Kalau boleh sedikit komentar, Semua orang berhak menikmati apa yang sudah dicapai, terlepas dari bagaimana cara menikmatinya. dan menurut saya, Saudara Perpi Thomas dan mbak Yuliati anda berdua sangat otoriter dan memaksakan semua ukuran menurut sudut pandang anda, sementara kalau dilihat dari sudut pandang saudara saya yang cuma bisa makan nasi aking dan kemana mana berjalan kaki, ibu ibu RT yang antre juga sombong dan arogan karena mereka masih punya kemampuan untuk antre beli dan masuk TV.
BTW saya tidak punya motor Harley, tapi saya menikmati hidup saya dengan apa yang saya miliki, dan tidak memaki maki orang yang memiliki apa yang saya tidak miliki. ----- Original Message ----- From: "Perpi Thomas" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, March 06, 2007 3:12 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Konvoi Motor Harley Davidson - Pak Harry & Didi > Memang mereka rata-rata berpendidikan tinggi tapi pendidikan mereka adalah > pendidikan untuk menindas, buktinya para "harleykers" hanya bisa pamer > bahwa > mereka "punya" dan harus diistimewakan dengan cara dikawal. Saya setuju > dengan pendapat mbak Yuliati, supaya para "herleykers" itu disejajarkan > dengan ibu-ibu RT yang sedang antri beras atau minyak tanya. Semakin > arogan > saja orang-orang kaya negeri ini......SHIT!!!!! > > Pada tanggal 07/03/06, Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> menulis: >> >> Waduh....Mas Harry dan Mas Didik....ini sudah "salah kaprah" seperti >> kata pak Manneke kalau sudah enggak tahu juntrungnya. >> >> Kalau serombongan pengendara Harley adalah dari kalangan "Berpendidikan", >> lalu minta di-konvoi oleh polisi agar mendapatkan jalan special untuk >> lewat, >> kenapa enggak sekalian saja dipastikan rombongan Harley itu terjadi >> (lewatnya bersebelahan) sewaktu rakyat kecil juga ber-bondong-bondong >> ngantre beras, ngantre minyak tanah dan ngantre sembako korban banjir? >> Jadi >> jalan sebelah kiri untuk Harley, dan sebelah kanan untuk rakyat yang >> antri >> beras, minyak, dan sembako. Kontras, kan? Ini namanya kan "Indonesia" >> tanah >> yang "Gemah limpah loh jinawi". >> >> Hayoo....mana yang akan dibela duluan oleh para polisi? Membantu rakyat >> kecil agar mendapatkan jatah berasnya dengan teratur? (Serta berasnya >> enggak >> dipalak para tengkulak). Ataukah membiarkan mereka saling berebutan, >> saling >> terinjak-injak dan pengantre ibu-ibu tua pada semaput? >> Sedangkan rombongan Harley dengan mudahnya lewat dengan pengawalan polisi >> yang berseragam lengkap, serta dengan suara kerasnya yang memekak-kan >> telinga (berapa "decibel" ya?). >> >> Ah bapak-bapak....kalau memang merasa berpendidikan dan sanggup membeli >> apa saja, lha mbok ya enggak usah "PAMER" gitu ya? Lha wong yang >> menderita >> masih se-jibun kok? >> >> Salam, >> Yuli > > > > ===================================================== > Pojok Milis FPK: > > 1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS > 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM) > 3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota > 4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] > 5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED] > > KOMPAS LINTAS GENERASI > ===================================================== > > Yahoo! Groups Links > > > >
