Wassalamualaikum Wr.Wb Dipelajari lebih mendalam, apa yang membuat suatu benda itu bernilai, tentu kita setuju adalah nilai intrinsik , jika nilai intrinsiknya lebih bagus dan banyak dimininati maka barang itu dipandang "berharga" sehingga orang mengeluarkan pengorbanan lebih banyak untuk mendapatkannya .
Karena itu emas jauh lebih bernilai daripada perak dan perak jauh lebih bernilai dari pada batu . Alat ukur yang membedakannya antara satu benda yang berharga dengan benda lainnya yang tidak berharga adalah : UANG ! Uang sebagai fungsi dasarnya : Alat pengukur kekayaan dan satuan hitung dalam memudahkan transaksi . Jadi jika dikatakan, emasnya stabil tetapi uangnya tidak stabil , sama saja kita mengatakan bahwa harga barang-barang di pasar yang sedang melonjak naik itu sebenarnya bukan harganya yang naik tetapi nilai rupiahnya saja yang lagi turun ? Apa benar seperti itu ?! Apa sih alat ukur yang menentukan harga barang itu naik atau turun, jelas jawabannya : UANG ! Jadi jika secara global harga emas meningkat, apa bisa kita katakan bahwa mata uang seluruh negara tidak stabil ? Apapun barangnya tidak akan terlepas dari hukum penawaran dan permintaan. Banyak permintaan harga akan meningkat begitu pula sebaliknya . Bukankan itu efek dari "kelangkaan" dalam konsep ekonomi. Tidak terkecuali emas ! So..dengan konsep Islam , semakin langka maka akan menjadi milik publik seperti kisah Usman yang mewakafkan sumur dikala kekeringan melanda madinah, tidak bisa dijadikan sebagai dalil penangkal hukum kelangkaan. Karena ketika diwakafkan oleh Usman, sumur itu tetap bernilai , tetap langka dan tentu saja dia tetap berharga, karena muatan nilai intrinsik dari sumur itu sendiri ! Wallahualam .. --- Pada Sel, 16/12/08, Adhi Ariea <[email protected]> menulis: Dari: Adhi Ariea <[email protected]> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Kata Siapa Harga Emas Stabil ?! Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 16 Desember, 2008, 1:38 PM assalamu'alaikum wr wb yaa betul juga yg d tuliskan mas agus_edi yg terdepresiasi adl nilai uang itu sendiri krn satuan ukuran yg disebutkan tuk sama masih sama yaitu 3 gr 24K,..pada dasarnya emas merupakan komoditas jadi jika terjadi inflasi/deflasi maka ada 2 kemungkinan harga barang tsb yg terdepresasi atau mata uang yg terdepresasi, hal ini menunjukan mana yg paling stabil di antara keduanya (uang atau emas). Sebagai logam mulia, emas ditakdirkan menjadi komoditas yg relatif stabil di antara komoditas lainnya sehingga wajar jika kemudian menjadi acuan thp komoditas dan value dari nilai uang itu sendiri,tentu saja bahwa emas itu sesuai dg takarannya. Akan tetapi menjadikan mata uang selain dengan emas juga bukan sesuatu hal salah asalkan ada pertanggung jawaban dari yg berwenang tuk menjaga kesatabilan nilainya Semoga bermanfaat.. . --- On Mon, 12/15/08, agus_...@takaful. com <agus_...@takaful. com> wrote: From: agus_...@takaful. com <agus_...@takaful. com> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Kata Siapa Harga Emas Stabil ?! To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Date: Monday, December 15, 2008, 4:33 PM Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka yang tidak stabil adalah rupiahnya Mas... Emasnya (dinar) sendiri tetap. Artinya dengan emas yang sama harus merogoh kocek yang lebih besar, karena nilai rupiahnya yang anjlok, bukan emasnya yang tidak stabil. Begitu kira-2 penjelasannya Semoga bermanfaat, AES Quoting budi_darmawan_ 43419 <budi_darmawan_ 43...@yahoo. co.id>: > Kejatuhan ekonomi kapitalis membuat beberapa pakar ekonomi syariah > mengusulkan penggunaan Dinar (baca :emas) sebagai alat pembayaran. > Tapi benarkah harga emas stabil ..? > > Berdasarkan pengalaman saya, ketika 4 tahun yang lalu menghadiahi emas > kepada seorang wanita (yang kemudian menjadi istri, ^_^)saya mesti > merogok kocek untuk 3 gram emas 24 K sekitar Rp.550.000,- (maklum baru > mampunya segitu, he he he ) > > Nah, beberapa hari yang lalu di ulang tahun yang keempat pernikahan > kami, saya mesti merogoh kocek Rp.950.000 untuk 3 gram emas 24 K > sebagai hadiah (suprise !) kepada istri saya tercinta. Artinya terjadi > peningkatan hampir 2 kali lipat untuk jangka waktu 4 tahun. > > So.. Masihkah harga emas relatif stabil ?! Saya jadi ragu.. > > Belum dijadikan alat tukar saja sudah begitu rawan terhadap gejolak > kecil ekonomi,apalagi nanti sudah menjadi alat pembayaran yang sah dan > berlaku umum. > > Solusi saya untuk mengatasi krisis finansial ini tetap sama dengan > email saya beberapa bulan yang lalu : > 1. Memimpikan dunia tanpa uang secara fisik. > Uang diganti dengan digit angka digital yang tersimpan di Bank > Indonesia/Bank Dunia. Cukup dengan gesek kartu, anda sudah bisa > belanja dan tidak butuh uang lagi secara fisik . ( Mungkin ide ini > terealisasi 100 tahun lagi ya..kalau zaman digital sudah sampai > kekampung-kampung) . Tapi ini lah masa depan uang, InsyaAllah. > > 2. Untuk Jangka pendeknya : > Satu kesatuan mata uang untuk seluruh negara. Bisa saja uang masih > dipakai secara fisik, namanya bisa saja dollar, euro, rupe atau > mungkin rupiah, namun mata uang yang beredar di suatu negara sama > dengan yang beredar di negara lainnya tentunya dengan pengaturan oleh > lembaga keuangan internasional. > > Dengan ini , uang tidak bisa lagi dijadikan sebagai komoditas. !! > (Mungkin ide ini terelisasi 50 tahun lagi, tapi ini lah masa depan > uang, Insya Allah). > > Setuju ?? Wallahualam Bishawab... > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - This message was Sent by Takaful Mail System Messages in this topic (7) Reply (via web post) | Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
