Bung Hakiki Akbari,
 
Kalau melihat debat di Pansus Bank Century, saya kok melihat ada kecenderungan 
Pansus ini ingin menyimpulkan bahwa bailout Bank Century merupakan kecerobohan 
Pemerintah dan BI.
Celakanya Budiono di sidang pansus DPR sudah terlanjur mengakui bahwa 
bangkrutnya Bank Century karena dirampok oleh pemiliknya. Padahal saat itu Bank 
Century dibawah Pengawasan Khusus BI.
Pernyataan Budiono ini bisa diartikan bahwa Budiono selaku Gubernur BI telah 
melakukan pembiaran terjadinya tindak kejahatan yang terjadi di Bank Century.
Sri Mulyani di Pansus DPR juga mengakui bahwa dana bailout yang menjadi 
tanggung jawabnya cuma Rp. 637 Milyar, sedangkan sisanya sepenuhnya tanggung 
jawab LPS.
Lha padahal yang memutuskan bailout terhadap Bank Century adalah Sri Mulyani 
sebagai Ketua KSSK.
Bisa saja pengakuan ini dianggap sebagai kecerobohan Sri Mulyani dalam 
Mengelola Keuangan Negara.
Dalam kasus penyalah gunaan uang Yayasan BI yang memenjarakan Aulia Pohan dan 
Gubernur BI, kecerobohan dalam Mengelola Keuangan Negara dianggap bagian dari 
Tindak Pidana Korupsi.
Jadi sasaran Pansus ini sudah melenceng dari rencana semula, yaitu ingin 
melacak kemana saja larinya dana bailout tersebut dan mengadili pihak - pihak 
yang sebetulnya tidak berhak menerima aliran dana bailout Bank Century, 
sekarang cenderung berubah menjadi: Melengserkan Pemerintahan SBY.
Celakanya, anggota Pansus yang kritis mayoritas dari Partai Koalisi SBY.
Kelihatannya ada situasi saling mengancam antara SBY dan Partai Demokrat di 
satu sisi dengan Partai Koalisi.
SBY dan Partai Demokrat mengancam akan melengserkan posisi Mentri dari Partai 
Koalisi yang terlalu kritis, tetapi Partai Koalisi secara terselubung juga 
mengancam SBY dan Partai Demokrat untuk segera melengserkan SBY bila SBY 
terlalu menekan mereka.
Penggantian anggota Pansus dari Partai Koalisi tidak harus diartikan bahwa 
anggota Pansus yang baru kalah galak dibandingkan dengan Anggota Pansus yang 
mereka gantikan. Bisa saja mereka justru lebih galak dari yang digantikannya.
Waktu yang akan membuktikan hal itu.
Partai Golkar dan PKS kelihatannya tidak takut dengan ancaman tersebut. Suara 
mereka di Pansus tetap lantang dan kritis.
Bahkan isu terakhir ada tekanan dari Golkar terhadap SBY, yaitu untuk segera 
melengserkan Sri Mulyani sebagai Mentri Keuangan bila menginginkan suara Golkar 
di Pansus lebih melunak.
Bila informasi ini benar dan SBY menyetujui tuntutan tersebut, posisi SBY dan 
Partai Demokrat akan semakin sulit, karena Partai Koalisi lainnya juga akan 
meminta imbalan yang setimpal bila menginginkan suara mereka di Pansus menjadi 
lebih lunak.
 
Jadi mari kita saksikan bersama, dimana akhir dari cerita ini.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Sen, 18/1/10, Hakiki Akbari <[email protected]> menulis:


Dari: Hakiki Akbari <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dimana Sistemik Bank Century ya?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 18 Januari, 2010, 8:07 PM


 



duh..

saya menonton, membaca, menyimak banyak ulasan tentang "skandal" bank century 
dan berkesimpulan bahwa memang ada beda pandangan dan keyakinan diantara para 
petinggi ekonomi kita yg bikin saya bingung.
tentang isu sistemik ga sistemik,
sebagian bilang : waktu itu dunia lagi krisis, memang imbasnya ke indonesia 
belum signifikan, tapi kalau bank century kolaps, maka imbas itu makin besar dg 
kekhawatiran indonesia bisa krisis krn rush dsb dsb dg argumennya yg seabreg
sebagian bilang : kalaupun bank century di tutup, ga akan terjadi rush, dan 
indonesia ga akan masuk krisis, juga dg argumen yg seabreg

pertanyaan : kalau bail out tidak diberikan, apakah pasti tidak akan terjadi 
rush dan ancaman krisis? Apakah bila bail out tidak diberikan, apakah pasti 
akan rush dan krisis? bila bail out diberikan , apakah pasti tidak akan rush 
dan krisis? bila bail out diberikan, apa masih bisa terjadi krisis?

saya ga tahu jawaban yg bener. yg jelas yg terjadi adalah bail out diberikan, 
dan tidak terjadi rush atau krisis. apakah ada hubungan sebab akibat diantara 
dua variabel tsb saya ga tahu. lha yg pinter2 aja masih beda2 pendapatnya.

saya sih merasa, kita sudah untung ga masuk ke status krisis. apa itu hasil 
kerja pemerintah? ga tahu saya.

apakah kalau minum bir kita akan mabuk? kalau minumnya sedikit kan ga akan 
mabuk? tapi minuman bir itu sendiri toh memang punya potensi untuk memabukkan, 
bukankah begitu? jadi bir diharamkan bukan karena terjadi tidaknya mabuk tapi 
karena ada ancaman/potensi mabuk dalam bir. analogi yng sedikit ngawur untuk 
kasus bank century ini. terjadi atau tidak krisis yg ditakutkan itu, ancaman 
krisis akibat kolapsnya bank century memang ada. jadi mungkin itu sebabnya bail 
out dilakukan. ya sudah. sekarang tinggal kemana uang itu larinya?

HQQ

Kirim email ke