Saya juga setuju sama Anda. Guru banyak yang nggak mutu. Bukan cuma Anda yang mengalami, saya waktu sekolah dasar dan menengah juga mengalami kok. Ayo kita perbincangkan soal kualitas ini, tapi jangan dicampur-aduk sama diskusi soal jam kerja dan gaji. Nanti melebar ke mana-mana. Prinsipnya, Anda tak bisa dapat guru berbobot jika menggaji mereka dengan duit yang cuma cukup buat hidup dua minggu dalam sebulan. Makanya, dapetnya guru yang "nge-sex" melulu. Anda bilang cuma 10% guru yang berkualitas di sekolah Anda? Saya curiga jangan-jangan secara umum jumlahnya lebih kecil daripada itu. IKIP-IKIP aja udah pada hijrah status jadi universitas semua, karena minat jadi guru kecil. Yang mau justru yang nggak keterima kuliah di mana-mana. Data ini nyaris seragam di semua IKIP Negeri se-Indonesia. Makanya, sekarang semua IKIP Negeri udah almarhum. Makin habislah pendidikan guru. Pandangan saya, kalau ada guru tak bermutu, bukan cuma tak layak digaji besar, tapi jika perlu jangan boleh jadi guru. Tapi, berhubung pemerintah butuh guru banyak, namun tak bisa kasih gaji layak, ya Anda di kelas ketemu dengan banyak guru tak mutu. Jelas kan? manneke
Jony Gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya setuju dengan bapak.saya baru sekitar 5 tahun lulus dari sma. saat itu sma saya termasuk salah satu yang memiliki nama dikota saya. namun seperti yang bapak katakan, sebagian besar guru2 kita memang tidak bisa mengajar. itupun yang saya alami. maksimal hanya 10% dari guru2 tersbut yang berkualitas. kalau memang mereka tidak berkualitas tapi masih memiliki keinginan untuk mengajar dengan sebaik2nya, hal tersebut masih lebih baik. Tapi kebanyakan guru yang ada hanya mengajar semau mereka bahkan ada saat itu guru PPKN yang tidak pernah mengajar, hanya menyuruh murid untuk mencatat di papan atau mengerjakan LKS, kalaupun menjelaskan paling hanya 5 menit dari 45 menit waktu yang ada. dan yang lebih parah guru tersebut selalu merokok ditengah pelajaran dan selalu bercerita hal2 yang dikategorikan sex, bukan sex yang berbau pendidikan yang saya maksudkan di sini. jadi.. apakah guru2 tersebut layak mengajar bahkan mendapatkan gaji yang tinggi?? Kind Regards, Jc
