Salamu`alaikum untuk Ust. Qalam -sayang saya tidak tahu nama Asli saudara, 
padahal saya ingin sekali menyapanya. tapi minimla izinkan saya memanggil Anda 
Ust.-. saya sangat2 terimakasih atas pencerahan yang saudara sampaikan, betul2 
menjawab apa yang membingungkan saya selama ini walaupun ada yg masih tersisa. 
mudah2an untuk sisax Ust. Qalam juga berkenan memberikan pencerahan.
  saya berusaha sebisa mungkin membaca buku apa saja, asal ada kesempatan pasti 
saya usahakan membaca. termasuk buku2 Syi`ah, sampai detik ini saya g` tahu 
penganut apa. biarkan waktu yg akan menentukan, yg pasti menjadi apa saja harus 
didukung argument yg kuat. apa alasan saya menjadi Sunni atau syi`ahUst. Qalam 
masa sih kedua madzhab tsb g` akan pernah bisa ketemu? keduanya kan produk 
sejarah, zaman Nabi Saw sendiri kan g` ada itu? 
  kadang saya berfikir untuk tidak terjebak masuk pada dua kelompok besar itu, 
tapi lagi2 saya akan terjebak pada pembentukan kelompok ketiga; madzhab LASUSI 
(bukan sunni dan bukan syiah).     
    (penting g` siiiiiiiiieh ngomongin masalah ini, kayaknya ngga penting2 amat 
deeeeeeeeeeeeeh).

qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Baik saya ingin menjawab pandangan saudara hasan

Pertama-tama tentang hadist "Ikhtilafu Ummati rahmat" itu adah hadist 
yang rendah derajat, yakni dhoif bahkan maudu' saya mendapati hal itu 
dari buku Sifat Sholat Nabi karya Shaikh M. Nassirudin Al-Bani 
(seorang ahli hadits) semoga alloh merahmatinya dalam mukaddimah 
pada catatan kaki. Dan silahkan anda lacak juga tentang derajat 
hadits tersebut dalam buku Silsilah Hadist dhoif dan maudu' karya 
shaikh 
Al-bani Gema Insani Pers. 
Ya itulah yang terjadi dimasyarakat dimana banyak tersebar luas hadits
-hadits yang derajat sanadnya lemah bahkan maudu sebagai pegangan 
agama, padahal kita tidak boleh mengamalkan dan meyakini 
hadist-hadist tersebut karena itu bukan perkataan dari Rasulluloh. 
Anda bisa lacak kata-kata yang shahihnya 

Ijma atau kebulatan pendapat memang ada dalam islam dan ada 
banyak jenis nya
1. Ijma qauli (Ijma dalam perkataan) 
2. Ijma sukuti (yakni diamnya sebagiaan para ahli ijtihad dalam 
seuatu pernyataan yang disepakati oleh sebagian ahli ijtihad) dan 
diamnya mereka menunjukkan persetujuan kepada para ahli ijtihad yang 
berbicara

Selain itu Macam-macam Ijma itu banyak
1. Ijma para sahabat
2. Ijmat khalifah yang empat
3. Ijma abu bakar RA dan Umar RA
4. Ijma ulama madinah 
5. Ijma ulama Kuffah dll

Ijma itu ada contohnya kesepakatan dari para sahabat dalam membukukan 
Al-qu'ran dalam satu mushaf pada zaman kahlifah Abu Bakar RA, yang di 
masa nabi hal tersebut tidak pernah ada. 

Kesepakatan dari para sahabat itu yang mak'sum karena telah ada 
jaminan dari Sabda Nabi SAW bahwa "umatku ini tidak bersepakat dalam 
kesesatan" tentu yang dimaksud adalah para sahabat bukan generasi 
setelahnya...

Maaf anda dari syi'i bukan menyinggung tapi memang
tidak akan pernah bersepakat kita memang dalam benyak hal
karena perbedaan prinsip yang mendasar...



                         

       
---------------------------------
Don't let your dream ride pass you by.    Make it a reality with Yahoo! Autos. 

Kirim email ke