assalamu'alaikum

mengapa kita bangga dengan sistem ekonomi syari'ah? yang kita
banggakan itu apakah benar telah menyentuh sektor riil? menyentuh
sektor riil dalam bahasa syari'ah biasanya mengarah pada maqashid
asy-syari'ah, tujuan syari'ah, yaitu kemashlahatan umat. benarkah
sistem ekonomi syari'ah kita yang sekarang tergila-gila pada mekanisme
"pasar global maya" telah memberi manfaat riil? apakah tidak perlu
sebuah mekanisme, konsep dan teori ekonomi syari'ah berbasis
nilai-nilai islam sekaligus dapat berdiri kokoh di realitas masyarakat
 atau katakanlah secara kontekstual dipahami sebagai nilai-nilai yang
muncul secara alamiah di dalam pikiran masyarakat kita, mulai dari
penggiat ekonomi bawah sampai atas? 
mohon penjelasan dan pencerahannya

-
-- In [email protected], Raditio Ghifiardi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr wb
> 
> Kalau mau melihat kehebatan ekonomi syariah by system harus memiliki
visi dan misi yang sound (berbobot)
> 
> Pada intinya system yang sound haruslah mendorong pertumbuhan sektor
riil yang kemudian memiliki chain reaction kepada pertumbuhan ekonomi
menuju kesejahteraan masyarakat.
> 
> Tapi paling hebat kalau melihat perkembangannya secara
internasional, berikut adalah data dari BI yang berasal dari IFSI
(Islamic Financial Service Institution)
> 
> Berdasarkan data CIBAFI terdapat 284 Islamic Financial Institution
Institution (IFI) yang beroperasi di 38 negara dengan volume sebesar
USD178.5 Miliar, tidak termasuk conventional bank yang memiliki
islamic window operations yang juga memiliki investasi USD 200 miliar
dan inipun tidak termasuk non-banking financial institution, asuransi
syariah (takaful) dan aktivitas di pasar modal.
> 
> Berdasarkan data The Islamic banker, London diperkirakan dari 250
lembaga mutual fund syariah mengelola asset sekitar USD 300 Miliar asset.
> 
> Kemudian Liquidity Management Center (LMC) Bahrain mendaftar ada 37
perusahaan dan memiliki obligasi syariah (sukuk) senilai USD7.96
Miliar dan total International Sukuk USD 12-14 Miliar.
> Malaysia domestic Islamic debt certificate sekitar USD 17.1 Miliar
dan Bahrain USD2 Miliar
> Kapitalisasi saham syariah yang sesuai dengan kriteria Dow Jones
Islamic Market Index (DJIMI) sebesar USD104 Miliar di tahun 2004
dengan asumsi bahwa saham tersebut hanya 30% dari total kapitalisasi
saham syariah di dunia maka diperkirakan saham syariah dunia lebih
dari USD 300 Miliar
> Pada tahun 2005 terdapat 78 perusahaan Takaful yang beroperasi di
dunia  dengan total pertumbuhan 63% maka the present gross premium
takaful mencapai USD 5 Miliar yang mengcover asset USD 20 Miliar aset.
> Real Estate financing dan housing mortgage juga tumbuh diperkirakan
mencapai USD 9-12 Miliar
> 
> Berdasarkan data di atas di akhir tahun 2005 diperkirakan ada lebih
dari 300 institusi keuangan syariah di 65 negara yang mengelola asset
sekitar USD 700 - 1000 Miliar
> 
> Kalau dilihat di atas perkembangan ekonomi Islam luar biasa kalau
dibandingkan dengan konvensional mungkin total asset di seluruh dunia
telah mencapai 15-20% asset ekonomi konventional
> 
> Dengan trend dan pertumbuhan yang seperti ini bukan tidak mungkin
dual system ini akan bersaing semakin ketat, sistem konventional yang
banyak celahnya mulai ditinggalkan, dan apakah kita mau ketinggalan,
mari -mari kita beralih ke eknomi Islam:):):)
> 
> muhammad Faiz Aziz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                          
       
> Ekonomi syariah murni berasal dari AL-Quran dan Al-Hadits. Mungkin
kawan-kawan muslim semua tau bahwa Al-Quran dan Al-Hadits tidak hanya
membicarakan tentang sejarah saja, namun juga berbagai aspek dalam
kehidupan manusia termasuk juga masalah hukum dan ekonomis
diantaranya. Mengapa sistem ekonomi syariah disebut ekonomis syariah
karena berdasarkan kedua sumber hukum di atas. 
