Bank Syariah maju pesat? Pesat yang bagaimana? Pesatnya pertumbuhan Jumlah BUS 
dan UUS? Pesatnya pertumbuhan Aset, Laba, PYD dan DPK? Menjamurnya trend 
syariah di berbagai instrumen? Pesatnya pertambahan jumlah nasabah? 

Hmmm jelas ini urusan bisnis. Bisnis alias profit itu boleh. Tapi, berapa 
banyak faqir miskin yang diperhatikan oleh bank syariah? Seberapa sukses bank 
syariah andil dalam mengentaskan kemiskinan? Beranikah bank syariah memberikan 
tabungan gratis senilai 500rb perak kepada faqir miskin? Beranikah bank syariah 
memosisikan diri sebagai pengatur distribusi kekayaan? 

Ada baiknya industri perbankan syariah melakukan publikasi gencar terkait 
prestasinya terhadap faqir miskin, biar masyarakat makin yakin akan nilai lebih 
bank syariah. Dan sehingga bank syariah nggak di-CAP murni me-NOMORSATU-kan 
BISNIS.

Harapan terhadap sistem ekonomi syariah memang terlalu susah untuk 
direalisasikan. Munculnya harapan (tinggi) ini adalah wajar, seiring dengan 
janji manis konsep ekonomi syariah yang sudah disampaikan ke publik.

Pernahkan penggiat bank syariah benar2 mencermati bahwa sebagian besar 
masyarakat muslim yang faham Quran Hadits dan Fiqih tetap meyakini kehalalan 
bank konvensional? Bahkan ada juga yang menganggap bahwa syariah kurang lebih 
masih sama dengan konvensional? Apakah isu semacam ini merupakan wacana usang 
yang layak untuk diabaikan?

Akhirnya, karena alasan darurat, penggiat ekonomi syariah akan tetap berusaha 
memperbaiki diri sembari menghibur diri dengan tafsir ekonomi kekinian.

Mohon maaf karena alasan tertentu, email ini terpaksa saya sampaikan juga 
secara langsung ke beberapa rekan. Biar terbaca. Makasih.

Regards,
Ahmad Ifham
PT Anabatic Teknologi






________________________________
From: Merza Gamal <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wed, January 27, 2010 4:46:57 PM
Subject: RE: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah

  
Saya rasa mahal dan murah itu relatif. Perlu kita ketahui bersama, bahwa 
sekarang sudah ada 7 Bank Umum Syariah dan hampir 30 Unit Usaha Syariah. Untuk 
diketahui pula tidak semua pembiayaan bank syariah lebih mahal dari pembiayaan 
bank konvensional. Jadi, rasanya tidak adil jika seseorang mendapatkan lebih 
mahal di sebuah bank syariah dibandingkan di sebuah bank konvensional, langsung 
men-judge bahwa semua yang dari bank syariah lebih mahal dari semua dari bank 
konvensional.
 
Dan menurut saya, pembahasan sperti ini adalah pembahasan awal-awal bank 
syariah berkembang di Indonesia 10 tahun yang lalu. Kondisi saat ini sudah jauh 
berbeda. Masyarakat tidak lagi membahasa bank syariah dari masalah halal dan 
haram semata, tapi sudah lebih jauh daripada itu. Jika dahulu bank syariah 
mempunyai persepsi sebagai bank untuk tabungan haji dan bank murabahah, 
sekarang bank syariah adalah sebagai beyond banking.....
 
Apa pun kata orang, ternyata bank syariah berkembang dengan pesat, dan mulai 
menimbulkan kepercayaan bagi para pemodal untuk terjun di bisnis perbankan 
syariah....
 
Wallahua'lam bishowab. Mohon maaf jika tak berkenan.
 
Wassalam
Merza Gamal
Pengkaji Sosial Ekonomi Islami
 

________________________________
 Dari: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [ekonomi-syariah@ yahoogroups. com] 
Atas Nama Yu Sin [hwarangyusin@ ymail.com]
Terkirim: 26 Januari 2010 21:34
Ke: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Subjek: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah


  
Apa memang tidak ada pilihan lain selain:

-daging sapi mahal, atau
-daging babi haram

Apa tidak ada yg seperti Usman bin Affan yg membeli sumur dan membagikan airnya 
secara cuma2, sehingga memunculkan opsi lain yaitu;

-daging sapi murah (dan sehat, tidak perlu sampe gratis-lah), yg jauh lebih 
baik daripada daging babi haram

Atau ini semua memang sekedar BISNIS dan DAGANG semata? Untuk kepentingan 
pemegang saham (yg saya yakin: orang2nya bukan miskin)? 

