haha..bener juga. jadi ingat banyak yg kritik bang shariah masih
terlalu mengandalkan murabaha dan kurang memanfaatkan musharaka yang
sebenarnya pembeda dg bank konvensional. tp apa pemegang saham bank
shariah itu siap berbagi rugi? :)
pada akhirnya bank shariah jg harus berkompetisi dg bank konvensional.
saya sendiri berharap agar diskusi bank shariah beranjak menuju
bagaimana menciptakan inovasi yg syariah. hingga suatu saat bank
shariah bisa seperti Apple dengan iphone-nya yang orisinal, tidak
ikut2an Microsoft dan dikejar byk orang :)
On 22-Apr-2010, at 9:08 AM, budiana s.w. <[email protected]> wrote:
hehehe .. jadi iseng nanya juga ..
" jadi apa benar deposan bank syariah siap juga berbagi rugi ? "
termakan biaya administrasi bulanan aja pada protes loh .. ; )
(lihat posting saya sebelumnya)
afwan ...
hanya mencoba melihat dari dua sisi ...
- budiana -
karyawan biasa ..
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 19 Apr 2010 21:55:46 -0700
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re: laba bersih BSM naik 48,5%, kok
bisa ???
nah ini jawaban yg paling masuk akal, BANK SYARIAH MERUBAH NISBAH
BAGI HASIL DEPOSAN AGAR "TERLIHAT WAJAR" RETURNNYA DIBANDING DGN
BUNGA...lalu yg jd pertanyaan apakah bank telah memberitahukan hal
ini kpd nasabah...jika memang konsep penyesuaian nisbah bagi hasil
ini yg terjadi, apa bedanya dgn konsep bunga ???...
justru dgn adanya nisbah tersebut yg membedakan antara deposan bank
konvensional dgn konsep bunganya (TDK BERBAGI RESIKO, MAU BANK
UNTUNG/RUGI, BUNGA YG DIDAPAT TETAP SESUAI DGN PASAR BUKAN HASIL
USAHA), sedangkan bank syariah dgn nisbah BAGI HASIL (BERBAGI
RESIKO, RETURN BERBANDING LURUS DGN HASIL USAHA BUKAN RATA2 PASAR,
klo pun jika ada alasan apakah deposan bank syariah siap berbagi
rugi, itukan hanya masalah manajemennya bagus/tidak, bisa saja
disiasati dgn pencadangan laba yg lebih besar misalnya shg jika pd
suatu periode rugi sudah ada pencadangan untuk itu)...jd apa benar
bank syariah itu benar2 syariah pelaksanaanya ???
--- On Sun, 4/18/10, ekonom_ui <[email protected]> wrote:
From: ekonom_ui <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Re: laba bersih BSM naik 48,5%, kok
bisa ???
To: [email protected]
Date: Sunday, April 18, 2010, 11:44 PM
Laba bersih yg dilaporkan bank syariah adalah laba setelah hak bagi
hasil/ bonus nasabah pemilik dana pihak ketiga (giro, tabungan,
deposito) dibagikan. Jadi kalau bagi hasil meningkat, itu artinya
setelah mereka menyisihkan hak yang mereka sebut beban bagi hasil
dan beban bonus itu dikurangi dari pendapatannya, yang bisa berasal
dari pendapatan pembiayaan (margin murabahah, bagi hasil mudharabah/
musyarakah, pendapatan sewa ijarah/ IMBT) maupun pendapatan berbasis
jasa (fee-based income) lainnya. Pendapatan itu dikurangi lagi
dengan beban2 lainnya, spt sewa kantor, gaji pegawai, overhead
lainnya, pajak, dll.
Jadi korelasi bagi hasil adalah dengan pendapatan pembiayaan.
Semakin besar pricing pembiayaan, berarti semakin besar bagi hasil
yg akan diterima dengan asumsi nisbah yg tidak berubah. Setahu saya,
BSM menurunkan nisbahnya ketika equivalent pasar ramai2 turun,
tetapi BMI nisbahnya tetap. Namun, pricing pembiayaan kedua bank
tersebut tidak turun jauh selama 2009. Ini sekadar perbandingan saja.
Akibatnya selisih (spread) pendapatan pembiayaan dan bagi hasil
melebar. Ini juga yg menjadi alasan byk bank meningkat labanya.
Salam
Kindy Miftah
Pengamat dan Praktisi Perbankan Syariah
--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, "Achmad Khalil"
<achmad.khalil@ ...> wrote:
>
> Tabungan bapak anto menggunakan tabungan wadiah atau mudharabah?
>
> Banyak faktor yg mepengaruhi pak.
> Laba bersih bank berasal dari pendapatan pembiayaan, komposisi
dana pihak ketiga, komposisi danamurah, treasury, juga Fee Based
Income, efisiensi biaya oerasional ban, dll. Bbrp jenis pendapatan
bank syariah juga ada yg tidak dibagi hasilkan.
>
> Sebagai perbandingan saja, laba bersih BRI Syariah (misalnya)
negatif atau rugi sekian milyar, tp nasabah DPK tetap mendapat bagi
hasil.
>
> Demikian pak anto.
> Mungkin kurang sosialisasi & transparansi informasi ke nasabah
perihal seperti ini.
>
> Salam,
> A
>
>
>
> - Achmad Khalil -
>
> -----Original Message-----
> From: anto prastyo <Anto_Prastyo@ ...>
> Date: Wed, 14 Apr 2010 17:14:54
> To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
> Subject: [ekonomi-syariah] laba bersih BSM naik 48,5%, kok bisa ???
>
> Membaca berita bahwa laba bersih Bank Syariah Mandiri tahun 2009
melonjak 48,5% membawa berita gembira yang menunjukkan bahwa peran
bank syariah semakin besar untuk perekonomian. ..namun yang jadi
pertanyaan kok BAGI HASIL yg saya terima di tabungan justru tidak
banyak perubahan ya...kalau dihitung tidak jauh berbada dgn bunga
bank konvensional. ..apa ini yg namanya BAGI HASIL versi bank
syariah di Indonesia... seharusnya- kan hasil yg sy terima
berbanding lurus dgn hasil yg diterima bank (setelah memperhatikan
adanya pertumbuhan modal+dpk tentunya)... padahal perhitungan laba
bersih itu kan sudah nett, artinya semua biaya sudah masuk kedalam
komponen pengurang laba, makanya disebut laba bersih...atau ada
metode perhitungan lain yg sy tidak tau...???... Mohon penjelasan
pihak yg berkompeten, ALASANNYA bagi hasil yang sy terima tidak naik
sebesar kenaikan laba bersih yg diterima bank...terima kasih, mohon
maaf kalau ada kesalahan...
>
New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.