Assalam alaikum wr wb,
Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Ustman ra pada saat itu, terlepas dari niat 
Beliau, lebih dari sekedar beramal Pak. Dengan melakukan hal itu (memberikan 
dengan gratis dagangannya) beliau secara tidak langsung telah men-tackle fungsi 
(belanja) negara yaitu mensubsidi, yang tujuannya agar kemampuan bertahan 
masyarakat dapat terjaga termasuk kemampuan perekonomiannya (baik secara 
langsung (dengan menjual apa yang dibagikan gratis) atau secara tidak 
langsung). Dimana keberlangsungan mereka juga merupakan keberlangsungan 
perekonomian secara keseluruhan. Walau terdapat fakta bahwa 80 % kekayaan dunia 
dipegang oleh 20% populasi dunia, tetap saja si populasi 20% tersebut tidak 
akan ada tanpa eksistensi dari si 80% populasi itu. 
Paradigma just profit memang sudah harus diubah, konsep CSR yang sesungguhnya, 
sebenarnya, secara luas dan mendalam bisa men-tackle isu ini. Keuntungan kaum 
papa sebenarnya merupakan keuntungan kaum berada juga. Mengapa harus takut? 
Status quo semu yang berusaha dipertahankan itu sebenarnya tidak perlu 
dianggap. Menempatkan paradigma memajukan ekonomi syariah untuk keuntungan Umat 
Islam lebih utama dari memajukan just profit. Kenapa harus takut...? Ketetapan 
itu milik 4WI, it is for the greater good.
Hadis berikut mengajarkan banyak hal:  
“You are supported and provided for no reasons EXCEPT because of the weak 
amongst you.” -Collected by Al-Bukhari
Sayang sekali jika pelajaran ini tidak diambil, Salah satu bank BUMN 
konvensional, Bank B*I, yang terkenal dengan kredit terhadap UMKM nya, 
mengambil pelajaran dari hal ini. Mereka memberikan pelatihan yang cukup mahal 
dengan gratis kepada para pengusaha kecil untuk meningkatkan 
skillnya...mengapa...? Meningkatnya skill pengusaha tersebut otomatis 
memperkecil risiko bank untuk defaultnya pembayaran kredit dari pelaku usaha 
(jika sudah menjadi nasabah) dan akan membuka peluang bisnis baru bagi bank 
(jika belum menjadi nasabah) dan akan menjadi amal untuk bank (jika si 
pengusaha memutuskan untuk tidak menjadi nasabah), atau bisa jadi semuanya.
Mengapa tidak menjual murah saja tapi tetap dapat untung..? Beban apakah yang 
sebegitu besar sehingga marjin itu tetap mahal..?
Mohon maaf jika tidak berkenan... 


--- Pada Rab, 27/1/10, Yu Sin <[email protected]> menulis:

Dari: Yu Sin <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 27 Januari, 2010, 3:21 PM















 
 



  


    
      
      
      Bisnis tentu boleh2 saja....



Tapi bisnis sambil bawa2 nama agama , belum pernah dalam sejarah kemilau
 Rasul dan sahabat saya temukan (CMIIW), mereka bisnis ya bisnis....g 
pake embel2 agama untuk kepentingan duniawi (keuntungan dagang), 
menghalau riba tidak dengan mencontoh praktek riba, tapi murni 
memberantasnya.


Ada yg bawa2 agama, misalnya Usman, saat membeli gandum yg diangkut 1000
 unta untk membantu fakir miskin, namun beliau berniaga dengan Allah, 
mengharapkan balasannya dari Allah (sebagaimana dialognya dgn kaum 
pedagang yg hendak membeli gandum tsb), bukan untuk memperluas usahanya.
 Nggak nyambung ya dgn BS? Iyalah, BS kan profit oriented, murni bisnis,
 CMIIW.



--- On Wed, 1/27/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:

From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, hwarangyusin@ ymail.com, 
risnand...@yahoo. com, ali.h...@yahoo. co.id, Arif.adiningrat@ gmail.com, 
mga...@syariahmandi ri.co.id
Cc: "merzagamal@ yahoo.com" <merzaga...@yahoo. com>
Date: Wednesday, January 27, 2010, 6:23 PM

Bank Syariah maju pesat? Pesat yang bagaimana? Pesatnya pertumbuhan Jumlah BUS 
dan UUS? Pesatnya pertumbuhan Aset, Laba, PYD dan DPK? Menjamurnya trend 
syariah di berbagai
 instrumen? Pesatnya pertambahan jumlah nasabah? 