--- On Mon, 1/25/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:


>>From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
>>Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>>Menggugat Bank Syariah
>>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>Date: Monday, January 25, 2010, 5:03 PM
>
>
>  
>Klo menurut saya, itulah konsekuensi tafsir ekonomi kekinian yang memanjakan 
>diri dengan kondisi darurat atas pelaksanaan sistem ekonomi syariah dalam 
>naungan sistem ekonomi konvensional. Tetap saja syariah akan melirik tingkat 
>suku bunga dan berbagai
> indikasi lain, serta manajemen risiko, dan bla bla bla.
>
>>Semoga saja ada jawaban lain yang jujur terutama dari yang mengaku sebagai 
>>praktisi, sehingga bukan jawaban: pilih mana, daging sapi mahal dengan daging 
>>babi haram? Hehehe
>
>>Regards,
>>Ahmad Ifham
>
>
>
>
________________________________
 From: risnandar <risnand...@yahoo. com>
>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>Sent: Fri, January 22, 2010 10:53:54 AM
>Subject: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>Menggugat Bank Syariah
>
>  
>
>
>Assalam alaikum wr wb,
>
>
>Saya setuju dengan perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah. 
>Prinsip dan operasional atau "daleman" yang dijalankan oleh bank syariah 
>sangat berbeda dengan bank konvensional.
>
>
>Dengan melihat sejarah Islam berikut, lebih lanjut, saya ingin menanyakan 
>beberapa hal. Pada saat Shahabat-shahabat dari Rasulullah saw, seperti 
>Abdurrahman bin Auf ra dan Ustman bin bin Affan ra masuk ke pasar di Madinah 
>pada masa Rasulullah saw, yang
> pada saat itu dikuasai oleh kaum Yahudi yang menjalankan riba. Para Shahabat 
> relatif cepat dalam "menetralkan" pasar dari sistem riba tersebut. 
>Strategi apa yang digunakan, detailnya seperti apa? Saya tidak tahu, mungkin 
>ada yang tahu? 
>
>
>Apakah dengan "menjual" lebih mahal (dalam sistem pembiayaan) dari sistim riba 
>(bunga) akan menjadi suatu strategi yang dijalankan pada saat itu? 
>
>
>Mengapa dalam penetapan komponen pricing (selisih margin keuntungan) masih 
>terpaku pada pola yang sama yang ditetapkan oleh bank konvensional yang 
>menetapkan paradigma ekonomi konvensional prakteknya?
>
>
>Jika ada yang tahu mohon berbagi, sebab saya masih penasaran dengan hal ini?
>
>
>Kemudian jika ada yang tahu, beban biaya apakah yang begitu besar yang 
>ditaggung leh bank syariah, sehingga
>pricing di bank syariah lebih besar dari bank konvensional?
>
>
>
>
>Salam hangat,
>
>
>Risnandar 
> 
>
>
>
>
>
>>--- Pada Kam, 21/1/10, ali <ali.h...@yahoo. >co.id> menulis:
>
>
>>>>Dari: ali <ali.h...@yahoo. co.id>
>>>>Judul: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: Menggugat 
>>>>Bank Syariah
>>>>Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>>>Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 12:30 AM
>>
>>
>>  
>>Salam rekan-rekan milis dan moderator MES Yth,
>>
>>>>Sebelum saya menjadi praktisi bank syariah tahun 2002 saya termasuk salah 
>>>>satu orang yang menyatakan bahwa bank syariah sama saja dengan bank 
>>>>konvensional, setelah diajak masuk berkiprah di bank syariah , saya baru 
>>>>sadar sepenuhnya bahwa konsep bank syariah
>> berbeda jauh dg konsep bank konvensional. Dan selama berkiprah di bank 
>> syariah s/d saat ini saya bisa mengetahui beberapa motivasi orang-orang yang 
>> tidak mau pake bank syariah atau motivasi orang-orang yang mengkritik bank 
>> syariah yang yaitu :
>>
>>>>1. Ia merasa terusik ketenangannya yang selama ini telah menikmati semua 
>>>>fasilitas dari bank konvensional seperti bunga tinggi , sehingga ketika ia 
>>>>mendengar bunga diharamkan ia mengkritik bank syariah dengan sekuat 
>>>>tenaganya.
>>>>2. Ia dibayar oleh orang lain untuk memberi pernyataan-pernyata an yang 
>>>>memojokkan bank syariah.
>>>>3. Ia pernah ditolak ketika mengajukan pembiayaan oleh bank syariah karena 
>>>>ia atau usahanya belum layak untuk dibiayai , lalu kecewa dan mengkritik 
>>>>bank syariah.
>>>>4. Ia memang belum memahami konsep bank syariah dg baik karena tidak 
>>>>lengkapnya informasi yang ia terima tentang bank syariah sehingga ia 
>>>>mengeluarkan pernyataan bahwa bank syariah sama saja dengan bank 
>>>>konvensional.
>>>>5. Ia sadar bunga bank itu haram namun karena keterbatasan jaringan bank 
>>>>syariah ia masih memakai bank konvensional untuk transaksi bisnisnya.
>>>>6.. Ia sebenarnya cinta sekali dengan bank syariah karena menginginkan 
>>>>tetap terjaganya kredibilitas praktek bank syariah yang sedang berjalan di 
>>>>tanah air sehingga ia selalu mengeluarkan kritikan-kritikan yang ditujukan 
>>>>untuk menjaga kredibilitas praktek bank
>> syariah.
>>
>>>>Nah, kalau melihat ke 6 jenis motivasi orang-orang yang tidak mau pake bank 
>>>>syariah atau yang mengkritik bank syariah, saya ingin bertanya kalau Pak 
>>>>Ahmad Ifham memang termasuk orang yang memiliki motivasi yang ke 6, apa dan 
>>>>bagaimana praktek bank syariah saat
>> ini yang tidak kredibel itu? Karena pernyataan Pak Ahmad Ifham di bawah ini 
>> menyatakan bahwa bank syariah sekarang ini tidak kredibel prakteknya karena 
>> belum bisa menggerakkan masyarakat muslim memakai bank syariah:
>>
>>
>>>>>>>>>>>>" Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum 
>>>>>>>>>>>>mampu menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll 
>>>>>>>>>>>>para public figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan 
>>>>>>>>>>>>berarti meminta atau menyindir atau bahkan mengkritik mereka.
>> Ini tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank 
>> syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.
>>>>Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank 
>>>>syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake 
>>>>bank syariah." >>>>>>>>>
>>
>>>>Biar kita sama-sama bahas disini untuk mencari solusinya sehingga 
>>>>pernyataan Pak Ahmad Ifham tsb bisa terealisasi yaitu masyarakat akan 
>>>>bondong2 pake bank syariah, bukankan milis ini dibuat untuk mencari solusi 
>>>>setiap permasalahan ekonomi ummat?
>>
>>
>>>>Mohon maaf atas segala kekurangan, 
>>
>>>>Salam 
>>
>>http://alihozi77. blogspot. com
>>
>>>>--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> 
>>>>wrote:
>>>>>
>>>>> Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu 
>>>>> menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public 
>>>>> figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau 
>>>>> menyindir atau bahkan mengkritik mereka. Ini
>> tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank 
>> syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.
>>>>> 
>>>>> Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek 
>>>>> bank syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 
>>>>> pake bank syariah.
>>>>> 
>>>>> Regards,
>>>>> Ahmad Ifham
>>>>> 
>>>>> 
>>>>> 
>>>>> 
>>>>> 
>>>>> ____________ _________ _________ __
>>>>> From: Bara Ampera <bara.ampera@ ...>
>>>>> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>>>> Sent: Mon, January 18, 2010 2:08:15 PM
>>>>> Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah
>>>>> 
>>>>> 
>>>>> Lha kalo sang bos yang jadi teladan rakyat aja belum pake bank syariah 
>>>>> gimana orang awam mau pake. Coba suruh Pemerintah hanya pake bank syariah 
>>>>> untuk keperluan perbankan mereka.. selesai dah urusan ribet ini.
>>>>> 
>>>>> 
>>>>> 2010/1/16 Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id>
>>>>> 
>>>>> >
>>>>> >
>>
>> 
>
________________________________
 Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
>
>>Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
>>@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
>
> 

________________________________
 Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be 
legally privileged and/or confidential and is intended only for the use of the 
addressee(s) . No addressee should forward, print, copy, or otherwise reproduce 
this message in any manner that would allow it to be viewed by any individual 
not originally listed as a recipient. If the reader of this message is not the 
intended recipient, you are here by notified that any unauthorized disclosure, 
dissemination, distribution, copying or the taking of any action in reliance on 
the information herein is strictly prohibited. If you have received this 
communication in error, please immediately notify the sender and delete this 
message. Unless it is made by the authorized person, any views expressed in 
this message are those of the individual sender and may not necessarily reflect 
the views of PT Bank Syariah Mandiri. No representation is made that this 
e-mail and any files attached are
 free of viruses or other defects. Virus scanning is recommended and is the 
responsibility of the recipient.
 
 


      

Kirim email ke