hehehe .. jadi iseng nanya juga ..

" jadi apa benar deposan bank syariah siap juga berbagi rugi ? "
termakan biaya administrasi bulanan aja pada protes loh .. ; ) 
(lihat posting saya sebelumnya) 

afwan ... 
hanya mencoba melihat dari dua sisi ...

- budiana -

karyawan biasa .. 



To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 19 Apr 2010 21:55:46 -0700
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re: laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ???


















 



  


    
      
      
      nah ini jawaban yg paling masuk akal, BANK SYARIAH MERUBAH NISBAH BAGI 
HASIL DEPOSAN AGAR "TERLIHAT WAJAR" RETURNNYA DIBANDING DGN BUNGA...lalu yg jd 
pertanyaan apakah bank telah memberitahukan hal ini kpd nasabah...jika memang 
konsep penyesuaian nisbah bagi hasil ini yg terjadi, apa bedanya dgn konsep 
bunga ???...
 
justru dgn adanya nisbah tersebut yg membedakan antara deposan bank 
konvensional dgn konsep bunganya (TDK BERBAGI RESIKO, MAU BANK UNTUNG/RUGI, 
BUNGA YG DIDAPAT TETAP SESUAI DGN PASAR BUKAN HASIL USAHA), sedangkan bank 
syariah dgn nisbah BAGI HASIL (BERBAGI RESIKO, RETURN BERBANDING LURUS DGN 
HASIL USAHA BUKAN RATA2 PASAR, klo pun jika ada alasan apakah deposan bank 
syariah siap berbagi rugi, itukan hanya masalah manajemennya bagus/tidak, bisa 
saja disiasati dgn pencadangan laba yg lebih besar misalnya shg jika pd suatu 
periode rugi sudah ada pencadangan untuk itu)...jd apa benar bank syariah itu 
benar2 syariah pelaksanaanya ???
 


--- On Sun, 4/18/10, ekonom_ui <[email protected]> wrote:


From: ekonom_ui <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Re: laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ???
To: [email protected]
Date: Sunday, April 18, 2010, 11:44 PM


  


Laba bersih yg dilaporkan bank syariah adalah laba setelah hak bagi hasil/ 
bonus nasabah pemilik dana pihak ketiga (giro, tabungan, deposito) dibagikan. 
Jadi kalau bagi hasil meningkat, itu artinya setelah mereka menyisihkan hak 
yang mereka sebut beban bagi hasil dan beban bonus itu dikurangi dari 
pendapatannya, yang bisa berasal dari pendapatan pembiayaan (margin murabahah, 
bagi hasil mudharabah/ musyarakah, pendapatan sewa ijarah/ IMBT) maupun 
pendapatan berbasis jasa (fee-based income) lainnya. Pendapatan itu dikurangi 
lagi dengan beban2 lainnya, spt sewa kantor, gaji pegawai, overhead lainnya, 
pajak, dll.

Jadi korelasi bagi hasil adalah dengan pendapatan pembiayaan. Semakin besar 
pricing pembiayaan, berarti semakin besar bagi hasil yg akan diterima dengan 
asumsi nisbah yg tidak berubah. Setahu saya, BSM menurunkan nisbahnya ketika 
equivalent pasar ramai2 turun, tetapi BMI nisbahnya tetap. Namun, pricing 
pembiayaan kedua bank tersebut
 tidak turun jauh selama 2009. Ini sekadar perbandingan saja.

Akibatnya selisih (spread) pendapatan pembiayaan dan bagi hasil melebar. Ini 
juga yg menjadi alasan byk bank meningkat labanya.

Salam

Kindy Miftah
Pengamat dan Praktisi Perbankan Syariah

--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, "Achmad Khalil" <achmad.khalil@ ...> 
wrote:
>
> Tabungan bapak anto menggunakan tabungan wadiah atau mudharabah?
> 
> Banyak faktor yg mepengaruhi pak.
> Laba bersih bank berasal dari pendapatan pembiayaan, komposisi dana pihak 
> ketiga, komposisi danamurah, treasury, juga Fee Based Income, efisiensi biaya 
> oerasional ban, dll. Bbrp jenis pendapatan bank syariah juga ada yg tidak 
> dibagi hasilkan.
> 
> Sebagai perbandingan
 saja, laba bersih BRI Syariah (misalnya) negatif atau rugi sekian milyar, tp 
nasabah DPK tetap mendapat bagi hasil.
> 
> Demikian pak anto.
> Mungkin kurang sosialisasi & transparansi informasi ke nasabah perihal 
> seperti ini. 
> 
> Salam,
> A
> 
> 
> 
> - Achmad Khalil -
> 
> -----Original Message-----
> From: anto prastyo <Anto_Prastyo@ ...>
> Date: Wed, 14 Apr 2010 17:14:54 
> To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
> Subject: [ekonomi-syariah] laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ???
> 
> Membaca berita bahwa laba bersih Bank Syariah Mandiri tahun 2009 melonjak 
> 48,5% membawa berita gembira yang menunjukkan bahwa peran bank syariah 
> semakin besar untuk
 perekonomian. ..namun yang jadi pertanyaan kok BAGI HASIL yg saya terima di 
tabungan justru tidak banyak perubahan ya...kalau dihitung tidak jauh berbada 
dgn bunga bank konvensional. ..apa ini yg namanya BAGI HASIL versi bank syariah 
di Indonesia... seharusnya- kan hasil yg sy terima berbanding lurus dgn hasil 
yg diterima bank (setelah memperhatikan adanya pertumbuhan modal+dpk 
tentunya)... padahal perhitungan laba bersih itu kan sudah nett, artinya semua 
biaya sudah masuk kedalam komponen pengurang laba, makanya disebut laba 
bersih...atau ada metode perhitungan lain yg sy tidak tau...???... Mohon 
penjelasan pihak yg berkompeten, ALASANNYA bagi hasil yang sy terima tidak naik 
sebesar kenaikan laba bersih yg diterima bank...terima kasih, mohon maaf kalau 
ada kesalahan...
>




      


    
     

    
    






                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke