Sampai adanya data baru yang meyakinkan yang bisa menggugurkan data sebelumnya soal holocaust, maka kita cuma bisa berpegang pada data yang sudah ada. Keturunan (serta sedikit survivors yang masih hidup saat ini) yang kehilangan orang tua, saudara, teman, kakek-nenek, tetangga, itu semua apa fiktif doang atau gimana? Atau semuanya sudi berbohong bilang orang tuanya mati di kamp Nazi hanya supaya bisa bikin negara Yahudi? Baca buku banyak itu bagus, tapi pilih buku bagus juga faktor penting. Kalo yang dibaca cuma buku teori konspirasi, ya nggak heran. Riset global kaya apa lagi yang perlu dilakukan? Wong datanya sudah ada semua dan secara signifikan nggak nambah lagi kok. wawancara global kaya gimana yang mau dilakukan? Saat ini survivors-nya udah tinggal segelintir. Sisanya kebanyakan keturunan mereka. Yang masih hidup mungkin juga udah bosen dan segen diwawancarai ribuan kali, apalagi kalo pengalaman dan pengakuan mereka diragukan. Paling-paling mereka cuma akan bilang, "Loe mau percaya atau enggak, emang gue pikirin? Daripada repot, coba aja ngerasain sendiri kalo dimasukin kamp konsentrasi bakal jadi apaan." Nanti liat, setelah itu apa masih sempet ngeladenin wartawan-wartawan dan ilmuwan-ilmuwan sinis yang motivasinya cuma mau menafikan penderitaan mereka... Konferensi di Iran? Ha ha ha, ini dagelan terbesar sepanjang masa. Konferensinya belum berlangsung, kesimpulannya sudah diambil. Ketahuan langsung agendanya mau ke mana. Ada yang gubris? Enggak tuh, apalagi yang pikirannya waras. manneke
steven lenakoly <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam, Beberapa perdebatan mengenai Holocaust selalu menyisahkan pertanyaan yang wajib didiskusikan pada tingkat lanjutan. Tidak pernah ada titik temu jika sebuah masyarakat membicarakan mengenai pembunuhan massal itu. Sekedar informasi beberapa waktu lalu ada konfrensi tingkat tinggi mengenai hal ini, hasilnya? buntu. Beberapa resensi buku yang saya punya juga menyatakan kemustahilan mengenai jumlah serta mengenai benar tidaknya tragedi tersebut. Riset dan wawancara global tampaknya perlu dilakukan untuk mendudukan permasalahan ini ke jalur yang benar. Semoga. Salam,
