Menurut saya yang dimaksud dengan tulisan: 1. ......SHIT!!!!! adalah makian 2. Memang mereka rata-rata berpendidikan tinggi tapi pendidikan mereka adalah pendidikan untuk menindas, buktinya para "harleykers" hanya bisa pamer (Tidak perlu menyinggung atau menyindir pendidikan mereka atas kelakuan atau pilihan mereka denga Harley) 3. Ah bapak-bapak....kalau memang merasa berpendidikan dan sanggup membeli apa saja, lha mbok ya enggak usah "PAMER" gitu ya? Lha wong yang menderita masih se-jibun kok?
Untuk poin 2 & 3 tulisan tersebut menurut saya adalah sindiran kasar atau makian halus. Inti yang ingin saya sampaikan: 1.Janganlah kita melihat persoalan dengan sudut yang sempit 2.komentar atau protes menurut saya sebaiknya tidak berupa sindiran kasar dengan tujuan untuk menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain misalnya menyinggung pendidikan mereka atau lainnya. atau sterotype terhadap pihak tertentu karena tidak semua orang dalam populasi tertentu berkelakuan sama ----- Original Message ----- From: "Muhammad Rivai Andargini" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, March 07, 2007 6:19 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Konvoi Motor Harley Davidson - Pak Harry & Didi > Ini bukan soal memaki-maki pak. See previous posting, tidak ada sampai > keluar ucapan yang memaki-maki :-). > > Kekurang setujuan pada ide tentang konvoi HD didasari pada > kejadian-kejadian sebelumnya. Soal Patwal misalnya, kok sepertinya > polisi dikhususkan pada kenyamanan sebagian kelompok, sementara sebagian > besar lainnya dipinggirkan. Apa yang saya alami saat bertemu rombongan > konvoi (baik itu HD maupun lainnya), baik saat berkendara mobil maupun > motor, biasanya kurang enak kejadiannya. Entah itu dipinggirkan, > diklakson-klakson supaya minggir dll. Soal penting dan tidak bikin > macet, seberapa penting urusannya dan seberapa urgen kepentingannya. > > Soal hak setiap orang, tentu saja kekurangsetujuan ini tidak dimaksudkan > sebagai "iri pada kemampuan orang lain memiliki sesuatu yang kita tidak > / belum mampu". Tidak juga untuk memaksakan pendapat. Ini lebih kepada > sounding mengenai sikap. Soal konvoi tetap dilaksanakan, paling tidak > sudah ada masukan-masukan bagaimana baiknya hal tersebut dijalankan. > > Soal ibu-ibu RT yang sombong (karena masuk TV dan punya kemampuan antri > beras dan minyak) saya pikir dalam konteks bercanda. Mereka antri bukan > karena sok banyak uang tapi karena pilihan lainnya nggak ada ! Soal > masyuk TV, ya mereka pas lagi di shoot masa mesti ngumpet. Apalagi itu > kesempatan langka buat menyampaikan pesan pada penyelenggara pemerintahan. > > BTW, pikir saya posting pertama kali lebih kepada soal informasi konvoi, > mungkin jadi agak melebar diskusinya :-) > > Vavai > http://www.vavai.com/blog/index.php > LAMPIRAN: ----- Original Message ----- > From: "Perpi Thomas" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, March 06, 2007 3:12 PM > Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Konvoi Motor Harley Davidson - Pak > Harry > & Didi > > >> Memang mereka rata-rata berpendidikan tinggi tapi pendidikan mereka >> adalah >> pendidikan untuk menindas, buktinya para "harleykers" hanya bisa pamer >> bahwa >> mereka "punya" dan harus diistimewakan dengan cara dikawal. Saya setuju >> dengan pendapat mbak Yuliati, supaya para "herleykers" itu disejajarkan >> dengan ibu-ibu RT yang sedang antri beras atau minyak tanya. Semakin >> arogan >> saja orang-orang kaya negeri ini......SHIT!!!!! >> Pada tanggal 07/03/06, Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> menulis: >>> >>> Waduh....Mas Harry dan Mas Didik....ini sudah "salah kaprah" seperti >>> kata pak Manneke kalau sudah enggak tahu juntrungnya. >>> >>> Kalau serombongan pengendara Harley adalah dari kalangan >>> "Berpendidikan", >>> lalu minta di-konvoi oleh polisi agar mendapatkan jalan special untuk >>> lewat, >>> kenapa enggak sekalian saja dipastikan rombongan Harley itu terjadi >>> (lewatnya bersebelahan) sewaktu rakyat kecil juga ber-bondong-bondong >>> ngantre beras, ngantre minyak tanah dan ngantre sembako korban banjir? >>> Jadi >>> jalan sebelah kiri untuk Harley, dan sebelah kanan untuk rakyat yang >>> antri >>> beras, minyak, dan sembako. Kontras, kan? Ini namanya kan "Indonesia" >>> tanah >>> yang "Gemah limpah loh jinawi". >>> >>> Hayoo....mana yang akan dibela duluan oleh para polisi? Membantu rakyat >>> kecil agar mendapatkan jatah berasnya dengan teratur? (Serta berasnya >>> enggak >>> dipalak para tengkulak). Ataukah membiarkan mereka saling berebutan, >>> saling >>> terinjak-injak dan pengantre ibu-ibu tua pada semaput? >>> Sedangkan rombongan Harley dengan mudahnya lewat dengan pengawalan >>> polisi >>> yang berseragam lengkap, serta dengan suara kerasnya yang memekak-kan >>> telinga (berapa "decibel" ya?). >>> >>> Ah bapak-bapak....kalau memang merasa berpendidikan dan sanggup membeli >>> apa saja, lha mbok ya enggak usah "PAMER" gitu ya? Lha wong yang >>> menderita >>> masih se-jibun kok? >>> >>> Salam, >>> Yuli > Jachja wrote: >> >> Kalau boleh sedikit komentar, >> Semua orang berhak menikmati apa yang sudah dicapai, terlepas dari >> bagaimana >> cara menikmatinya. >> dan menurut saya, Saudara Perpi Thomas dan mbak Yuliati anda berdua >> sangat >> otoriter dan memaksakan semua ukuran menurut sudut pandang anda, >> sementara >> kalau dilihat dari sudut pandang saudara saya yang cuma bisa makan nasi >> aking dan kemana mana berjalan kaki, ibu ibu RT yang antre juga >> sombong dan >> arogan karena mereka masih punya kemampuan untuk antre beli dan masuk TV. >> >> BTW saya tidak punya motor Harley, tapi saya menikmati hidup saya >> dengan apa >> yang saya miliki, dan tidak memaki maki orang yang memiliki apa yang saya >> tidak miliki.
