1) tentang hubungan bau badan dan kepribadian:  ternyata belum ada pembuktian 
ilmiahnya toh? Lha kok sudah dipakai sebagai asumsi dasar untuk riset daya 
tarik bau badan pria dominan terhadap perempuan? Ngeliat nggak sekarang di mana 
letak ketidakberesan riset yang Anda andalkan itu? Langsung gugur kan apapun 
temuan dan simpulan riset itu, kalo landasannya saja udah ngaco. Nggak ngerti 
juga ya Anda? Waduh! Parah...
   
  2) tentang bukti empirik: Bukti empirik adalah data mentah. Data ini masih 
harus diteliti lagi dengan saksama berdasar hasil-hasil riset dasar yang sudah 
ditemukan terlebih dahulu dan diakui keabsahannya. Dalam kasus riset yang Anda 
contohkan itu, data mentah ini ditafsirkan dengan memakai asumsi yang 
keilmiahannya belum terbukti (nanti baru di abad ke-22, kata Anda), dan lalu 
dibuat simpulan. Apa nggak sesat? Lha riset kaya gini kok diunggul-unggulkan 
sebagai bukti bahwa perempuan lebih tertarik pada pria dominan? Jangan-jangan 
Anda ini mabok feromon (padahal feromon nggak ada baunya lho, hi hi hi...)
   
  3) Bung, tabu untuk berhubungan seks dengan ibu atau saudara perempuan 
sendiri itu bukan instink. Belajar dulu deh yang banyakan lagi. Justru dalam 
animal planet, hewan itu nggak liat betinanya itu ibunya atau saudara perempuan 
sendiri, yang penting pokoknya betina. Manusia itu instink bawah sadarnya juga 
gitu. Tabu untuk berhubungan seks dengan ibu atau saudara perempuan adalah 
produk imposisi budaya atas manusia karena dalam masyarakat-masyarakat pemeluk 
tabu ini, secara moral hal itu diharamkan. Kenapa demikian? Karena jika 
dibiarkan, ini mengancam kohesi kelompok. Ibu adalah milik ayah, dan ayah 
adalah penguasa kelompok. Membiarkan anak berhubungan seks dengan ibunya 
sendiri sama artinya membiarkan otoritas kekuasaan ayah atas kelompok (klan) 
digoyahkan.  Akibatnya, klan bisa terancam bubar. Supaya saya nggak dikira 
ngimpi, sila baca Sigmund Freud, Totem and Taboo.
   
  4) studi pada tikus: Kalo udah tahu saya tak sama degan tikus, ngapain pakai 
contoh hewan melulu untuk bicara soal manusia? Ya singalah, monyetlah, 
kecoaklah, tikuslah. jadi, pernyataan apa yang hendak Anda buat tentang manusia 
dengan terus-terusan menjelaskan manusia via hewan? Saya jadi curiga kok Anda 
begitu terobsesi sama hewan, jangan-jangan yang tikus adalah....?
   
  5) Rasisme Hitler didasari oleh lingkungan geografis? Ha ha ha ha ha. Ini 
pernyataan paling heboh abad ini. Hitler itu nggak ngomong soal orang Eropa, 
Bung. Dia bicara spesifik soal bangsa Jerman. Kalo igauan Anda itu benar, lalu 
ngapain dia repot-repot mau menyerbu Inggris, Rusia, Eropa Utara, dsb? Kan 
sesama bangsa Eropa? Bagi Hitler, bahkan di Eropa pun, bangsa Jermanlah yang 
terunggul, dan ini bukan karena lingkungan alam (lokasi dan iklim geografis 
Eropa) tapi karena genetik, yakni Ras Arya. Kalo ngawur mbok pake rem...jangan 
blong aja.
   
  5) tentang perempuan dikendalikan "bawah sadarnya" untuk tertarik pada 
laki-laki ganteng (yang kepribadiannya dominan, gitu kan kata riset yang Anda 
gunakan itu?). Kasian betul kaum perempuan. Jadi di mata Anda, inilah ternyata 
makna perempuan itu? Ingat Bung, riset yang Anda pakai saja, walau superngawur, 
nggak berani terlalu jauh bilang bahwa alam bawah sadar perempuanlah yang 
menyetir mereka untuk memilih bau badan pria berkepribadian dominan (jadi bukan 
karena gantengnya, ya? kok Anda bikin bingung sih?). Yang bilang gini kan Anda 
sendiri, asal bikin asumsi aja. Makin keliatan kan ngaconya?
   
  6) Soal kutipan dari riset: Gimana caranya mengepit cotton pads selama 24 jam 
dibawah ketiak? Kalo orangnya perokok, gimana caranya disuruh nahan nggak boleh 
ngerokok selama 24 jam? Alat kontrolnya apa? Siapa yang mengawasi bahwa itu 
semua dilakukan betul-betul (nggak makan asin-manis-asem, nggak ngerokok, nggak 
sabunan pas mandi, nggak pake Axe di ketiak, apalagi kalo tau bakal dibaui oleh 
cewek)? Naif banget kalo Anda mengira ini semua tak sarat masalah dan tak 
rentan manipulasi. Satu lagi, Bung. Perempuan macam apa yang mau disuruh cium 
bekas ketiak laki-laki yang nggak mandi 24 jam? Coba tanya miliser perempuan 
yang wars-waras di FPK ini ada nggak yang mau disuruh gitu? Maka, kredibilitas 
responden sangat-sangat diragukan dalam riset pujaan Anda itu. Saya bahkan 
berani bilang bahwa ini riset murahan yang menipu, dan ujungnya cuma untuk 
keperluan jualan deodoran pria yang konon "beraroma khas laki-laki jantan" 
untuk membuat perempuan keliyengan model kilan Axe itu. Ini
 bukan riset ilmiah, ini riset pesanan.
   