Hmmm jelas ini urusan bisnis. Bisnis alias profit itu boleh. Tapi, berapa 
banyak faqir miskin yang diperhatikan oleh bank syariah? Seberapa sukses bank 
syariah andil dalam mengentaskan kemiskinan? Beranikah bank syariah memberikan 
tabungan gratis senilai 500rb perak kepada faqir miskin? Beranikah bank syariah 
memosisikan diri sebagai pengatur distribusi kekayaan? 

Ada baiknya industri perbankan syariah melakukan publikasi gencar terkait 
prestasinya terhadap faqir miskin, biar masyarakat makin yakin akan nilai lebih 
bank syariah. Dan sehingga bank syariah nggak di-CAP murni
 me-NOMORSATU- kan BISNIS.

Harapan terhadap sistem ekonomi syariah memang terlalu susah untuk 
direalisasikan. Munculnya harapan (tinggi) ini adalah wajar, seiring dengan 
janji manis konsep ekonomi syariah yang sudah disampaikan ke publik.

Pernahkan penggiat bank syariah benar2 mencermati bahwa sebagian besar 
masyarakat muslim yang faham Quran Hadits dan Fiqih tetap meyakini kehalalan 
bank konvensional? Bahkan ada juga yang menganggap bahwa syariah kurang lebih 
masih sama dengan konvensional? Apakah isu semacam ini merupakan wacana usang 
yang layak untuk diabaikan?

Akhirnya, karena alasan darurat, penggiat ekonomi syariah akan tetap berusaha 
memperbaiki diri sembari menghibur diri dengan tafsir ekonomi kekinian.

Mohon maaf karena alasan tertentu, email ini terpaksa saya sampaikan juga 
secara langsung ke beberapa rekan. Biar terbaca. Makasih.

Regards,
Ahmad Ifham
PT Anabatic Teknologi



From: Merza Gamal <mga...@syariahmandi ri.co.id>
To: "ekonomi-syariah@ yahoogroups. com" <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
Cc: "merzagamal@ yahoo.com" <merzaga...@yahoo. com>
Sent: Wed, January 27, 2010 4:46:57 PM
Subject: RE: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah








 



    
      
      
      


Saya rasa mahal dan murah itu relatif. Perlu kita ketahui bersama, bahwa 
sekarang sudah ada 7 Bank Umum Syariah dan hampir 30 Unit Usaha Syariah. Untuk 
diketahui pula tidak semua pembiayaan bank syariah
 lebih mahal dari pembiayaan bank konvensional. Jadi, rasanya tidak adil jika 
seseorang mendapatkan lebih mahal di sebuah bank syariah dibandingkan di sebuah 
bank konvensional, langsung men-judge bahwa semua yang dari bank syariah lebih 
mahal dari semua dari
 bank konvensional.
 
Dan menurut saya, pembahasan sperti ini adalah pembahasan awal-awal bank 
syariah berkembang di Indonesia 10 tahun yang lalu. Kondisi saat ini sudah jauh 
berbeda. Masyarakat tidak lagi membahasa bank syariah dari masalah halal
 dan haram semata, tapi sudah lebih jauh daripada itu. Jika dahulu bank syariah 
mempunyai persepsi sebagai bank untuk tabungan haji dan bank murabahah, 
sekarang bank syariah adalah sebagai beyond banking.....
 
Apa pun kata orang, ternyata bank syariah berkembang dengan pesat, dan mulai 
menimbulkan kepercayaan bagi para pemodal untuk terjun di bisnis perbankan 
syariah....
 
Wallahua'lam bishowab. Mohon maaf jika tak berkenan.
 
