maksud saya uang konvensional adalah uang kertas yang kita pake sekarang ini, yang tidak ada backup harta nya sama sekali or tidak sebanding dengan harta yang ada. jadi misalnya Bank Indonesia mengeluarkan rupiah apakah bank indonesia punya harta yang harganya sebanding dengan jumlah rupiah yang beredar
demikian juga jika bank sentral nya USA (Fed) mengeluarkan USD, apakah mereka punya kekayaan yang sebanding dengan jumlah USD yang beredar ? karena klo sekarang kita pegang uang USD 100, itu ngk beda dengan kertas toilet yang dituliskan tulisan USD 100, cuma bedanya, krn yang mencetak USD 100 itu The Fed, kita percaya aja beda dengan jika kita pake dinar dirham, nilai uang dinar dirham itu ya emang ada di dinar dirham itu, bukan keputusan sepihak dari bank sentral yang mengeluarkan jadi yang saya maksudkan klo bank syariah masih beroperasi dengan menggunakan uang konvensional (bukan dinar dirham), selamanya akan direpotkan dengan behaviour uang konvensional yang nilainya sering di'goreng' oleh para spekulan, sehingga ujung2nya bank syariah harus pasang harga tinggi utk pembiayaan agar dpt mengantisipasi ulah para spekulan tsb CMIIW :) 2010/4/16 Achmad Khalil <[email protected]> > > > Maksud anda bagaimana? Diatas uang konvensional? > > > - Achmad Khalil - > ------------------------------ > *From: * rudi hidayat <[email protected]> > *Date: *Thu, 15 Apr 2010 17:17:55 +0700 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal? > > > > IMHO, > karena bank syariah menjalankan praktek syariah diatas dasar uang > konvensional yang non syariah, dimana uang itu rawan dipermainkan spekulan > akhirnya customer yg dibebankan :( > > >
