Sebenarnya diskusi gender dalam manusia ini sudah melenceng ke 
diskusi gender dalam binatang :-) Terus diskusi terantuk ke masalah 
moral, he, he, he. Walaupun umumnya diskusi macet begitu sampai ke 
masalah moral yang non-biologis, tetapi IMO ada dugaan kuat bahwa 
moral dan akal manusia terkait dengan evolusi otak manusia.

Saya membaca bab terakhir buku seorang matematikawan (bukan 
biologist) Inggris mister Penrose (yang sharing hadiah nobel dengan 
Stephen Hawking) tentang peran otak, dimana ada bagian 'primitif' 
dari otak manusia yang dimiliki oleh semua binatang dan 
bagian 'modern' dari otak manusia yang tak pernah ada di bagian otak 
lain) yang mengindikasikan kaitan antara akal dan evolusi otak 
manusia. 

Saya setuju bahwa yang berevolusi adalah gen-gen dari satu individu 
dalam satu species, jadi sekedar permainan kata sajalah bagi kita 
untuk berdebat, apakah yang berevolusi itu gen atau individu. Cuma 
tidak benar bahwa hanya jantan saja yang berkompetisi untuk 
membuktikan sebagai 'pejantan unggul' sebab banyak species memiliki 
betina yang saling berkompetisi untuk membuktikan dirinya 
sebagai 'betina unggul'. 

Sebagai contoh, kawanan Marrekat dari gurun Kalahari yang diselidiki 
dan difilemkan oleh tim dari Cambridge University, dokumenternya 
sangat serig diulang-ulang di Animal Planet. Salah satu betina 
dominan diberi nama Flower. Sebenarnya banyak contoh2 lain dari 
binatang2 di sekitar kita, tetapi saya takut salah sebut dalam 
diskusi di antara para pakar2 di FPK ini :-)

Pak Manneke, mbak Marianna, Laura, dll, bung si_Andi itu teman 
diskusi yang hebat dan enak lho.

Salam

--- In [email protected], "si_andi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Tidak melebar dan tidak melenceng, Pak. Anda saja yang tidak hati-
> hati membaca. Saya SAMA SEKALI TIDAK bicara penilaian moral 
terhadap 
> evolusi. Baca lagi, deh.
> 
> Saya membicarakan hal yang sama dengan Anda. Intinya moral itu 
> sifatnya relatif. Relatif terhadap individu, relatif juga terhadap 
> waktu. Hari ini Anda bilang tidak beranak itu membantu mencegah 
> kepunahan; dus dibenarkan secara moral. Besok, kalau manusia 
menyusut 
> terus, maka beranak banyaklah yang membantu mencegah kepunahan, 
benar 
> juga secara moral. Saya tidak percaya kalau keputusan mana yang 
baik 
> mana yang buruk itu ditentukan oleh komposisi genetika kita, Pak. 
Itu 
> hasil kerja otak yang mengukur untung dan rugi.
> 
> Manusia itu ada dong sifat dasarnya yang dibangun bertahun-tahun 
> lewat evolusi, terekam dalam 23 pasang kromosom, yang menyebabkan 
ada 
> tindakan manusia yang tidak sejalan dengan akal sehatnya. Itu yang 
> sedang diteliti dan itu yang selalu saya kemukakan. Tidak kemana-
> mana, kok.
> 
> Andi


Kirim email ke