Wassalam
Merza Gamal
Pengkaji Sosial Ekonomi Islami
 


Dari: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [ekonomi-syariah@ yahoogroups. com] 
Atas Nama Yu Sin [hwarangyusin@ ymail.com]

Terkirim: 26 Januari 2010 21:34

Ke: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Subjek: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah





 







Apa memang tidak ada pilihan lain selain:



-daging sapi mahal, atau

-daging babi haram



Apa tidak ada yg seperti Usman bin Affan yg membeli sumur dan membagikan airnya 
secara cuma2, sehingga memunculkan opsi lain yaitu;



-daging sapi murah (dan sehat, tidak perlu sampe gratis-lah), yg jauh lebih 
baik daripada daging babi haram



Atau ini semua memang sekedar BISNIS dan DAGANG semata? Untuk kepentingan 
pemegang saham (yg saya yakin: orang2nya bukan miskin)?




--- On Mon, 1/25/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:



From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>

Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah

To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Date: Monday, January 25, 2010, 5:03 PM



 



Klo menurut saya, itulah konsekuensi tafsir ekonomi kekinian yang memanjakan 
diri dengan kondisi darurat atas pelaksanaan sistem ekonomi syariah dalam 
naungan sistem ekonomi konvensional. Tetap saja syariah akan melirik tingkat 
suku bunga dan berbagai
 indikasi lain, serta manajemen risiko, dan bla bla bla.



Semoga saja ada jawaban lain yang jujur terutama dari yang mengaku sebagai 
praktisi, sehingga bukan jawaban: pilih mana, daging sapi mahal dengan daging 
babi haram? Hehehe



Regards,

Ahmad Ifham







From: risnandar <risnand...@yahoo. com>

To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Sent: Fri, January 22, 2010 10:53:54 AM

Subject: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah



 









Assalam alaikum wr wb,



Saya setuju dengan perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah. 
Prinsip dan operasional atau "daleman" yang dijalankan oleh bank syariah sangat 
berbeda dengan bank konvensional.



Dengan melihat sejarah Islam berikut, lebih lanjut, saya ingin menanyakan 
beberapa hal. Pada saat Shahabat-shahabat dari Rasulullah saw, seperti 
Abdurrahman bin Auf ra dan Ustman bin bin Affan ra masuk ke pasar di Madinah 
pada masa Rasulullah saw, yang
 pada saat itu dikuasai oleh kaum Yahudi yang menjalankan riba. Para Shahabat 
relatif cepat dalam "menetralkan" pasar dari sistem riba tersebut. 
Strategi apa yang digunakan, detailnya seperti apa? Saya tidak tahu, mungkin 
ada yang tahu? 



Apakah dengan "menjual" lebih mahal (dalam sistem pembiayaan) dari sistim riba 
(bunga) akan menjadi suatu strategi yang dijalankan pada saat itu? 



Mengapa dalam penetapan komponen pricing (selisih margin keuntungan) masih 
terpaku pada pola yang sama yang ditetapkan oleh bank konvensional yang 
menetapkan paradigma ekonomi konvensional prakteknya?



Jika ada yang tahu mohon berbagi, sebab saya masih penasaran dengan hal ini?



Kemudian jika ada yang tahu, beban biaya apakah yang begitu besar yang 
ditaggung leh bank syariah, sehingga
pricing di bank syariah lebih besar dari bank konvensional?






Salam hangat,



Risnandar 
 










--- Pada Kam, 21/1/10, ali <ali.h...@yahoo. 
co.id> menulis:



Dari: ali <ali.h...@yahoo. co.id>

Judul: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: Menggugat Bank 
Syariah

Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 12:30 AM



 

Salam rekan-rekan milis dan moderator MES Yth,



Sebelum saya menjadi praktisi bank syariah tahun 2002 saya termasuk salah satu 
orang yang menyatakan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional, 
setelah diajak masuk berkiprah di bank syariah , saya baru sadar sepenuhnya 
bahwa konsep bank syariah
 berbeda jauh dg konsep bank konvensional. Dan selama berkiprah di bank syariah 
s/d saat ini saya bisa mengetahui beberapa motivasi orang-orang yang tidak mau 
pake bank syariah atau motivasi orang-orang yang mengkritik bank syariah yang 
yaitu :



1. Ia merasa terusik ketenangannya yang selama ini telah menikmati semua 
fasilitas dari bank konvensional seperti bunga tinggi , sehingga ketika ia 
mendengar bunga diharamkan ia mengkritik bank syariah dengan sekuat tenaganya.

