terima kasih atas semua tanggapan dan informasi yang diberikan...sekedar 
informasi tabungan saya akadnya klo ga salah mudharabah (he3x...lupa2 inget 
tulisan perjanjiannya kecil2 banget soale)...saya paham dgn segala keterangan 
yg diberikan, mungkin saja :
1. Pertumbuhan DPK + Modal bank sebanding dgn pertumbuhan pendapatan shg 
terlihat tidak ada bedanya bagi hasil yg sy terima
2. Bank berhasil melakukan berbagai penghematan shg NI naik (tp apa segitu 
besarnya penghematan yg bs dilakukan)
3. Fee Based Income yg tumbuh sedemikian pesatnya shg NI melonjak
4. Faktor lainnya 
 
Saya sudah menjadi nasabah bank syariah kurang lebih 6 tahun, selama 6 th 
tersebut yg sy baca laba bersih bank2 syariah di Indonesia selalu naik dan 
kenaikannya tdk kecil DOUBLE DIGIT (kecuali th 2008 klo ga salah ada bbrp bank 
syariah yg NI-nya turun)...tapi kenapa bagi hasil yg sy terima sy perhatikan 
selalu rumusnya = BUNGA BANK + 2 ATAU 3 %, saya coba hitung bagi hasil di buku 
tabungan saya sekarang sekitar 4 atau 5 %, sy coba cek bunga di market benar 
saja tabungan di bawah 100 jt paling besar hanya 3,5 %...padahal th 2007 s/d 
2008 sy pernah menikmati bagi hasil mencapai 11 % disaat bunga bank rata2 
antara 7% s/d 12 %...yg sy bingung ketika ada berita LABA BERSIH SELALU NAIK 
(apalagi asetnya) TAPI KOK BAGI HASIL SAYA BISA NAIK TURUN YA (korelasinya 
positif dgn BI Rate dan bukan perekonomian)...
semester ke 2 th 2008 sampai semester 1 th 2009 ekonomi indonesia sedang 
diguncang imbas subprime mortgage (yg katanya hampir krisis sistemik, npl semua 
bank naik, car turun) tapi bagi hasil yg sy terima tetap tinggi diatas 7%, 
sedangkan sekarang ekonomi rebound dan banyak berita perusahaan mulai profit 
kembali dan npl turun serta car meningkat lagi, eeeh malah bagi hasil sy turun 
hanya sekitar 4 %...
pertanyaan ini sy buat karena sy rasa ilmu ekonomi syariah di Indonesia skrg 
bukan kondisi darurat lagi (bahkan sudah ada fatwa haram bunga bank), sudah 
banyak banker dan praktisi syariah yg bisa sy tanya dan harusnya lebih 
kritis...seandainya ada bank penyimpan emas / dinar (faktor keamanan bukan safe 
deposit box), sy akan menjadi nasabah pertama yg memindahkan uang sy di bank 
syariah menjadi dinar (sy tdk rela uang sy termakan inflasi dimana inflasi 
Indonesia selalu diatas bunga bank)...terima kasih, maaf klo ada kesalahan...


--- On Wed, 4/14/10, anto prastyo <[email protected]> wrote:


From: anto prastyo <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ???
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 14, 2010, 5:14 PM


  







Membaca berita bahwa laba bersih Bank Syariah Mandiri tahun 2009 melonjak 48,5% 
membawa berita gembira yang menunjukkan bahwa peran bank syariah semakin besar 
untuk perekonomian. ..namun yang jadi pertanyaan kok BAGI HASIL yg saya terima 
di tabungan justru tidak banyak perubahan ya...kalau dihitung tidak jauh 
berbada dgn bunga bank konvensional. ..apa ini yg namanya BAGI HASIL versi bank 
syariah di Indonesia... seharusnya- kan hasil yg sy terima berbanding lurus dgn 
hasil yg diterima bank (setelah memperhatikan adanya pertumbuhan modal+dpk 
tentunya)... padahal perhitungan laba bersih itu kan sudah nett, artinya semua 
biaya sudah masuk kedalam komponen pengurang laba, makanya disebut laba 
bersih...atau ada metode perhitungan lain yg sy tidak tau...???... Mohon 
penjelasan pihak yg berkompeten, ALASANNYA bagi hasil yang sy terima tidak naik 
sebesar kenaikan laba bersih yg diterima bank...terima kasih, mohon maaf kalau 
ada kesalahan...








      

Kirim email ke