Assalam alaikum wr wb, Saya setuju dengan perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah. Prinsip dan operasional atau "daleman" yang dijalankan oleh bank syariah sangat berbeda dengan bank konvensional. Dengan melihat sejarah Islam berikut, lebih lanjut, saya ingin menanyakan beberapa hal. Pada saat Shahabat-shahabat dari Rasulullah saw, seperti Abdurrahman bin Auf ra dan Ustman bin bin Affan ra masuk ke pasar di Madinah pada masa Rasulullah saw, yang pada saat itu dikuasai oleh kaum Yahudi yang menjalankan riba. Para Shahabat relatif cepat dalam "menetralkan" pasar dari sistem riba tersebut. Strategi apa yang digunakan, detailnya seperti apa? Saya tidak tahu, mungkin ada yang tahu? Apakah dengan "menjual" lebih mahal (dalam sistem pembiayaan) dari sistim riba (bunga) akan menjadi suatu strategi yang dijalankan pada saat itu? Mengapa dalam penetapan komponen pricing (selisih margin keuntungan) masih terpaku pada pola yang sama yang ditetapkan oleh bank konvensional yang menetapkan paradigma ekonomi konvensional prakteknya? Jika ada yang tahu mohon berbagi, sebab saya masih penasaran dengan hal ini? Kemudian jika ada yang tahu, beban biaya apakah yang begitu besar yang ditaggung leh bank syariah, sehingga pricing di bank syariah lebih besar dari bank konvensional?
Salam hangat, Risnandar --- Pada Kam, 21/1/10, ali <[email protected]> menulis: Dari: ali <[email protected]> Judul: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: Menggugat Bank Syariah Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 12:30 AM Salam rekan-rekan milis dan moderator MES Yth, Sebelum saya menjadi praktisi bank syariah tahun 2002 saya termasuk salah satu orang yang menyatakan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional, setelah diajak masuk berkiprah di bank syariah , saya baru sadar sepenuhnya bahwa konsep bank syariah berbeda jauh dg konsep bank konvensional. Dan selama berkiprah di bank syariah s/d saat ini saya bisa mengetahui beberapa motivasi orang-orang yang tidak mau pake bank syariah atau motivasi orang-orang yang mengkritik bank syariah yang yaitu : 1. Ia merasa terusik ketenangannya yang selama ini telah menikmati semua fasilitas dari bank konvensional seperti bunga tinggi , sehingga ketika ia mendengar bunga diharamkan ia mengkritik bank syariah dengan sekuat tenaganya. 2. Ia dibayar oleh orang lain untuk memberi pernyataan-pernyata an yang memojokkan bank syariah. 3. Ia pernah ditolak ketika mengajukan pembiayaan oleh bank syariah karena ia atau usahanya belum layak untuk dibiayai , lalu kecewa dan mengkritik bank syariah. 4. Ia memang belum memahami konsep bank syariah dg baik karena tidak lengkapnya informasi yang ia terima tentang bank syariah sehingga ia mengeluarkan pernyataan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional. 5. Ia sadar bunga bank itu haram namun karena keterbatasan jaringan bank syariah ia masih memakai bank konvensional untuk transaksi bisnisnya. 6. Ia sebenarnya cinta sekali dengan bank syariah karena menginginkan tetap terjaganya kredibilitas praktek bank syariah yang sedang berjalan di tanah air sehingga ia selalu mengeluarkan kritikan-kritikan yang ditujukan untuk menjaga kredibilitas praktek bank syariah. Nah, kalau melihat ke 6 jenis motivasi orang-orang yang tidak mau pake bank syariah atau yang mengkritik bank syariah, saya ingin bertanya kalau Pak Ahmad Ifham memang termasuk orang yang memiliki motivasi yang ke 6, apa dan bagaimana praktek bank syariah saat ini yang tidak kredibel itu? Karena pernyataan Pak Ahmad Ifham di bawah ini menyatakan bahwa bank syariah sekarang ini tidak kredibel prakteknya karena belum bisa menggerakkan masyarakat muslim memakai bank syariah: >>>>>>>>" Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu >>>>>>>>menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public >>>>>>>>figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau >>>>>>>>menyindir atau bahkan mengkritik mereka. Ini tergantung kredibilitas >>>>>>>>bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank syariah yang bicara dan >>>>>>>>menggerakkan hati mereka. Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank syariah." >>>>>>>>> Biar kita sama-sama bahas disini untuk mencari solusinya sehingga pernyataan Pak Ahmad Ifham tsb bisa terealisasi yaitu masyarakat akan bondong2 pake bank syariah, bukankan milis ini dibuat untuk mencari solusi setiap permasalahan ekonomi ummat? Mohon maaf atas segala kekurangan, Salam http://alihozi77. blogspot. com --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> wrote: > > Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu > menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public figure > untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau menyindir > atau bahkan mengkritik mereka. Ini tergantung kredibilitas bank syariah. > Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank syariah yang bicara dan menggerakkan hati > mereka. > > Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank > syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank > syariah. > > Regards, > Ahmad Ifham > > > > > > ____________ _________ _________ __ > From: Bara Ampera <bara.ampera@ ...> > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > Sent: Mon, January 18, 2010 2:08:15 PM > Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah > > > Lha kalo sang bos yang jadi teladan rakyat aja belum pake bank syariah gimana > orang awam mau pake. Coba suruh Pemerintah hanya pake bank syariah untuk > keperluan perbankan mereka.. selesai dah urusan ribet ini. > > > 2010/1/16 Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id> > > > > > Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
