--- In [email protected], "ekonom_ui" <ekonom...@...> wrote:
>
> 
> Laba bersih yg dilaporkan bank syariah adalah laba setelah hak bagi hasil/ 
> bonus nasabah pemilik dana pihak ketiga (giro, tabungan, deposito) dibagikan. 
> Jadi kalau LABA BERSIH meningkat, itu artinya setelah mereka menyisihkan hak 
> yang mereka sebut beban bagi hasil dan beban bonus itu dikurangi dari 
> pendapatannya, yang bisa berasal dari pendapatan pembiayaan (margin 
> murabahah, bagi hasil mudharabah/ musyarakah, pendapatan sewa ijarah/ IMBT) 
> maupun pendapatan berbasis jasa (fee-based income) lainnya. Pendapatan itu 
> dikurangi lagi dengan beban2 lainnya, spt sewa kantor, gaji pegawai, overhead 
> lainnya, pajak, dll.
> 
> Jadi korelasi bagi hasil adalah dengan pendapatan pembiayaan. Semakin besar 
> pricing pembiayaan, berarti semakin besar bagi hasil yg akan diterima dengan 
> asumsi nisbah yg tidak berubah. Setahu saya, BSM menurunkan nisbahnya ketika 
> equivalent pasar ramai2 turun, tetapi BMI nisbahnya tetap. Namun, pricing 
> pembiayaan kedua bank tersebut tidak turun jauh selama 2009. Ini sekadar 
> perbandingan saja.
> 
> Akibatnya selisih (spread) pendapatan pembiayaan dan bagi hasil melebar 
> karena equivalent rate dana pihak ketiga turun lebih besar daripada penurunan 
> pricing pembiayaan. Ini juga yg menjadi alasan byk bank-bank umum meningkat 
> labanya.
> 
> Salam
> 
> Kindy Miftah
> Pengamat dan Praktisi Perbankan Syariah
> 
> 
> --- In [email protected], "Achmad Khalil" <achmad.khalil@> 
> wrote:
> >
> > Tabungan bapak anto menggunakan tabungan wadiah atau mudharabah?
> > 
> > Banyak faktor yg mepengaruhi pak.
> > Laba bersih bank berasal dari pendapatan pembiayaan, komposisi dana pihak 
> > ketiga, komposisi danamurah, treasury, juga Fee Based Income, efisiensi 
> > biaya oerasional ban, dll. Bbrp jenis pendapatan bank syariah juga ada yg 
> > tidak dibagi hasilkan.
> > 
> > Sebagai perbandingan saja, laba bersih BRI Syariah (misalnya) negatif atau 
> > rugi sekian milyar, tp nasabah DPK tetap mendapat bagi hasil.
> > 
> > Demikian pak anto.
> > Mungkin kurang sosialisasi & transparansi informasi ke nasabah perihal 
> > seperti ini. 
> > 
> > Salam,
> > A
> > 
> > 
> > 
> > - Achmad Khalil -
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: anto prastyo <Anto_Prastyo@>
> > Date: Wed, 14 Apr 2010 17:14:54 
> > To: <[email protected]>
> > Subject: [ekonomi-syariah] laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ???
> > 
> > Membaca berita bahwa laba bersih Bank Syariah Mandiri tahun 2009 melonjak 
> > 48,5% membawa berita gembira yang menunjukkan bahwa peran bank syariah 
> > semakin besar untuk perekonomian...namun yang jadi pertanyaan kok BAGI 
> > HASIL yg saya terima di tabungan justru tidak banyak perubahan ya...kalau 
> > dihitung tidak jauh berbada dgn bunga bank konvensional...apa ini yg 
> > namanya BAGI HASIL versi bank syariah di Indonesia...seharusnya-kan hasil 
> > yg sy terima berbanding lurus dgn hasil yg diterima bank (setelah 
> > memperhatikan adanya pertumbuhan modal+dpk tentunya)...padahal perhitungan 
> > laba bersih itu kan sudah nett, artinya semua biaya sudah masuk kedalam 
> > komponen pengurang laba, makanya disebut laba bersih...atau ada metode 
> > perhitungan lain yg sy tidak tau...???...Mohon penjelasan pihak yg 
> > berkompeten, ALASANNYA bagi hasil yang sy terima tidak naik sebesar 
> > kenaikan laba bersih yg diterima bank...terima kasih, mohon maaf kalau ada 
> > kesalahan...
> >
>


Kirim email ke