Kalkulasi profit dalam sistem perbankan adalah akumulasi bukanlah per item produk yang menghasilkan keuntungan. Untuk kasus Mas Anto memungkinkan sekali bila sebenarnya profit Bank syariah khususnya pada produk berbasis mudharabah investment atau deposito mudarabah memang kecil berbanding dengan keuntungan produk perbankan lainnya. Berdasarkan Annual Indonesian Shariah Banking, Bank Indonesia, 2007 mengindikasikan bahwa komposisi financing perbankan syariah masih didominasi oleh tipe Murabahah (60%) dan mudharabah (20%). Selain itu, terkait konsep bagi hasil yang diberikan berdasarkan konsepsi, bahwa bank syariah tidak memberikan persentase bagi hasil di depan, namun hanya indicative rate berdasar situasi perekonomian, dan tidak ada capital gurantee atas capital yang kita inveskan. Krn prinsipnya dalam bagi hasil adalah rugi dan untung dibagi berdasarkan kesepakatan antara pihak. Karena model bagi hasil adalah proyek jangka panjang, maka unsur ketidakpastian akan situasi mendatang juga tinggi yang berarti juga liquiditas bank syariah dalam jangka waktu pembiyaan secara relatif akan berkurang. Karenanya, bank syariah membebankan capital cost untuk financing yang sudah mengcover anunticipated future cost dalam financing tersebut. Dengan kondisi demikian, walaupun perekonomian baik belum tentu tingkat bagi hasil tinggi karena pertimbangan faktor alokasi dana (financing) dan operasionalisasi perbankan terkait produk yang digunakan. Mohon maaf bila kurang berkenan Dimas Kusuma
________________________________ Dari: anto prastyo <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 15 April, 2010 08:14:54 Judul: [ekonomi-syariah] laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ??? Membaca berita bahwa laba bersih Bank Syariah Mandiri tahun 2009 melonjak 48,5% membawa berita gembira yang menunjukkan bahwa peran bank syariah semakin besar untuk perekonomian. ..namun yang jadi pertanyaan kok BAGI HASIL yg saya terima di tabungan justru tidak banyak perubahan ya...kalau dihitung tidak jauh berbada dgn bunga bank konvensional. ..apa ini yg namanya BAGI HASIL versi bank syariah di Indonesia... seharusnya- kan hasil yg sy terima berbanding lurus dgn hasil yg diterima bank (setelah memperhatikan adanya pertumbuhan modal+dpk tentunya)... padahal perhitungan laba bersih itu kan sudah nett, artinya semua biaya sudah masuk kedalam komponen pengurang laba, makanya disebut laba bersih...atau ada metode perhitungan lain yg sy tidak tau...???... Mohon penjelasan pihak yg berkompeten, ALASANNYA bagi hasil yang sy terima tidak naik sebesar kenaikan laba bersih yg diterima bank...terima kasih, mohon maaf kalau ada kesalahan... __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com
