Bagi orang2 yang merasa tersinggung (yang katanya sih para pemimpin
di Republik Tetangganya Republik Mimpi)oleh kritik acara Republik
Mimpi, sebaiknya sebelum dipilih menjadi pemimpin yang katanya
membawa kepentingan rakyat, harus kuat lah menerima segala kritikan.
JADI ya sudah lah jangan tersinggung apalagi sampai-sampai mau
mensomasi acara seperti Republik Mimpi, acara tersebut kan tidak ada
niat apalagi mempropaganda rakyat untuk mengkudeta atau makar.
Saya sebagai rakyat awam merasa bahwa niat untuk mensomasi adalah BBU
(Buang Buang Usia) saja, karena lebih baik para pemimpin kita
melakukan hal-hal yang bermanfaat ibagi rakyat misalnya urus dengan
baik masalah pelayanan publik seperti transportasi kita yang semakin
berantakan, perangi korupsi yang sekarang bukan lagi menjadi budaya
tapi sudah jadi ideologi hehe dll. Jadi untuk apa tersinggung oleh
kritik kalau anda (Para Pemimpin) tidak merasa buruk dalam memimpin.
Tapi kalau buruk ya perbaiki dong kinerjanya jangan malah balas
kritik dengan somasi.

Tabik,
Andi Irhami

--- In [email protected], Mariana Amiruddin
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya  malah  melihat  sebaliknya.  Para  presiden  di republik BBM
ini
> adalah   presiden   impian  saya,  karena  mereka  bisa  melucu,
bisa
> mendngarkan  dan bisa diajak bicara. Dan ketika mereka dikritik
mereka
> bisa  mengangguk  setuju,  bisa  juga menolak dan berargumentasi
> dengan gayanya masing-masing.
>
> Rasanya  damai  sekali.  Saya  tidak  melihat  ada kejelekan di
antara
> mereka, saya melihat kebahagiaan, kekompakan.
>
> Misalnya ketika tema tentang "wanita listrik"  buat saya itu
pembahasan
> solusi yang luar biasa. Begitu juga ketika  episode banjir, Gus Mur,
> Jarwo Kuat dll ikut memakai jas hujan dan menggulung celananya
sebagai
> keprihatinan. Jangan sampai acara ini dicabut.
>
> Satu  lagi  tanda  bagi kemunduran luar biasa di negeri ini.
>
>
> Salam, Mariana

Kirim email ke