Saya rasa juga begitu pak Manneke, karena seperti yang baru-baru saja terjadi
dengan pembantaian secara kejam pada para umat Muslim di Bosnia, apakah ada
data yang jelas berapa ratus ribu orang (termasuk juga anak-anak nya) yang
sudah dibunuh?
Dimana kuburnya? Dan dibawah hidung para militer petugas UN, lagi!
Itu terjadi diabad 21 ini, lho! Apa lagi dijaman Nazi berkuasa?
Jika segala hal bisa di"abu-abu"kan dimasa abad 21, apalagi dizaman Nazi, ya?
Lebih Gurem dan serem, kali!
Yuli
Manneke Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Begitulah menurut setumpuk data dari akhir perang dunia, jumlah orang
Yahudi dalam tiap keluarga yahudi se-Eropa yang hilang setelah dikirim ke kamp
konsentrasi, jumlah mayat yang dan survivors yang ditemukan di kamp-kamp itu,
data yang terungkap dari pengadilan atas penjahat perang di Nuremberg, jumlah
kamp konsentrasi, daya tampungnya, dll. Kalo setiap orang yang kehilangan
anggota keluarganya akibat dibawa ke kamp,lalu setelah perang mereka melapor,
maka angka itu kurang lebih bisa diperoleh. Dengan catatam, tentu saja, bahwa
yang dibawa ke kamp itu juga terdapat kaum gypsi dan homoseksual.
Kalo Anda bilang jumlahnya tak sampai jutaan? Lalu berapa? Siapa yang melakukan
penghitungan? Mana dokumennya? Kalo cuma berdasar teori konspirasi saja, yang
dilandasi kebencian terhadap Yahudi, sama aja bo'ong.
Kalo mau menyangkali holocaust, atau mau mengatakan bahwa jumlahnya tak sampai
jutaan, seharusnya punya dasar kuat, bukan pakai teori konspirasi. Kita sudah
kenyang dengan terlalu banyaknya teori konspirasi. Nggak mendidik, cuma
membangun kecurigaan terhadap orang lain, tanpa bisa membuktikan sumber atau
dasar kecurigaan itu.
manneke