IMHO,
karena bank syariah menjalankan praktek syariah diatas dasar uang
konvensional yang non syariah, dimana uang itu rawan dipermainkan spekulan
akhirnya customer yg dibebankan :(

2010/4/15 A Nizami <[email protected]>

>
>
> Wa'alaikum salam wr wb,
> Kalau begitu berarti belum sesuai syari'ah.
> Syari'ah Islam itu mempermudah. Bukan memperberat ummat.
> Coba kaji ayat di bawah:
>
> ”Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh
> sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,
> lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” [Al Baqarah:280]
>
>  ”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” [Al Baqarah:276]
>
>
> http://media-islam.or.id/2007/09/26/bank-syariah-harusnya-mempermudah-rahmatan-lil-alamiin/
>
> Syari'ah itu jangan hanya sekedar label atau barang dagangan. Tapi juga
> harus benar secara substantif.
>
> Wassalam
>
>
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
> Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
> Belajar Islam via SMS:
>
> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone
>
> --- Pada *Rab, 14/4/10, Dimas Kusuma <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: Dimas Kusuma <[email protected]>
> Judul: Bls: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
>
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 14 April, 2010, 9:33 PM
>
>
>
>
> Assalamualikum, Wr,Wb
> Sungguh pertanyaan yang menarik dan menggelitik terkait isu cost di
> perbankan syariah lebih mahal. Memang kita mengakui bahwa cost di perbankan
> syariah lebih mahal mengingat aspek operasionalisasi dan nature yang berbeda
> dari konvensional bank, yaitu :
> 1. Operasionalisasi perbankan syariah yang interest free based memberikan
> dampak pada bank syariah terlepas total dari kegamangan akan fluktuasi
> interest rate. Sehingga, bank syariah sebagai commercial parties yang juga
> mengharap keuntungan dari usahanya melakukan konpensasi dengan mematok
> setiap pinjaman dengan sistem fixed rate dimana dalam fixed rate cost itu
> sudah memasukkan unsur unanticipated future fluctuation.
> 2. Perlu diingat bahwa Indonesia saat ini menerapkan dual banking system
> dimana tak bisa dipungkiri pula bahwa fluktuasi  interest rate pada
> conventional banks akan memberikan pengaruh dan sekaligus dorongan pada
> Islamic Banks untuk menyesuaikan tingkat pengembalian imbal hasilnya. Oleh
> karena dalam perbankan Islam, setiap pembiayaan atau deposit yang
> ditawarkan tidak diizinkan (1) memberikan persentase imbal hasil di
> depan, bilapun ada adalah sebagai indicative rate, dan (2) tidak ada capital
> guarantaee pada deposito yang diinveskan, example, mudarabah investment
> account. Sehinggalah Islamic bank membebankan biaya modal yang tinggi pada
> setiap financing proposal dengan tujuan liquidity safeguard, dan commercial
> risk aversion.
>
> Pendek kata, pembebanan fees yang tinggi pada Islamic bank sesungguhnya
> adalah upaya untuk meminimalkan unsur-unsur gharar, riba, dan maysir pada
> praktik dan transaksi dalam sistem perbankan.
> Mohon maaf bila ada kesalahan dan khilaf
> wassalamualikum, wr,wb
> Dimas Kusuma
>
>  ------------------------------
> *Dari:* Irwan <irwansi...@yahoo. com>
> *Kepada:* ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> *Terkirim:* Rab, 14 April, 2010 23:58:37
> *Judul:* [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
>
>
>
> Banyak Orang ketika melihat brosur pinjaman modal usaha/pembiayaan syariah
> lainnya banyak yang mengeluh:
> 1. "Loh Kok Ini lebih Mahal dari Bank Konvensional? "
> 2. "Kok Bunga di Bank Syariah lebih besar?"
> 3. dll
> Kenapa Begitu y?
> Kok bisa pernyataan ini bisa terucap?
> ada yang bisa kasih wejangan?
> atau kenapa y pernyataan kedua bisa terucap seperti itu y?
>
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ __
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap
> spam
> http://id.mail. yahoo.com
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke