Dipelajari lebih mendalam, apa yang membuat suatu benda itu bernilai, tentu 
kita setuju adalah nilai intrinsik , jika nilai intrinsiknya lebih bagus dan 
banyak dimininati maka barang itu dipandang "berharga" sehingga orang 
mengeluarkan pengorbanan lebih banyak untuk mendapatkannya .>>>>jadi barang 
berharga bukan hanya emas saja atau uang saja bahkan para pengemis lebih 
berharap bisa makan walau tanpa punya uang artinya bisa jadi ia akan 
bekerja/berkorban tetapi tidak dibayar dg uang atau emas etc tetapi dg beras 
dan lauk-pauk
Alat ukur yang membedakannya antara satu benda yang berharga dengan benda 
lainnya yang tidak berharga adalah : UANG !
Uang sebagai fungsi dasarnya : Alat pengukur kekayaan dan satuan hitung dalam 
memudahkan transaksi .>>> betul, uang memiliki fungsi tsb di atas atau bisa 
dikatakan uangJadi jika dikatakan, emasnya stabil tetapi uangnya tidak stabil , 
sama saja kita mengatakan bahwa harga barang-barang di pasar yang sedang 
melonjak naik itu sebenarnya bukan harganya yang naik tetapi nilai rupiahnya
 saja yang lagi turun ? 
Apa benar seperti itu ?>>>> kalo kemarin terjadi kenaikan harga BBM dari Rp 
4500/ltr menjadi Rp 5500/ltr apakah dpt disebutkan harga BBM yg melonjak naik 
atau nilai rupiah yg turun??krn yg terjadi adl satuannya tetap 1ltr BBM 
rupiahnya yg berubah.Dan sekarang kondisinya terbalik harga BBM yg turun, 
kemudian bagaimana dg emasnya(sbg komoditas)?Prinsipnya sama jika satuannya 
tetap dan nilai rupiahnya berubah maka jika rupiah bergerak turun maka disebut 
inflasi dan jika bergerak naik maka terjadi penguatan rupiah thp emas.Apa sih 
alat ukur yang menentukan harga barang itu naik atau turun, jelas jawabannya : 
UANG ! 
Jadi jika secara global harga emas meningkat, apa bisa kita katakan bahwa mata 
uang seluruh negara tidak stabil ?>>>>betul alat ukurnya adl uang...yg dimaksud 
uang bisa dalam berbagai jenis, dapat berupa kertas spt rupiah dg standarnya 
sendiri, atau bisa berupa dinar dg standar emas.Jadi ada perbedaan yg perlu 
diperhatikan antara emas sbg komoditas atas emas sbg standar "uang" dlm bentuk 
dinarStabil atau tidaknya satuan mata uang suatu negara, banyak faktor yg harus 
di perhatikan.Apapun barangnya tidak akan terlepas dari hukum penawaran dan 
permintaan.
Banyak permintaan harga akan meningkat begitu pula sebaliknya . 
Bukankan itu efek dari "kelangkaan" dalam konsep ekonomi. 
Tidak terkecuali emas !>>>>betul,jika emas dikaitkan sbg komoditas buka sbg 
mata uang krn uang tidak boleh menjadi obyek yg di perjual belikan.So..dengan 
konsep Islam , semakin langka maka akan menjadi milik publik seperti kisah 
Usman yang mewakafkan sumur dikala kekeringan melanda madinah, tidak bisa 
dijadikan sebagai dalil penangkal hukum kelangkaan.>>>>betul sbg komoditas 
(kutipan--Uang sebagai fungsi dasarnya : Alat pengukur kekayaan dan satuan 
hitung dalam memudahkan transaksi--)maka sumur tsb tidak memiliki sifat tuk 
dijadikan mata "uang".Wallahhu'alamwassalam
--- On Fri, 12/19/08, budi darmawan <[email protected]> wrote:
From: budi darmawan <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Kata Siapa Harga Emas Stabil ?!
To: [email protected]
Date: Friday, December 19, 2008, 11:18 AM










 






    
            Wassalamualaikum Wr.Wb 

Dipelajari lebih mendalam, apa yang membuat suatu benda itu bernilai, tentu 
kita setuju adalah nilai intrinsik , jika nilai intrinsiknya lebih bagus dan 
banyak dimininati maka barang itu dipandang "berharga" sehingga orang 
mengeluarkan pengorbanan lebih banyak untuk mendapatkannya .

Karena itu emas jauh lebih bernilai daripada perak dan perak jauh lebih 
bernilai dari pada batu . 

Alat ukur yang membedakannya antara satu benda yang berharga dengan benda 
lainnya yang tidak berharga adalah : UANG !
Uang sebagai fungsi dasarnya : Alat pengukur kekayaan dan satuan hitung dalam 
memudahkan transaksi . 

Jadi jika dikatakan, emasnya stabil tetapi uangnya tidak stabil , sama saja 
kita mengatakan bahwa harga barang-barang di pasar yang sedang melonjak naik 
itu sebenarnya bukan harganya yang naik tetapi nilai rupiahnya
 saja yang lagi turun ? 
Apa benar seperti itu ?!
 
Apa sih alat ukur yang menentukan harga barang itu naik atau turun, jelas 
jawabannya : UANG ! 
Jadi jika secara global harga emas meningkat, apa bisa kita katakan bahwa mata 
uang seluruh negara tidak stabil ?

Apapun barangnya tidak akan terlepas dari hukum penawaran dan permintaan.
Banyak permintaan harga akan meningkat begitu pula sebaliknya . 
Bukankan itu efek dari "kelangkaan" dalam konsep ekonomi. 
Tidak terkecuali emas !

So..dengan konsep Islam , semakin langka maka akan menjadi milik publik seperti 
kisah Usman yang mewakafkan sumur dikala kekeringan melanda madinah, tidak bisa 
dijadikan sebagai dalil penangkal hukum kelangkaan. 

Karena ketika diwakafkan oleh Usman, sumur itu tetap bernilai , tetap langka 
dan tentu saja dia tetap berharga, karena muatan nilai intrinsik dari sumur itu 
sendiri !

Wallahualam
 ..






















--- Pada Sel, 16/12/08, Adhi Ariea <adhiar...@yahoo. com> menulis:
Dari: Adhi Ariea <adhiar...@yahoo. com>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Kata Siapa Harga Emas Stabil ?!
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 16 Desember, 2008, 1:38 PM







    
            assalamu'alaikum wr wb
yaa betul juga yg d tuliskan mas agus_edi yg terdepresiasi adl nilai uang itu 
sendiri krn satuan ukuran yg  disebutkan tuk sama masih sama yaitu 3 gr 
24K,..pada dasarnya emas merupakan komoditas jadi jika terjadi inflasi/deflasi 
maka ada 2 kemungkinan harga barang tsb yg terdepresasi atau mata uang yg 
terdepresasi, hal ini menunjukan mana yg paling stabil di antara keduanya (uang 
atau emas). 
Sebagai logam mulia, emas ditakdirkan menjadi komoditas yg relatif stabil di 
antara komoditas lainnya sehingga wajar jika kemudian menjadi acuan thp 
komoditas dan value dari nilai uang itu sendiri,tentu saja bahwa emas itu 
sesuai dg takarannya.
Akan
 tetapi menjadikan mata uang selain dengan emas juga bukan sesuatu hal salah 
asalkan ada pertanggung jawaban dari yg berwenang tuk menjaga kesatabilan 
nilainya
Semoga
 bermanfaat.. .
 

--- On Mon, 12/15/08, agus_...@takaful. com <agus_...@takaful. com> wrote:
From: agus_...@takaful. com <agus_...@takaful. com>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Kata Siapa Harga Emas Stabil ?!
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Monday, December 15, 2008, 4:33 PM







    
            Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka yang tidak stabil adalah  

rupiahnya Mas... Emasnya (dinar) sendiri tetap. Artinya dengan emas  

yang sama harus merogoh kocek yang lebih besar, karena nilai rupiahnya  

yang anjlok, bukan emasnya yang tidak stabil. Begitu kira-2  

penjelasannya



Semoga bermanfaat,



AES



Quoting budi_darmawan_ 43419 <budi_darmawan_ 43...@yahoo. co.id>:



> Kejatuhan ekonomi kapitalis membuat beberapa pakar ekonomi syariah

> mengusulkan penggunaan Dinar (baca :emas) sebagai alat pembayaran.

> Tapi benarkah harga emas stabil ..?

>

> Berdasarkan pengalaman saya, ketika 4 tahun yang lalu menghadiahi emas

> kepada seorang wanita (yang kemudian menjadi istri, ^_^)saya mesti

> merogok kocek untuk 3 gram emas 24 K sekitar Rp.550.000,- (maklum baru

> mampunya segitu, he he he )

>

> Nah, beberapa hari yang lalu di ulang tahun yang keempat pernikahan

> kami, saya mesti merogoh kocek Rp.950.000 untuk 3 gram emas 24 K

> sebagai hadiah (suprise !) kepada istri saya tercinta. Artinya terjadi

> peningkatan hampir 2 kali lipat untuk jangka waktu 4 tahun.

>

> So.. Masihkah harga emas relatif stabil ?! Saya jadi ragu..

>

> Belum dijadikan alat tukar saja sudah begitu rawan terhadap gejolak

> kecil ekonomi,apalagi nanti sudah menjadi alat pembayaran yang sah dan

> berlaku umum.

>

> Solusi saya untuk mengatasi krisis finansial ini tetap sama dengan

> email saya beberapa bulan yang lalu :

> 1. Memimpikan dunia tanpa uang secara fisik.

> Uang diganti dengan digit angka digital yang tersimpan di Bank

> Indonesia/Bank Dunia. Cukup dengan gesek kartu, anda sudah bisa

> belanja dan tidak butuh uang lagi secara fisik . ( Mungkin ide ini

> terealisasi 100 tahun lagi ya..kalau zaman digital sudah sampai

> kekampung-kampung) . Tapi ini lah masa depan uang, InsyaAllah.

>

> 2. Untuk  Jangka pendeknya :

> Satu kesatuan mata uang untuk seluruh negara. Bisa saja uang masih

> dipakai secara fisik, namanya bisa saja dollar, euro, rupe atau

> mungkin rupiah, namun mata uang yang beredar di suatu negara sama

> dengan yang beredar di negara lainnya tentunya dengan pengaturan oleh

> lembaga keuangan internasional.

>

> Dengan ini , uang tidak bisa lagi dijadikan sebagai komoditas. !!

> (Mungkin ide ini terelisasi 50 tahun lagi, tapi ini lah masa depan

> uang, Insya Allah).

>

> Setuju ??  Wallahualam Bishawab...

>

>



------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

This message was Sent by Takaful Mail System




      


         
        
        




      
      

    
    
    
    
              
          
            Messages in this topic           (7)
        
        
          
            Reply           (via web post)
          | 
     

        Nama baru untuk Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 

Cepat sebelum diambil orang lain!
      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

Kirim email ke