>    
>   Apa sih kehebatan ekonomi syariah? Apa mungkin ada ekonomi yang
menggantikan sistem ekonomi kapitalis yang terbukti mensejahterakan?
>    
>   Kehebatan suatu sistem ekonomi bergantung kepada orang-orang yang
menjalankan sistem tersebut apakah orang yang bersangkutan punya
itikad baik untuk mensejahterakan masyarakat atau tidak. Namun, dalam
konteks ini, ekonomi syariah memiliki kelebihan dan perbedaan
dibandingkan dengan ekonomi liberalis dan kapitalis. kelebihan dan
perbedaan itu adalah:
>   1. Tujuan dasarnya. ekonomi syariah  dijalankan dengan basis
qirodh (atau kerjasama sosial) bukan hanya untuk kepentingan ekonomi
pribadi atau golongan semata. contohnya, zakat, wakaf, shodaqoh,
infaq, perbankan syariah, dan sebagainya dimana semuanya adalah bagian
dari ekonomi syariah yang bersifat sosial, walaupun dalam konteks
usaha seperti perbankan, pasar modal, dan asuransi tujuannya sama
yaitu untuk keuntungan juga, namun para pelaku usaha tersebut semuanya
secara moral dan religi harus berdasarkan kepada qirodh. 
>   sedangkan, ekonomi liberalis atau kapitalis berbasis pada tujuan
memupuk kepentingan dan keuntungan pribadi (mungkin kita tahu politik
merkantilisme sebagai cikal bakal ekonomi kapitalis)
>   2. Instrumen. ekonomi syariah tidak menggunakan instrumen bunga
karena bunga pada prinsipnya sama dengan riba dan riba hukumnya haram.
INstrumen ekonomi syariah berbasis jual beli.
>    
>   Dalam ALquran (kalo tidak salah) albaqoroh ayat 275 disebutkan
bahwa  Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
>    
>   salah satu bukti kesaktian ayat tersebut adalah ketika terjadi
krisis perbankan yang menghantam perbankan nasional Indonesia pada
tahun 1997-1998 dan juga perbankan Asia.
>    
>   Akibat krisis, bunga bank menjadi naik menjadi gila2an dari 8 %
hingga 65 % (baik bunga tabungan dan kredit), yang akhirnya ikut
mempengaruhi ekonomi secara makro termasuk inflasi, kenaikan harga
barang, dan sebagainya. Akhirnya banyak bank2 yang collaps karena
banyak kredit macet akibat kenaikan bunga tersebut, dan dana nasabah
yang disalurkan lewat kredit tidak dapayt dikembalikan karena kredit
macet (yang disebabkan bunga yang membengkak). ditambah lagi, kredit
tersebut ternyata disalurkan kepada perusahaan2 yang masih terafiliasi
(masih milik yang punya bank juga atau ada hubungan keluarga, teman,
dan sebagainya).
>    
>   Ajaibnya, ketika terjadi krisis yang  menghantam perbankan pada
waktu itu, ada satu bank yang benar2 tidak terpengaruh yaitu Bank
Muamalat yang kita tahu menggunakan sistem syariah. Kredit-kredit yang
disalurkan oleh bank muamalat tetap lancar pembayarannya karena tidak
memakai sistem bunga. dan banyak nasabah pun yang adem ayem aja tidak
terpengaruh rush atau penarika besar-besaran di bank lain. dan ketika
bank2 lain diberikan BLBI (bantuan likuiditas bank indonesia) atau
duit talangan untuk balikin uang nasabah (yang ternyata banyak dibawa
kabur oleh pemilik bank ke luar negeri), Bank Muamalat tidak
membutuhkan karena memang bank-nya sehat2 aja tidak terpengaruh krisis.  
>    
>   satu contoh laen kehebatan ekonomi syariah adalah penggunaan dinar
dan dirham sebagai mata uang, bukan mata uang fiat yang ada sekarang.
Saya pernah diskusi dengan seorang kiyai, dan dia mengatakan bahwa
harga korma (saya lupa dalam bobot beraoa kilo) antara zaman Rasul dan
zaman sekarang tidak  berubah yaitu 1 Dinar. Bayangkan 14 abad lalu
sampai sekarang harganya ga berubah. Bandingan dengan mata uang fiat
(seperti dollar dan rupiah), dimana kita liat harga minyak tanah tahun
1990an dan tahun sekarang berbeda total, bukan.
>    
>   Dalam sebuah buku terbita Malaysia, saya pernah membaca mengenai
sebuah negara yang hendak melakukan transaksi perdagangan dengan
negara lain (yang keduanya adalah negara Islam), pada waktu itu negara
X dan Y tadinya sepakat memakai dollar, namun ketika mereka menghitung
lagi untung ruginya ternyata keduanya keduanya akan merugi. Mereka
mencoba untuk memakai mata uang masing-masing, namun juga terdapat
perbedaan nilainya, dan akhirnya mereka menggunakan dinar dan dirham
sebagai mata uang transaksi tersebut karena ternyata setelah melakukan
perhitungan keduanya tidak rugi karena perbedaan mata uang. Ksimpulan
dari kisah nyata itu, mereka berprinsip bahwa dinar dan dirham sebagai
bagian dari instrumen ekonomi  syariah sifatnya relatif stabil. Mata
uang yang fiat itu diciptakan oleh negara2 barat untuk keuntungan
mereka sendiri karena mereka menjadi mata uang mereka sebagai komoditi
perdagangan (bukan hanya sebagai alat tukar). Apabila mata uang mereka
harga atau nilainya
>  lebih besar dibandingkan dengan mata uang kita misalnya, selisih
keuntungan itu menjadi milik mereka dan ini memang nyata (AS
penghasilan utamanya ternyata dari selisih harga dollar dengan mata
uang lain). Jadi, siapa yang untung dan siapa yang dirugikan? dan
apakah pantas sebuah mata uang menjadi komoditi perdangan dan bukan
sebagai alat tukar?
>    
>    
>    
>    
>   Unutk perlu diketahui bahwa anda bisa melihat negara Malaysia saat
ini dimana sebenarnya negara ini sangat getol mengembangkan ekonomi
syariah dan negara sedang menuju menjadi negara dengan ekonomi maju.
Sinagpura, Jepang, Inggris, bahkan AS pun sekarang mencoba melirik
sistem  ekonomi ini karena terbukti memnerikan kestabilan ekonomi.
Bahkan negara Jepang, Korea, dan Inggris telah mengeluarkan satu
peraturan yaitu obligasi syariah atau sukuk yang notabene adalah
bagian dari ekonomi syariah juga
>    
>    
>    
>    
>   
> 
> erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>       Apa sih kehebatan ekonomi syariah itu? Apa mungkin ada ekonomi
yang 
> menggantikan sistem ekonomi kapitalis yang telah terbukti 
> mensejahterakan itu?
> 
> Lagi pula  apakah ada cetak biru ekonomi syariah itu? Kalo ada pastilah 
> Arab Saudi telah melaksanakannya. Karena yang getol dengan ekonomi 
> syariah ini kayaknya bukan negara2 Arab.
> 
> Saya blum mengerti kesaktian ekonomi syariah. Mohon pencerahannya.
> 
> salam
> 
> 
> 
> 
>         
> 
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone
who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.  
>      
>                        
> 
> 
> wassalammu'alaikum wr. wb.
> Sincerely yours,
> Ghifi
> tel. +62811-989851
> 
>        
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
what's on, when.
>


Kirim email ke