Aku perhatikan terutama ketika dikeluarkan Tokoh Presiden Suharta... Nah, baru deh kayak cacing kepanasan. Sebelumnya nggak apa-apa, karena saya perhatikan tokoh-tokoh tersebut diarahkan positif, artinya kelucuannya elegan dan mendidik.
Mariana Friday, March 2, 2007, 8:16:55 PM, you wrote: > http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=2543&c_id=21&g_id=150 > Rencana Menkoinfo Sofyan Djalil untuk menyomasi tayangan Republik > Mimpi dikritik. "Ini aneh. Sama sekali tidak sesuai dengan > pernyataan SBY yang menjanjikan tidak adanya lagi praktik-praktik > pengendalian terhadap media massa. Apalagi, (somasi) itu baru > dilakukan sekarang setelah acara itu tayang sekian lama. Ada apa > ini?," ujar Agus Sudibyo dari ISAI ketika dihubungi berpolitik.com via > telepon. > Sebagaimana diberitakan, Sofyan Djalil sedang mempelajari > kemungkinan untuk menyomasi tayangan parodi politik yang disiarkan > setiap minggu malam di Metro TV ini. Republik Mimpi atau nama > lainnya NewsDotcom dianggap melecehkan presiden.Acara ini kerap > menampilkan figur mirip presiden, wakil presiden dan juga sejumlah > mantan presiden. "Masyarakat kita tidak seedukatif itu untuk > menerima tayangan seperti Republik Mimpi," ujar Sofyan sebagaimana > diberitakan Indo Pos (2/3). > Agus menangkis pendapat Sofyan itu."Siapa bilang masyarakat tidak > siap. Sebaliknya, sangat siap sekali. Masyarakat semenjak reformasi > bergulir sudah terbiasa menyimak informasi berbagai rupa. Yang tak > siap itu justru aparat pemerintah. Niatan somasi ini menunjukkan > belum berubahnya sikap mental dari kalangan pemerintah sendiri," > papar salah satu penggerak yang memperjuangkan adanya UU yang > memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi publik. > Republik Mimpi bisa dibilang merupakan kemasan baru dari program > serupa bernama Republik BBM(Benar-benar Mabok) yang pernah tayang di > Indosiar. Republik BBM kandas setelah pihak Indosiar tak meneruskan > kontrak kerja meski acara itu bisa dibilang sukses mendulang > penonton dan karenanya juga iklan. Ada kabar, penutupan itu > dilakukan sebagai tindak lanjut pembicaraan Jusuf Kalla dengan > pemilik Indosiar. Namun,diberitakan pula, pihak Jusuf Kalla tak > berkeberatan dengan acara tersebut. > Menilik dari pengalaman itu, acara Republik Mimpi diperkirakan akan > bernasib sama dengan pendahulunya. Terlebih, salah satu sponsor > acara ini, Sampoerna diberitakan akan me-review partisipasi mereka pada acara > tersebut. (/#) > [Non-text portions of this message have been removed] -- Best regards, Mariana mailto:[EMAIL PROTECTED]