  6) soal cowok "macho metroseksual": Makanya, saya tak bilang "macho DAN 
metroseksual." Baca lagi deh pake mikroskop biar nggak pake ilmu kelirumologi 
melulu. Saya katakan "macho metroseksual", yang merujuk pada laki-laki yang 
macho, tapi juga metroseksual (artinya, ada yang metroseksual tapi tak macho). 
Sadar, Bung, sadar...
   
  manneke

si_andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Saya kelompokkan sedikit Pak ya, biar enak bacanya:

Penjelasan ilmiah hubungan kepribadian dengan bau badan

Ini Anda minta hasil riset abad ke-22. Jelas saat ini belum ada. Yang 
ada ya data empiris itu. Hipotesis sederhananya, gen yang menentukan 
kepribadian seseorang bisa jadi sama dengan gen yang mengatur 
komposisi kimia bau badan. Gen yang mana itu? Ya belum ada yang tau. 
Kalau studi gen sudah secanggih itu, percaya sama saya, hari ini 
orang sudah menemukan obat kanker. Sebaliknya, Anda toh juga tidak 
punya studi ilmiah yang bilang bahwa yang mengatur kepribadian dan 
bau badan itu adalah dua gen yang berbeda. 

Bukti empiris adanya hubungan bau badan dengan kepribadian dan daya 
tarik seksual?

Sudah banyak, Pak. Riset pada tikus dan kecoa menunjukkan bahwa 
jantan dominan itu menghasilkan feromon yang berbeda. Riset pada 
manusia, ya itu salah satunya. Bahwa bau badan pria itu ada efek 
seksualnya pada wanita sudah buanyak risetnya.

Kok saya sebentar-sebentar mengutip studi pada hewan?

Kelihatannya begitu. Yang saya kemukakan namanya psikologi evolusi. 
Hipotesisnya, banyak tindakan manusia yang dikendalikan oleh alam 
bawah sadarnya. Tindakan itu adalah jejak evolusi selama miliaran 
tahun dari bakteri sampai menjadi manusia; ketika nenek moyang 
manusia masih dikendalikan naluri. Contoh: Manusia secara naluriah 
tidak akan mau berhubungan seks dengan saudaranya sendiri. Tidak 
diajari pun dia akan begitu. Bukti bahwa naluri ini mem-by-pass akal 
sehat maupun nilai moralnya. Tapi ini susah kalau mau dibuktikan 
langsung pada manusia karena tindakan mengawini saudara sendiri juga 
merupakan tabu sosial atau larangan agama.

Studi pada hewan itu jadi penting untuk mempelajari perilaku manusia. 
Prozac yang belakangan banyak Anda minum itu ya lewat studi perilaku 
pada tikus juga. Bahasa Sundanya Clinical Study Phase 0. Bukan 
berarti semua sifat Pak Manneke identik dengan tikus kan?

Apakah saya sepaham dengan Hitler?

Anda salah memahami Hitler, Pak. Hitler mendewakan manusia Eropa 
Utara karena katanya alamnya yang keras dan kurangnya matahari 
membentuk manusia berkulit pucat yang superior. Superioritas ini 
bukan karena bentuk wajahnya atau warna kulitnya tapi karena ras 
tersebut ditempa oleh alam. Zaman dulu kan belum banyak imigrasi. 
Yang tinggal di Eropa ya orang Eropa. Di situ asal usul rasisme 
Hitler. Hipotesisnya walaupun terbukti salah, normal-normal saja 
untuk tingkat keilmuan saat itu. Ingat, rasisme itu ditabukan barulah 
50 tahun terakhir. Yang bangsat tujuh turunan itu sebenarnya 
kesimpulan propaganda Nazi yang berbunyi bahwa ras lain harus menjadi 
budak ras kulit putih dan konsekuensinya menjajah benua Eropa. 

Saya jelas tidak percaya pria dominan lebih superior daripada pria 
tidak dominan. Tapi dia lebih menarik bagi wanita karena jejak 
evolusi yang saya bicarakan di awal. Sama halnya bahwa saya percaya 
pria ganteng lebih menarik wanita daripada pria kurang ganteng 
seperti saya kalau cuma dinilai wajahnya. Bukan berarti saya percaya 
pria ganteng itu manusia superior kan?

Tapi kan saya bilang wanita tertarik kepada pria yang karakter 
fisiknya mengesankan sifat dominan?

Betul. Tapi locusnya di si wanitanya. Kecenderungan itu sudah ada di 
alam bawah sadarnya; dari naluri mencari pejantan dominan. Bukan 
berarti pria tinggi-besar-pede itu beneran sifatnya dominan. Di 
kepala manusia itu sudah tertanam bahwa muka begini sifatnya pasti 
begini. Akal sehatlah yang mencegah Anda berpegangan pada kesimpulan 
bawah sadar Anda itu. 

Bagaimana metode penelitian bau badan itu menghindari efek makanan 
dan deodoran?

Saya kutip sajalah jurnalnya:
"...(subjects were asked) to wear cotton pads in their armpits for 
24h....Subjects were instructed to avoid spicy and smelly food, 
alcohol, smoking or using any scented cosmetics on both the evening 
before and during the day when they were wearing the pads..."

Soal Evolusi Moral?

Kepanjangan, Pak. Nanti dibikin terpisah sajalah. Saya pernah lihat 
foto yang Anda maksud. Anak kecil kurus ditunggui burung bangkai. 
Pertama kali saya merasa sedih sekali cuma dari melihat foto.

Andi

PS: Macho dan Metroseksual itu berseberangan, Pak Manneke. Bukan sama 
dan sebangun. Anda kurang gaul sih. Coba tanya Mbak Laura kalau tidak 
percaya.

Kirim email ke