Ass.ww.
Mbak Meutia,

Hadiah itu lain sama judi.
Kalo hadiah itu diberikan tanpa si penerima menanggung resiko kehilangan
sesuatu.
Dimana kalo jumlah hadiah sama dengan jumlah (calon) penerima, maka menjadi
'hadiah langsung'
Tapi kalo jumlah hadiah lebih sedikit dari jumlah (calon) penerima, maka
terpaksa dipilih secara acak (diundi).
Sedangkan kalo judi, pesertanya harus memberikan sesuatu
(barang/jasa/nama/muka) untuk mendapat kesempatan menang.
Sementara undian, adalah cara memilih satu (atau beberapa orang) dari
sekumpulan orang yang banyak.
Jangan lupa lho, banyak judi yang pesertanya hanya satu orang, contohnya
jackpot (bandit tangan satu) dan pachinko.

Tetapi tidak bijaksana kalo hadiah tersebut di rancang agar nasabah berupaya
keras ikut dalam program tersebut walaupun sebenarnya dia tidak mampu untuk
ikut program tersebut. (Misalnya tergoda untuk pinjam duit atau jual barang
agar dapat ikut menabung. Atau yang lebih parah lagi kalo tergoda untuk
belanja banyak-banyak dengan kartu 'kredit' syariah agar bisa ikut undian).
Wah, wah, wah ...

Wassalam,
Mas E-Sya

2008/11/12 Meutia Inten <[EMAIL PROTECTED]>

>
> Mohon masukan dan informasinya,
> Bagaimana hukumnya undian yang diberikan oleh salah satu bank syariah
> melalui
> produk tabungan yang menawarkan hadiah umroh kepada nasabah yang nomor
> tabunganya terpilih melalui undian.  Apa ini bukan salah satu bentuk judi?
> Lantas apa bedanya dengan undian-undian yang banyak digelar oleh bank
> konvensional.
>
> Terima kasih sebelumnya.
>
>
> 
>



-- 
Iwan P. Pontjowinoto
(62-811) 92 1954

ZAP Finance
Menara Karya 28th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2, Jakarta 12950
Telp      : (62-21) 5789 5505, Fax       : (62-21) 5789 5888
Website: www.zapfin.com

Kirim email ke