saya setuju kalo guru menerima gaji yang sepadan tapi saya ga setuju tuh sama guru2 PNS kenapa? karena kebanyakan guru2 PNS itu maunya makan gaji buta doang.. ngajar ga mau, kadang masuk kadang ngak, masuk pun hanya duduk2 ngegosip di ruang guru doang apa jadinya murid2 kalo gurunya aja ngajarin gitu? belum yang nyari duit dengan manfaatin kondisi murid.. contoh2 nya saya yakin jg uda pada tau kan..
Kind Regards, Jc ----- Original Message ----- From: Manneke Budiman To: [email protected] Sent: Monday, March 05, 2007 3:24 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Jam Kerja Guru Rata-rata 15,5 Jam Perhari Dalam artikel yang Anda sertakan itu disebut soal gajinya. Tapi, untuk mengkritik guru PNS di Indonesia, Anda cuma soroti jam kerjanya. Ya, memang Anda tak bicara soal gajinya karena Anda cuma bisa tutup mata soal itu, dan terus-menerus ribet soal jam kerja. Saya hendak katakan, kalo mau ngurus jam kerja, jangan kesampingkan variabel kesejahteraan. Susah amat sih ngertinya? Ya, saya setuju guru Hawaii menerima gai sesuai standar Hawaii, guru Kanada menerima gaji sesuai standar Kanada. Gaji mereka yang "standar" itu cukup membuat mereka mampu sewa apartemen. Setelah 4 tahun kerja, bisa beli rumah sendiri dengan mortgage. Mereka juga bisa beli kendaraan roda empat. Mereka dapat fasilitas asuransi kesehatan yang jempolan. Mereka tiap tahun bisa jalan-jalan ke negeri lain buat liburan. Gaji guru PNS di Indonesia apa sudah sesuai standar biaya hidup? Sebagai bandingan, dosen PTN Gol. IV E dengan masa kerja 25 tahun lebih saja menerima gaji tak lebih dari 2 juta. Ketika pensiun, jumlahnya lebih menciut lagi. Bisa dibayangkan kan berapa gaji guru PNS yang golongan III? Saya tak membandingkan gaji, seperti imajinasi Anda itu. Sekali lagi, soal gaji disebut-sebut oleh artikel yang Anda posting. Saya sendiri membandingkan gaji dengan jam kerja. Mau di Hawaii kek ataupun Indonesia kek, tak jadi soal. Proporsi gaji dan beban kerja serta jam kerja, itu yang saya persoalkan. Tapi, sayang, Anda tak kunjung nangkep masud tersebut, dan terus mimpi soal full-time salary part-time job--sebuah teori yang salah kaprah. Namun, sang konsultan yang menelurkan teori ini tampaknya terlalu tinggi hati untuk mengakui kelemahan asumsi yang mendasari teorinya itu... manneke
