Saya mendukung usaha anda. Sebenarnya hal ini bukan saja terjadi di kementerian saudara zamal, tapi juga sebuah lembaga negara yudikatif. Kebetulan pengalaman saudara zamal mirip dengan pengalaman kawan saya di lembaga ini.
Kita hanya bisa menerka2 saja (jangan terjerumus suudzan) kenapa tidak diizinkan untuk studi lagi padahal Insya Allah ini kan untuk negeri tercinta dan juga keluarga. Bukan hanya kultur birokrasi saja yang perlu diperbaiki, namun sistem birokrasi yang menyangkut kepegawaian yang perlu juga diperbaiki agar kawan-kawan seperti saudara zamal bisa melanjutkan studi dan posisi yang ditinggalkan bisa diisi sementara oleh orang lain. Kalau memang diancam untuk diberhentikan, tidak usah takut untuk berhenti dari PNS. Rezeki ga kemana karena semua diatur Allah. Mengabdi negara bukan hanya melalui jalur PNS, namun juga ada jalur lain yang bisa ditempuh (banyak...banyak sekali). Mudah2an studi anda sukses dan sukses juga dalam karir dan profesi. Amiiin.... Best Regards, Muhammad Faiz Aziz "Character is like a tree and reputation like its shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing," Abraham Lincoln (1809 - 1865), ________________________________ From: Nasution <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, June 9, 2010 8:00:30 AM Subject: [ekonomi-syariah] OOT: PNS ijin Ph.D. diancam PHK Assalamu'alaikum, bukan curhat saja, tapi saya berusaha membuktikan bahwa kultur birokrasi yang menghambat harus dilawan!! saya baru saja diangkat menjadi pns golongan III-b usia 28 tahun. alhamdulillah, insyaAlloh tengah bulan juni ini, saya berangkat ke thailand untuk studi Ph.D. ekonomi. meskipun pengumuman adb 2010 belum terbit, namun saya tidak ingin akhirnya gagal studi akibat pengumuman ADB melampaui tanggal terakhir registrasi/dispensasi mulai kuliah. permasalahannya, saat saya minta ijin untuk studi, pimpinan kerja (kementerian di jalur medan merdeka) mengancam pemutusan hubungan kerja bila saya tetap berangkat tanpa adanya beasiswa yang bekerjasama dengan pemerintah (khususnya kementerian saya bekerja). saat menghadap, saya tegaskan bahwa saya siap untuk menerima konsekuensi dari upaya melanjutkan studi. saya percaya menempuh studi Ph.D. tidaklah merugikan institusi apalagi negara ini karena saya tetap kembali untuk mengabdi di Indonesia tercinta. salam perubahan!! wassalamu'alaikum mhd. zamal nasution.