2. Ia dibayar oleh orang lain untuk memberi pernyataan-pernyata an yang 
memojokkan bank syariah.

3. Ia pernah ditolak ketika mengajukan pembiayaan oleh bank syariah karena ia 
atau usahanya belum layak untuk dibiayai , lalu kecewa dan mengkritik bank 
syariah.

4. Ia memang belum memahami konsep bank syariah dg baik karena tidak lengkapnya 
informasi yang ia terima tentang bank syariah sehingga ia mengeluarkan 
pernyataan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional.

5. Ia sadar bunga bank itu haram namun karena keterbatasan jaringan bank 
syariah ia masih memakai bank konvensional untuk transaksi bisnisnya.

6.. Ia sebenarnya cinta sekali dengan bank syariah karena menginginkan tetap 
terjaganya kredibilitas praktek bank syariah yang sedang berjalan di tanah air 
sehingga ia selalu mengeluarkan kritikan-kritikan yang ditujukan untuk menjaga 
kredibilitas praktek bank
 syariah.



Nah, kalau melihat ke 6 jenis motivasi orang-orang yang tidak mau pake bank 
syariah atau yang mengkritik bank syariah, saya ingin bertanya kalau Pak Ahmad 
Ifham memang termasuk orang yang memiliki motivasi yang ke 6, apa dan bagaimana 
praktek bank syariah saat
 ini yang tidak kredibel itu? Karena pernyataan Pak Ahmad Ifham di bawah ini 
menyatakan bahwa bank syariah sekarang ini tidak kredibel prakteknya karena 
belum bisa menggerakkan masyarakat muslim memakai bank syariah:




>>>>>>>>" Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu 
>>>>>>>>menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public 
>>>>>>>>figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau 
>>>>>>>>menyindir atau bahkan mengkritik mereka.
 Ini tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank 
syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.

Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank 
syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank 
syariah." >>>>>>>>>



Biar kita sama-sama bahas disini untuk mencari solusinya sehingga pernyataan 
Pak Ahmad Ifham tsb bisa terealisasi yaitu masyarakat akan bondong2 pake bank 
syariah, bukankan milis ini dibuat untuk mencari solusi setiap permasalahan 
ekonomi ummat?




Mohon maaf atas segala kekurangan, 



Salam 



http://alihozi77. blogspot. com



--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> wrote:

>

> Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu 
> menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public figure 
> untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau menyindir 
> atau bahkan mengkritik mereka. Ini
 tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank 
syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.

> 

> Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank 
> syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank 
> syariah.

> 

> Regards,

> Ahmad Ifham

> 

> 

> 

> 

> 

> ____________ _________ _________ __

> From: Bara Ampera <bara.ampera@ ...>

> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

> Sent: Mon, January 18, 2010 2:08:15 PM

> Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah

> 

> 

> Lha kalo sang bos yang jadi teladan rakyat aja belum pake bank syariah gimana 
> orang awam mau pake. Coba suruh Pemerintah hanya pake bank syariah untuk 
> keperluan perbankan mereka.. selesai dah urusan ribet ini.

> 

> 

> 2010/1/16 Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id>

> 

> >

> >















Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru


Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!























Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be 
legally privileged and/or confidential and is intended only for the use of the 
addressee(s) . No addressee should forward, print, copy, or otherwise
 reproduce this message in any manner that would allow it to be viewed by any 
individual not originally listed as a recipient. If the reader of this message 
is not the intended recipient, you are here by notified that any unauthorized 
disclosure, dissemination,
 distribution, copying or the taking of any action in reliance on the 
information herein is strictly prohibited. If you have received this 
communication in error, please immediately notify the sender and delete this 
message. Unless it is made by the authorized
 person, any views expressed in this message are those of the individual sender 
and may not necessarily reflect the views of PT Bank Syariah Mandiri. No 
representation is made that this e-mail and any files attached are free of 
viruses or other defects. Virus
 scanning is recommended and is the responsibility of the recipient.






    
     









      


      

    
     

    
    


 



  











      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke