Kamis (13/11/2008) dalam perjalanan ke AS mendampingi Presiden SBY, Mensesneg Hatta Rajasa menegaskan, Presiden terus memantau perkembangan situasi perbankan Indonesia.
Berdasarkan laporan Gubernur BI Boediono, kata Hatta, situasi perbankan Indonesia (saat itu) lancar-lancar saja. "Pak Boediono sudah melakukan komunikasi dengan presiden bahwa perbankan di Indonesia lancar-lancar saja," kata Hatta didampingi juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng. Lebih lengkap baca di sini: http://www.detikfinance.com/read/2008/11/14/082048/1036753/5/sby-pantau-kondisi-perbankan-nasional Kalau sekarang, tiba-tiba mereka ramai-ramai menyebut kondisi Indonesia saat itu sedang gawat, ya wajar kita bingung hehe. Mungkin pemeriksaan para saksi di Pansus Century harus dilengkapi lie detector. 2010/1/17 Suryopratomo <[email protected]> > Saya menemukan berita rapat kabinet ekonomi pada tanggal 20 November 2008 > mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat itu. Lalu bagaimana mengartikan > rapat kabinet itu dengan putusan adanya krisis yang berdampak sistemik > akibat kasus Bank Century pada keesokan harinya. > Coba perhatikan isi beritanya. Jadi apa latar belakang di balik kebijakan > bail out lalu ya? > > Gejolak Rupiah PEMERINTAH MASIH PERCAYA DIRIJakarta, > Kompas Meskipun nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan > terhadapdollar AS, pemerintah masih percaya diri. Sementara Bank > Indonesiadengan seluruh instrumen yang dimiliki akan melakukan sejumlah > upayaagar rupiah tak bergejolak sangat cepat. "Rupiah memang terkoreksi. > Tetapi, rupiah bukan satu-satunya yangterkoreksi. Bahkan, won Korea > terkoreksi lebih dalam daripada rupiah.Pemerintah mengharapkan tidak ada > gejolak terlalu tinggi. BankIndonesia akan berupaya agar rupiah tak cepat > melonjak-lonjak," ujarKepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan > Anggito Abimanyudalam jumpa pers di Istana Wapres, Jakarta, Kamis > (20/11). Menurut Anggito, dalam rapat yang membahas soal kondisi > ekonomiitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, dan pejabat > tinggimendapat penjelasan dari Gubernur Bank Indonesia Boediono > tentangterkoreksinya nilai tukar rupiah. Rapat dihadiri, antara lain, > Pelaksana Jabatan Menko Perekonomianyang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani > Indrawati, Menteri Negara BUMNSofyan Djalil, dan Menteri Perindustrian Fahmi > Idris. Pada perdagangan di pasar spot antarbank, Kamis, rupiah > ditutuppada level Rp 11.945 per dollar AS, menguat 55 poin > dibandingkandengan penutupan sehari sebelumnya yang Rp 12.000 per dollar > AS.Namun, di tengah perdagangan, kurs sempat menyentuh level Rp 12.440per > dollar AS. Bukan cuma rupiah, pada perdagangan kemarin, kurs rupee India > jugamelemah tajam. Demikian pula kurs won Korea turun lebih dari 4 > persenkarena ketakutan bahwa perekonomian Korea Selatan yang > sangatbergantung pada ekspor sangat rentan terhadap krisis. Satu dollar > AS setara dengan 1.432,5 won, kurs terendah dalam 11tahun terakhir. > Diperkirakan kurs dollar AS akan bergerak antara 1.420won dan 1.480 won. > Adapun kurs rupee mencapai titik terendah dalam sejarah terhadapdollar AS. > Satu dollar AS setara dengan 50,01 rupee. Itu merupakanpertama kali kurs > dollar AS ditutup di atas level 50 rupee > Powered by Telkomsel BlackBerry�
