Dear Pak.Steven,

Menurut saya ga sesederhana itu loh... ! contoh ? sepengetahuan saya negara 
amrik (USA) ga punya bahasa ibu koq ! and toh amrik (USA) bisa menjadi super 
power.

Pada hal disisi yang lainnya negara amrik (USA) sangat dibenci oleh dunia Islam 
dan bahkan oleh negara-negara amerika latin yang masih sebenua dengannya, sebab 
negara amrik (USA) dianggap super culas.

Apa kuncinya negara amrik (USA) masih tetap utuh, masih tetap super power dll ?
Sebab Bangsa Amerika hanya menculasi bangsa lain, Tetapi tidak menculasi 
bangsanya sendiri.

Bagai mana dengan INDONESIA ? Bangsa Indonesia hanya mampu menculasi bangsanya 
sendiri. Jadi bangsa Indonesia ini hancur karena diculasi oleh bangsanya 
sendiri.

Salam,
Suhaimi

----- Original Message ----- 
  From: steven lenakoly 
  To: [email protected] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, March 06, 2007 1:26 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] diskusi yuk...


  Diskusi Terbuka

  Kemarin Duta Besar Perancis Catherine Boivineau mengunjungi Surabaya dan 
menemui walikota beserta dengan pejabatnya.

  Nah yang unik dan dapat dijadikan bahan diskusi yang menarik adalah beliau 
tidak menggunakan bahasa Inggris ketika jumpa pers. Beliau tetap menggunakan 
bahasa Perancis, meskipun beliau sangat bisa berbicara Inggris 

  Inilah yang menjadi gambaran betap seorang duta besar yang bertugas sebagai 
perwakilan negarnya dengan tangguh mampu menjaga martabatnya dengan tetap 
menggunakan bahasa ibunya, bukan bahsa inggris.

  Kehormatan inilah yang secara teoritik menunjukkan bahwa bangsa tersebut kuat 
dan tidak mudah goyang.

  Selain Perancis, beberapa waktu silam teman saya yang jadi pengurus Koni, 
waktu itu ada pagelaranan Bulu Tangkis Internasional, mengatakan bahwa delegasi 
Taiwan tidak mau menggunakan bahasa Inggris, alias tetap menggunakan bahasa 
Taiwan.

  Wow..bangsa sekelas Taiwan mampu mempertahankan bangsanya, mampu menguatkan 
negaranya, bahkan tidak menutup kemungkinan akan mampu menguatkan ras dan 
keturunannya.

  Sekarang coba tengok bangsa Indonesia. Mulai dari Presiden, Hingga ke stafnya 
selalu menggunakan bahasa Inggris ketika menyambut atau berkunjung ke negara 
lain. 

  Dengan kata lain Presiden, yang merupakan penggambaran bangsanya, menunjukkan 
negaranya mencerminkan ketidakmampuannya menghadapi Inggris (mungkin juga 
tekanannya, kali ya...). Padahal bangsa kita adalah bangsa yang kaya. Baik suku 
bangsa maupun bahasa sukunya.

  Bahasa induknya, bahasa Indonesia, adalah bahasa persatuan. Atau bahasa 
pemersatu 200 juta lebih rakyat Indonesia.

  Saya juga tidak munafik jika hari gini harus menguasai bahasa Inggris karena 
globalisasi. Tapi alangkah indahnya dan eloknya kita, yang diwakili Presiden, 
menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi untuk tingkatan 
internasional. Beranikah kita?

  Saya mengundang saudara semilis untuk berdiskusi. Termasuk Menteri Kusmayanto 
Kadiman. Saya nantikan. 

  _______________________
  Steven Yohanes Lenakoly
  08175010651
  www.beritajatim.com

  ---------------------------------
  Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast 
  with theYahoo! Search weather shortcut.

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke