan total pertumbuhan 63% maka the present
> gross premium
> takaful mencapai USD 5 Miliar yang mengcover asset
> USD 20 Miliar aset.
> > Real Estate financing dan housing mortgage juga
> tumbuh diperkirakan
> mencapai USD 9-12 Miliar
> > 
> > Berdasarkan data di atas di akhir tahun 2005
> diperkirakan ada lebih
> dari 300 institusi keuangan syariah di 65 negara
> yang mengelola asset
> sekitar USD 700 - 1000 Miliar
> > 
> > Kalau dilihat di atas perkembangan ekonomi Islam
> luar biasa kalau
> dibandingkan dengan konvensional mungkin total asset
> di seluruh dunia
> telah mencapai 15-20% asset ekonomi konventional
> > 
> > Dengan trend dan pertumbuhan yang seperti ini
> bukan tidak mungkin
> dual system ini akan bersaing semakin ketat, sistem
> konventional yang
> banyak celahnya mulai ditinggalkan, dan apakah kita
> mau ketinggalan,
> mari -mari kita beralih ke eknomi Islam:):):)
> > 
> > muhammad Faiz Aziz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:         
>                 
>        
> > Ekonomi syariah murni berasal dari AL-Quran dan
> Al-Hadits. Mungkin
> kawan-kawan muslim semua tau bahwa Al-Quran dan
> Al-Hadits tidak hanya
> membicarakan tentang sejarah saja, namun juga
> berbagai aspek dalam
> kehidupan manusia termasuk juga masalah hukum dan
> ekonomis
> diantaranya. Mengapa sistem ekonomi syariah disebut
> ekonomis syariah
> karena berdasarkan kedua sumber hukum di atas. 
> >    
> >   Apa sih kehebatan ekonomi syariah? Apa mungkin
> ada ekonomi yang
> menggantikan sistem ekonomi kapitalis yang terbukti
> mensejahterakan?
> >    
> >   Kehebatan suatu sistem ekonomi bergantung kepada
> orang-orang yang
> menjalankan sistem tersebut apakah orang yang
> bersangkutan punya
> itikad baik untuk mensejahterakan masyarakat atau
> tidak. Namun, dalam
> konteks ini, ekonomi syariah memiliki kelebihan dan
> perbedaan
> dibandingkan dengan ekonomi liberalis dan kapitalis.
> kelebihan dan
> perbedaan itu adalah:
> >   1. Tujuan dasarnya. ekonomi syariah  dijalankan
> dengan basis
> qirodh (atau kerjasama sosial) bukan hanya untuk
> kepentingan ekonomi
> pribadi atau golongan semata. contohnya, zakat,
> wakaf, shodaqoh,
> infaq, perbankan syariah, dan sebagainya dimana
> semuanya adalah bagian
> dari ekonomi syariah yang bersifat sosial, walaupun
> dalam konteks
> usaha seperti perbankan, pasar modal, dan asuransi
> tujuannya sama
> yaitu untuk keuntungan juga, namun para pelaku usaha
> tersebut semuanya
> secara moral dan religi harus berdasarkan kepada
> qirodh. 
> >   sedangkan, ekonomi liberalis atau kapitalis
> berbasis pada tujuan
> memupuk kepentingan dan keuntungan pribadi (mungkin
> kita tahu politik
> merkantilisme sebagai cikal bakal ekonomi kapitalis)
> >   2. Instrumen. ekonomi syariah tidak menggunakan
> instrumen bunga
> karena bunga pada prinsipnya sama dengan riba dan
> riba hukumnya haram.
> INstrumen ekonomi syariah berbasis jual beli.
> >    
> >   Dalam ALquran (kalo tidak salah) albaqoroh ayat
> 275 disebutkan
> bahwa  Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan
> riba.
> >    
> >   salah satu bukti kesaktian ayat tersebut adalah
> ketika terjadi
> krisis perbankan yang menghantam perbankan nasional
> Indonesia pada
> tahun 1997-1998 dan juga perbankan Asia.
> >    
> >   Akibat krisis, bunga bank menjadi naik menjadi
> gila2an dari 8 %
> hingga 65 % (baik bunga tabungan dan kredit), yang
> akhirnya ikut
> mempengaruhi ekonomi secara makro termasuk inflasi,
> kenaikan harga
> barang, dan sebagainya. Akhirnya banyak bank2 yang
> collaps karena
> banyak kredit macet akibat kenaikan bunga tersebut,
> dan dana nasabah
> yang disalurkan lewat kredit tidak dapayt
> dikembalikan karena kredit
> macet (yang disebabkan bunga yang membengkak).
> ditambah lagi, kredit
> tersebut ternyata disalurkan kepada perusahaan2 yang
> masih terafiliasi
> (masih milik yang punya bank juga atau ada hubungan
> keluarga, teman,
> dan sebagainya).
> 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

Kirim email ke