assalamu'alaikum wr wb
yaa betul juga yg d tuliskan mas agus_edi yg terdepresiasi adl nilai uang itu 
sendiri krn satuan ukuran yg  disebutkan tuk sama masih sama yaitu 3 gr 
24K,..pada dasarnya emas merupakan komoditas jadi jika terjadi inflasi/deflasi 
maka ada 2 kemungkinan harga barang tsb yg terdepresasi atau mata uang yg 
terdepresasi, hal ini menunjukan mana yg paling stabil di antara keduanya (uang 
atau emas). 
Sebagai logam mulia, emas ditakdirkan menjadi komoditas yg relatif stabil di 
antara komoditas lainnya sehingga wajar jika kemudian menjadi acuan thp 
komoditas dan value dari nilai uang itu sendiri,tentu saja bahwa emas itu 
sesuai dg takarannya.
Akan tetapi menjadikan mata uang selain dengan emas juga bukan sesuatu hal 
salah asalkan ada pertanggung jawaban dari yg berwenang tuk menjaga kesatabilan 
nilainya
Semoga bermanfaat...
 

--- On Mon, 12/15/08, [email protected] <[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Kata Siapa Harga Emas Stabil ?!
To: [email protected]
Date: Monday, December 15, 2008, 4:33 PM










    
            Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka yang tidak stabil adalah  

rupiahnya Mas... Emasnya (dinar) sendiri tetap. Artinya dengan emas  

yang sama harus merogoh kocek yang lebih besar, karena nilai rupiahnya  

yang anjlok, bukan emasnya yang tidak stabil. Begitu kira-2  

penjelasannya



Semoga bermanfaat,



AES



Quoting budi_darmawan_ 43419 <budi_darmawan_ 43...@yahoo. co.id>:



> Kejatuhan ekonomi kapitalis membuat beberapa pakar ekonomi syariah

> mengusulkan penggunaan Dinar (baca :emas) sebagai alat pembayaran.

> Tapi benarkah harga emas stabil ..?

>

> Berdasarkan pengalaman saya, ketika 4 tahun yang lalu menghadiahi emas

> kepada seorang wanita (yang kemudian menjadi istri, ^_^)saya mesti

> merogok kocek untuk 3 gram emas 24 K sekitar Rp.550.000,- (maklum baru

> mampunya segitu, he he he )

>

> Nah, beberapa hari yang lalu di ulang tahun yang keempat pernikahan

> kami, saya mesti merogoh kocek Rp.950.000 untuk 3 gram emas 24 K

> sebagai hadiah (suprise !) kepada istri saya tercinta. Artinya terjadi

> peningkatan hampir 2 kali lipat untuk jangka waktu 4 tahun.

>

> So.. Masihkah harga emas relatif stabil ?! Saya jadi ragu..

>

> Belum dijadikan alat tukar saja sudah begitu rawan terhadap gejolak

> kecil ekonomi,apalagi nanti sudah menjadi alat pembayaran yang sah dan

> berlaku umum.

>

> Solusi saya untuk mengatasi krisis finansial ini tetap sama dengan

> email saya beberapa bulan yang lalu :

> 1. Memimpikan dunia tanpa uang secara fisik.

> Uang diganti dengan digit angka digital yang tersimpan di Bank

> Indonesia/Bank Dunia. Cukup dengan gesek kartu, anda sudah bisa

> belanja dan tidak butuh uang lagi secara fisik . ( Mungkin ide ini

> terealisasi 100 tahun lagi ya..kalau zaman digital sudah sampai

> kekampung-kampung) . Tapi ini lah masa depan uang, InsyaAllah.

>

> 2. Untuk  Jangka pendeknya :

> Satu kesatuan mata uang untuk seluruh negara. Bisa saja uang masih

> dipakai secara fisik, namanya bisa saja dollar, euro, rupe atau

> mungkin rupiah, namun mata uang yang beredar di suatu negara sama

> dengan yang beredar di negara lainnya tentunya dengan pengaturan oleh

> lembaga keuangan internasional.

>

> Dengan ini , uang tidak bisa lagi dijadikan sebagai komoditas. !!

> (Mungkin ide ini terelisasi 50 tahun lagi, tapi ini lah masa depan

> uang, Insya Allah).

>

> Setuju ??  Wallahualam Bishawab...

>

>



------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

This message was Sent by Takaful Mail System




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke