Wa'alaikum salam wr wb,
Kalau begitu berarti belum sesuai syari'ah.
Syari'ah Islam itu mempermudah. Bukan memperberat ummat.
Coba kaji ayat di bawah:
”Dan
jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh
sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang)
itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” [Al Baqarah:280]  
 
”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” [Al 
Baqarah:276]http://media-islam.or.id/2007/09/26/bank-syariah-harusnya-mempermudah-rahmatan-lil-alamiin/

Syari'ah itu jangan hanya sekedar label atau barang dagangan. Tapi juga harus 
benar secara substantif.

Wassalam


===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

Milis Ekonomi Nasional: [email protected]

Belajar Islam via SMS:

http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone

--- Pada Rab, 14/4/10, Dimas Kusuma <[email protected]> menulis:

Dari: Dimas Kusuma <[email protected]>
Judul: Bls: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 14 April, 2010, 9:33 PM







 



  


    
      
      
      Assalamualikum, Wr,Wb
Sungguh pertanyaan yang menarik dan menggelitik terkait isu cost di perbankan 
syariah lebih mahal. Memang kita mengakui bahwa cost di perbankan syariah lebih 
mahal mengingat aspek operasionalisasi dan nature yang berbeda dari 
konvensional bank, yaitu :
1. Operasionalisasi perbankan syariah yang interest free based memberikan 
dampak pada bank syariah terlepas total dari kegamangan akan fluktuasi interest 
rate. Sehingga, bank syariah sebagai commercial parties yang juga mengharap 
keuntungan dari usahanya melakukan konpensasi dengan mematok setiap pinjaman 
dengan sistem fixed rate dimana dalam fixed rate cost itu sudah memasukkan 
unsur unanticipated future fluctuation. 
2. Perlu diingat bahwa Indonesia saat ini menerapkan dual banking system dimana 
tak bisa dipungkiri pula bahwa fluktuasi  interest rate pada conventional banks 
akan memberikan pengaruh dan sekaligus dorongan pada Islamic Banks untuk 
menyesuaikan tingkat pengembalian imbal hasilnya. Oleh karena dalam perbankan 
Islam, setiap pembiayaan atau deposit yang ditawarkan tidak diizinkan (1) 
memberikan persentase imbal hasil di depan, bilapun ada adalah sebagai 
indicative rate, dan (2) tidak ada capital guarantaee pada deposito yang 
diinveskan, example, mudarabah investment account. Sehinggalah Islamic bank 
membebankan biaya modal yang tinggi pada setiap financing proposal dengan 
tujuan liquidity safeguard, dan commercial risk aversion. 
 
Pendek kata, pembebanan fees yang tinggi pada Islamic bank sesungguhnya adalah 
upaya untuk meminimalkan unsur-unsur gharar, riba, dan maysir pada praktik dan 
transaksi dalam sistem perbankan. 
Mohon maaf bila ada kesalahan dan khilaf
wassalamualikum, wr,wb
Dimas Kusuma





Dari: Irwan <irwansi...@yahoo. com>
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Terkirim: Rab, 14 April, 2010 23:58:37
Judul: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?

  

Banyak Orang ketika melihat brosur pinjaman modal usaha/pembiayaan syariah 
lainnya banyak yang mengeluh:
1. "Loh Kok Ini lebih Mahal dari Bank Konvensional? "
2. "Kok Bunga di Bank Syariah lebih besar?"
3. dll
Kenapa Begitu y?
Kok bisa pernyataan ini bisa terucap?
ada yang bisa kasih wejangan?
atau kenapa y pernyataan kedua bisa terucap seperti itu y?




____________ _________ _________ _________ _________ __
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail. yahoo.com 

    
     

    
    


 



  





Kirim email ke