Thank You Pak Ali Hozy 

saya dah lama mempelahari pelbagai jenis kritik terhadap perbankan Syariah. 
dari yang mulai Outstanding hingga Konstruktif dan ada juga yang "tidak pada 
tempatnya"

biarkan saja Pak Ifham ini mengkritik... sungguh beda karakter masyarakat 
pengamal dengan masyarakat "pemikir". kalau Pak Ali Hozy saya sudah tak ragu 
lagi dengan aktivitsas bapak di Bank Muamalat Indonesia (bener gak ? ). saya 
pribadi pun punya otoritik tapi tidak tepat dikeluarkan semua disini. bukan 
takut bukan merasa terancam tetapi butuh apa tidak ?? dan seberapa besar dejat 
kebutuhan nya terhadap kritik itu. apakah sudah dimbangi dengan ilmunya apa 
sama sekali melihat secara sekilas saja ?? 




 Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak: Teruslah Bergerak dan Jemput 
Kemenangan Yang Allah T'lah Janjikan di Ujung Kegelapan Apapun yang Kita Terima 
!! 

www.telagaalkautsar.wordpress.com 
Mahasiswa Akuntansi Syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia 





________________________________
Dari: ali <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 15 Januari, 2010 08:09:17
Judul: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah

  
Semoga Allah,SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua anggota milis 
MES tercinta ini,

Menurut saya sebenarnya silahkan saja siapa saja yang ingin menggugat bank 
syariah atau yang ingin mengkritik bank syariah mau pake title  atau tidak yang 
penting harus memakai ilmu atau argumentasi kuat  yang mendasarinya, jangan 
sampai kritikan tsb menjadi bumerang bagi si pengkritik sendiri. Berikut ini 
beberapa kritikan saya terhadap pernyataan di bawah ini yang mengkritik bank 
syariah : 
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ==
From: Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...>
> Subject: [ekonomi-syariah] Menggugat Bank Syariah
> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, fos...@yahoogroups. com
> Date: Wednesday, January 13, 2010, 10:08 AM

>       Yang ada di benak saya saat ini adalah pertanyaan-pertanya an seputar: 
> "mengapa sih sistem dan praktek ekonomi syariah di Indonesia belum sukses 
> menggerakkan hati dan langkah masyarakat yang mayoritas muslim ini, untuk 
> menggunakannya? "
> 
> Nah, yang harus diperhatikan adalah beberapa hal:
> 1. Kesesuaian antara konsep dengan praktek, sehingga memupuk kredibilitas 
> baik ataukah buruk.
> 2. Bank syariah yang mengambil positioning "beda" dengan bank konvensional, 
> ternyata menggunakan sistem dan tolok ukur-tolok ukur yang sama, dan 
> kebetulan kondisi ini gak bisa dihindari karena memang harus tunduk dengan 
> aturan negara.
> 3. Entitas muslim seperti Departemen Agama (mayoritas muslim), parpol Islam, 
> ulama, santri, akademisi, ormas Islam, belum sepakat tekad bulat tidak 
> memakai bank konvensional. Ini masih
>  saya runut-runut, kenapa bisa begggitu? Darurat-kah? Atau bebalkah 
> orang-orang ini? Ataukah Tafsir Fiqih mereka lebih menguatkan bahwa hukum 
> bunga bank konvensional adalah boleh.

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= =
Jawaban saya : Entitas muslim tsb di atas yang masih menghalalkan bunga bank 
seperti pada saat keluarnya fatwa bunga bank haram th 2003 oleh MUI karena 
masih melihat secara parsial system suku bunga hanya sebagai interprestasi 
sebagai hak modal atas sebagian profit yang dituai debitor berkat uang yang 
dipinjamnya, padahal kenyataannya sekarang ini debitor banyak yang memakai uang 
pinjamannya bukan untuk aktivitas produktif (sector rill) seperti perniagaan 
barang dan jasa tapi untuk memutarkan uang tsb pada sector yang berbau 
spekulatif seperti untuk mengambil keuntungan pada instrument finansial market. 

Belum melihat secara menyeluruh efek negatif dari system suku bunga bank tsb, 
coba lihat sekarang ini setiap tahun menurut BPK setiap tahun bangsa ini harus 
membayar bunga pinjaman 101 trilun bagaimana bangsa ini mau maju setiap tahun 
harus membayar bunga pinjaman sebesar itu belum cicilan pokok hutangnya... 
bagaiamana pemerintah bisa memberikan pendidikan gratis s/d perguruan tinggi, 
biaya kesehatan murah dan mencegah kerusakan hutan (lingkungan) ? 
============ ========= ========= ========= ========= ========= =========
> 4. (Silahkan jika ada ide lain).
> 5. Ide "Menggugat Bank Syariah" memang muncul berdasarkan pertanyaan-pertanya 
> an awam, coz sebagian besar masyarakat kita kan awam. TuL gak? So dalam 
> KONTEKS INI, gak usah terlalu tinggi2 ditinjau dari segi akademis.
> 6. Jika masyarakat yang pake bank syariah baru dua koma sekian persen, 
> HARUSNYA ada faktor yang membuat agar masyarakat tahu, paham dan MEMAKLUMI 
> benang merah penerapan ekonomi syariah di Indonesia dalam kondisi begini, 
> masih dalam naungan konvensional, dan masih pasti ada faktor X yang 
> menjadikan masyarakat maklum bahwa resiko untung rugi bukanlah yang utama.
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ===
Kriitikan saya : terlihat kalau mas ifham ini terlalu cepat mengambil 
pernyataan kesimpulan,  kalau pengguna bank syariah itu baru dua koma sekian 
persen, Saudara dapat statistik dari mana? dari Bank Indonesia ? setahu saya 
angka 2 koma sekian persen dari BI tsb bukan pengguna tapi adalah asset bank 
syariah bila dibandingkan dengan asset bank konvensional.

Nah kalau berbicara asset adalah berbicara Dana pihak ke 3 dan kalau berbicara 
dana pihak ke 3, saya bertanya siapakah yang paling banyak menguasai 
perekonomian negara ini (atau yang menguasai perputaran uang) tentu saja adalah 
orang-orang nonpribumi  yang notabene adalah non muslim yang tidak mempunyai 
ikatan batin seiman dg orang muslim yang tentu saja bukan perkara mudah 
mengajak mereka memakai bank syariah karena mereka sebagian besar banyak yang 
masih Islamphobia.

Saya bukan ingin rasial dg sudara-sudara kita orang nonpribumi saya hanya 
mengatakan realita yang ada bahwa perkembangan bank syariah tidak bisa lepas 
dari sejarah perkembangan ekonomi ummat islam yang sejak mulai jaman orde baru 
termarginalkan tidak diberikesempatan yang sama dg orang-orang nonpribumi oleh 
rezim orde baru , kita lihat saja konglomerasi sejak jaman orde baru s/d 
sekarang mayoritas adalah orang-orang nonpribumi. 

Keadaan ini diperparah oleh kebijakan pemerintah sekarang yang membuka pasar 
bebas dengan negara cina yang tentu saja ini banyak mematikan pengusaha kecil 
yang mayoritas adalah orang muslim.

Kesimpulannya, kalau ingin bank syariah maju tidak bisa jalan sendirian 
perekonomian ummat islam juga harus maju tidak termarginalkan lagi. Coba kita 
lihat contohnya negara malaysia yang lebih membela pengusa pribuminya 
dibandingkan nonpribumi asset bank syariahnya cukup besar bila dibandingkan 
dengan di Indonesia... .

Salam

http://alihozi77. blogspot. com

--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Yu Sin <hwarangyusin@ ...> wrote:
>
> Eh, orang awam tanpa titel  (seperti saya misalnya) boleh ya "mnggugat" Bank 
> Syariah? Nanti dianggap "tidak level" dan sejenisnya. Kalau boleh sih mungkin 
> banyak ide/gugatan/ pertanyaan yg akan disampaikan, tapi kalau "tidak boleh", 
> ya silakan saja Bank Syariah jalan terus di awang2 atas awan tanpa mau 
> dikritik.
> 
> --- On Wed, 1/13/10, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> wrote:
> 
> From: Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...>
> Subject: [ekonomi-syariah] Menggugat Bank Syariah
> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, fos...@yahoogroups. com
> Date: Wednesday, January 13, 2010, 10:08 AM

>       Yang ada di benak saya saat ini adalah pertanyaan-pertanya an seputar: 
> "mengapa sih sistem dan praktek ekonomi syariah di Indonesia belum sukses 
> menggerakkan hati dan langkah masyarakat yang mayoritas muslim ini, untuk 
> menggunakannya? "
> 
> Nah, yang harus diperhatikan adalah beberapa hal:
> 1. Kesesuaian antara konsep dengan praktek, sehingga memupuk kredibilitas 
> baik ataukah buruk.
> 2. Bank syariah yang mengambil positioning "beda" dengan bank konvensional, 
> ternyata menggunakan sistem dan tolok ukur-tolok ukur yang sama, dan 
> kebetulan kondisi ini gak bisa dihindari karena memang harus tunduk dengan 
> aturan negara.
> 3. Entitas muslim seperti Departemen Agama (mayoritas muslim), parpol Islam, 
> ulama, santri, akademisi, ormas Islam, belum sepakat tekad bulat tidak 
> memakai bank konvensional. Ini masih
>  saya runut-runut, kenapa bisa begggitu? Darurat-kah? Atau bebalkah 
> orang-orang ini? Ataukah Tafsir Fiqih mereka lebih menguatkan bahwa hukum 
> bunga bank konvensional adalah boleh?
> 4. (Silahkan jika ada ide lain).
> 5. Ide "Menggugat Bank Syariah" memang muncul berdasarkan pertanyaan-pertanya 
> an awam, coz sebagian besar masyarakat kita kan awam. TuL gak? So dalam 
> KONTEKS INI, gak usah terlalu tinggi2 ditinjau dari segi akademis.
> 6. Jika masyarakat yang pake bank syariah baru dua koma sekian persen, 
> HARUSNYA ada faktor yang membuat agar masyarakat tahu, paham dan MEMAKLUMI 
> benang merah penerapan ekonomi syariah di Indonesia dalam kondisi begini, 
> masih dalam naungan konvensional, dan masih pasti ada faktor X yang 
> menjadikan masyarakat maklum bahwa resiko untung rugi bukanlah yang utama.
> 7. Sangat efektif jika bisa menggunakan strategi asosiasi bahwa perbandingan 
> bank konvensional dengan bank syariah adalah bak daging babi dengan daging 
> sapi.
>  Menyamakan persepsi yang begini nih gak gampang.
> 8. Saya masih yakin bahwa ada strategi sosialisasi efektif yang gak butuh 
> biaya banyak. Cuma belum ketemu aja.
> 9. Meskipun saya yakin 100% bahwa ekonomi syariah bisa diterapkan murni jika 
> negara murni syariah terlebih dahulu, namun saya juga musti realistis.
> 10. Hmmm ada ide lain?
> 
> Regards,
> Ahmad Ifham
> 
> 
> 
> 


 


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke