Menurut saya ini hanyalah salah satu taktik untuk menenangkan masyarakat.  Bisa 
dibayangkan kalau Pemerintah pada waktu itu justru menakut-nakuti rakyat, apa 
yang akan terjadi?  Rate dollar saja sudah dempat menjadi Rp 13rb, Bank2 nggak 
ada yang berani mengucurkan dana, dlsb.
Powered by Telkomsel BlackBerry�

-----Original Message-----
From: "Suryopratomo" <[email protected]>
Date: Sun, 17 Jan 2010 10:01:55 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dimana Sistemik Bank Century ya?

Saya menemukan berita rapat kabinet ekonomi pada tanggal 20 November 2008 
mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat itu. Lalu bagaimana mengartikan rapat 
kabinet itu dengan putusan adanya krisis yang berdampak sistemik akibat kasus 
Bank Century pada keesokan harinya.
Coba perhatikan isi beritanya. Jadi apa latar belakang di balik kebijakan bail 
out lalu ya?

�Gejolak Rupiah������������������� 
PEMERINTAH MASIH PERCAYA DIRIJakarta, Kompas��� Meskipun nilai tukar 
rupiah masih mengalami pelemahan terhadapdollar AS, pemerintah masih percaya 
diri. Sementara Bank Indonesiadengan seluruh instrumen yang dimiliki akan 
melakukan sejumlah upayaagar rupiah tak bergejolak sangat cepat.��� 
"Rupiah memang terkoreksi. Tetapi, rupiah bukan satu-satunya yangterkoreksi. 
Bahkan, won Korea terkoreksi lebih dalam daripada rupiah.Pemerintah 
mengharapkan tidak ada gejolak terlalu tinggi. BankIndonesia akan berupaya agar 
rupiah tak cepat melonjak-lonjak," ujarKepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen 
Keuangan Anggito Abimanyudalam jumpa pers di Istana Wapres, Jakarta, Kamis 
(20/11).��� Menurut Anggito, dalam rapat yang membahas soal kondisi 
ekonomiitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, dan pejabat 
tinggimendapat penjelasan dari Gubernur Bank Indonesia Boediono 
tentangterkoreksinya nilai tukar rupiah.��� Rapat dihadiri, antara lain, 
Pelaksana Jabatan Menko Perekonomianyang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani 
Indrawati, Menteri Negara BUMNSofyan Djalil, dan Menteri Perindustrian Fahmi 
Idris.��� Pada perdagangan di pasar spot antarbank, Kamis, rupiah 
ditutuppada level Rp 11.945 per dollar AS, menguat 55 poin dibandingkandengan 
penutupan sehari sebelumnya yang Rp 12.000 per dollar AS.Namun, di tengah 
perdagangan, kurs sempat menyentuh level Rp 12.440per dollar AS.��� Bukan 
cuma rupiah, pada perdagangan kemarin, kurs rupee India jugamelemah tajam. 
Demikian pula kurs won Korea turun lebih dari 4 persenkarena ketakutan bahwa 
perekonomian Korea Selatan yang sangatbergantung pada ekspor sangat rentan 
terhadap krisis.��� Satu dollar AS setara dengan 1.432,5 won, kurs 
terendah dalam 11tahun terakhir. Diperkirakan kurs dollar AS akan bergerak 
antara 1.420won dan 1.480 won.��� Adapun kurs rupee mencapai titik 
terendah dalam sejarah terhadapdollar AS. Satu dollar AS setara dengan 50,01 
rupee. Itu merupakanpertama kali kurs dollar AS ditutup di atas level 50 rupee
Powered by Telkomsel BlackBerry�



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke