Pak Effendi Gazali dan Yang Mulia Presiden Si Butet Yogya, Berdasarkan pengamatan saya, acara Republik BBM (Baru Bisa Mimpi) memang baru bisa mimpi saja alias baru bisa berangan-angan untuk bisa menjadi tokoh-tokoh pimpinan tertentu.
Sayangnya sudah terkesan melecehkan tokoh-tokoh pimpinan tersebut dan membuat kita terpingkal-pingkal, tapi tidak berhasil menawarkan suatu SOLUSI untuk perbaikan. Akhirnya tokoh-tokoh pimpinan tersebut mungkin merasa mendapatkan hal yang negatif saja tetapi tidak mendapatkan usul/saran/ide perbaikan. Saran saya adalah sebaiknya Republik BBM tidak hanya bisa mengupas kejelekan/kelemahan tokoh-tokoh pimpinan tertentu, tapi juga bisa melangkah satu tahap lagi ke tahap pengajuan usul/saran/ide perbaikan tentunya dengan menghadirkan pakar yang kompeten di bidangnya. Singkat kata: Jangan Baru Bisa Mimpi Best Regards, Rudyanto --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya posting di luar Topik, > > Effendi Gazali anggota milis FPK > Butet Kertaredjasa anggota milis FPK > > Kita tunggu tanggapan dari petinggi acara Republik BBM di milis FPK. > > Salam, > AH > > --- In [email protected], Mariana Amiruddin > <mariana@> wrote: > > > > > > Aku perhatikan terutama ketika dikeluarkan Tokoh Presiden > Suharta... > > Nah, baru deh kayak cacing kepanasan. Sebelumnya nggak apa-apa, > > karena saya perhatikan tokoh-tokoh tersebut diarahkan positif, > > artinya kelucuannya elegan dan mendidik. > > > > Mariana >
