Apa memang tidak ada pilihan lain selain:

-daging sapi mahal, atau
-daging babi haram

Apa tidak ada yg seperti Usman bin Affan yg membeli sumur dan membagikan airnya 
secara cuma2, sehingga memunculkan opsi lain yaitu;

-daging sapi murah (dan sehat, tidak perlu sampe gratis-lah), yg jauh lebih 
baik daripada daging babi haram

Atau ini semua memang sekedar BISNIS dan DAGANG semata? Untuk kepentingan 
pemegang saham (yg saya yakin: orang2nya bukan miskin)? 

--- On Mon, 1/25/10, Ahmad Ifham <[email protected]> wrote:

From: Ahmad Ifham <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah
To: [email protected]
Date: Monday, January 25, 2010, 5:03 PM







 



  


    
      
      
      Klo menurut saya, itulah konsekuensi tafsir ekonomi kekinian yang 
memanjakan diri dengan kondisi darurat atas pelaksanaan sistem ekonomi syariah 
dalam naungan sistem ekonomi konvensional. Tetap saja syariah akan melirik 
tingkat suku bunga dan berbagai indikasi lain, serta manajemen risiko, dan bla 
bla bla.

Semoga saja ada jawaban lain yang jujur terutama dari yang mengaku sebagai 
praktisi, sehingga bukan jawaban: pilih mana, daging sapi mahal dengan daging 
babi haram? Hehehe

Regards,
Ahmad Ifham

From: risnandar <risnand...@yahoo. com>
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Sent: Fri, January 22, 2010 10:53:54 AM
Subject: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah









 



    
      
      
      
Assalam alaikum wr wb,
Saya setuju dengan perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah. 
Prinsip dan operasional atau "daleman" yang dijalankan oleh bank syariah sangat 
berbeda dengan bank konvensional.
Dengan melihat sejarah Islam berikut, lebih lanjut, saya ingin menanyakan 
beberapa hal. Pada saat Shahabat-shahabat dari Rasulullah saw, seperti 
Abdurrahman bin Auf ra dan Ustman bin bin Affan ra masuk ke pasar di Madinah 
pada masa Rasulullah saw, yang pada saat itu dikuasai oleh kaum Yahudi yang 
menjalankan riba. Para Shahabat relatif cepat dalam "menetralkan" pasar dari 
sistem riba
 tersebut. Strategi apa yang digunakan, detailnya seperti apa? Saya tidak tahu, 
mungkin ada yang tahu? 
Apakah dengan "menjual" lebih mahal (dalam sistem
 pembiayaan) dari sistim riba (bunga) akan menjadi suatu strategi yang 
dijalankan pada saat itu? 
Mengapa dalam penetapan komponen pricing (selisih margin keuntungan) masih 
terpaku pada pola yang sama yang ditetapkan oleh bank konvensional yang 
menetapkan paradigma ekonomi konvensional prakteknya?
Jika ada yang tahu mohon berbagi, sebab saya masih penasaran dengan hal ini?
Kemudian jika ada yang tahu, beban biaya apakah yang begitu besar yang 
ditaggung leh bank syariah, sehingga pricing di bank syariah lebih besar dari 
bank konvensional?

Salam hangat,
Risnandar  



--- Pada Kam, 21/1/10, ali <ali.h...@yahoo. co.id> menulis:

Dari: ali <ali.h...@yahoo. co.id>
Judul: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: Menggugat Bank 
Syariah
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 12:30 AM















 
 



    
      
      
      Salam rekan-rekan milis dan moderator MES Yth,



Sebelum saya menjadi praktisi bank syariah tahun 2002 saya termasuk salah satu 
orang yang menyatakan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional, 
setelah diajak masuk berkiprah di bank syariah , saya baru sadar sepenuhnya 
bahwa konsep bank syariah berbeda jauh dg konsep bank konvensional. Dan selama 
berkiprah di bank syariah s/d saat ini saya bisa mengetahui beberapa motivasi 
orang-orang yang tidak mau pake bank syariah atau motivasi orang-orang yang 
mengkritik bank syariah yang yaitu :



1. Ia merasa terusik ketenangannya yang selama ini telah menikmati semua 
fasilitas dari bank konvensional seperti bunga tinggi , sehingga ketika ia 
mendengar bunga diharamkan ia mengkritik bank syariah dengan sekuat tenaganya.

2. Ia dibayar oleh orang lain untuk memberi pernyataan-pernyata an yang 
memojokkan bank syariah.

3. Ia pernah ditolak ketika mengajukan pembiayaan oleh bank syariah karena ia 
atau usahanya belum layak untuk dibiayai , lalu kecewa dan mengkritik bank 
syariah.

4. Ia memang belum memahami konsep bank syariah dg baik karena tidak lengkapnya 
informasi yang ia terima  tentang  bank syariah sehingga ia mengeluarkan 
pernyataan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional.

5. Ia sadar bunga bank itu haram namun karena keterbatasan jaringan bank 
syariah ia masih memakai bank konvensional untuk transaksi bisnisnya.

6. Ia sebenarnya cinta sekali dengan bank syariah karena menginginkan tetap 
terjaganya kredibilitas praktek bank syariah yang sedang berjalan di tanah air 
sehingga ia selalu mengeluarkan kritikan-kritikan yang ditujukan untuk menjaga 
kredibilitas praktek bank syariah.



Nah, kalau melihat ke 6 jenis motivasi orang-orang yang tidak mau pake bank 
syariah atau yang mengkritik bank syariah, saya ingin bertanya kalau Pak Ahmad 
Ifham memang termasuk orang yang memiliki motivasi yang ke 6,  apa dan 
bagaimana praktek bank syariah saat ini  yang tidak kredibel itu?  Karena 
pernyataan Pak Ahmad Ifham di bawah ini menyatakan bahwa bank syariah sekarang 
ini  tidak kredibel prakteknya karena belum bisa menggerakkan masyarakat muslim 
memakai bank syariah: 



>>>>>>>>" Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu 
>>>>>>>>menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public 
>>>>>>>>figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau 
>>>>>>>>menyindir atau bahkan mengkritik mereka. Ini tergantung kredibilitas 
>>>>>>>>bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank syariah yang bicara dan 
>>>>>>>>menggerakkan hati mereka.

 Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank 
syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank 
syariah." >>>>>>>>>

 

Biar kita sama-sama bahas disini untuk mencari solusinya sehingga pernyataan 
Pak Ahmad Ifham  tsb bisa terealisasi yaitu masyarakat akan bondong2 pake bank 
syariah, bukankan milis ini dibuat untuk mencari solusi setiap permasalahan 
ekonomi ummat? 



Mohon maaf atas segala kekurangan, 



Salam 



http://alihozi77. blogspot. com



--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> wrote:

>

> Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu 
> menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public figure 
> untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau menyindir 
> atau bahkan mengkritik mereka. Ini tergantung kredibilitas bank syariah. 
> Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank syariah yang bicara dan menggerakkan hati 
> mereka.

> 

> Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank 
> syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank 
> syariah.

> 

> Regards,

> Ahmad Ifham

> 

> 

> 

> 

> 

> ____________ _________ _________ __

> From: Bara Ampera <bara.ampera@ ...>

> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

> Sent: Mon, January 18, 2010 2:08:15 PM

> Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah

> 

>    

> Lha kalo sang bos yang jadi teladan rakyat aja belum pake bank syariah gimana 
> orang awam mau pake. Coba suruh Pemerintah hanya pake bank syariah untuk 
> keperluan perbankan mereka.. selesai dah urusan ribet ini.

> 

> 

> 2010/1/16 Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id>

> 

> >

> >





    
     



 







        Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
 Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br>
Cepat sebelum diambil orang lain!

    
     











      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke